
Ani segera berjalan menuju kelasnya, dia sudah terlambat gara- gara ulah suaminya
itu. sampai di depan kelas ternyata dia
sudah melihat dosennya sudah mengajar dengan serius. Dengan berat hati dirinya
mengetuk pintu
Tok...tok..”
maaf pak saya terlambat pak,” kata Ani
Dosen tersebut
berhenti menerangkan pelajaran, kemudian menatap ke Ani yang berdiri di depan
pintu kelas.
“Kamu
sudah lihat sekarang sudah jam berapa?” tanya dosen itu dengan wajah datar.
“Iya
pak, ini sudah jam 10 pak. Maafin saya pak yang sudah terlambat.”
“Kali
ini saya maafkan kamu ,nanti jangan di
ulangi lagi. Jika kamu terlambat kamu harus keluar dari kelas saya.”
“Baik pak.”
“Sekarang silah kan masuk ke dalam,” titah pak dosen.
“Terima kasih pak.”
Ani segera menuju kursinya yang ada di paling pojok. Saat mau duduk dia tidak melihat jika
kursinya sudah di oleskan lem perekat. Ani duduk dengan santai dia kursi itu,
sedang kan di sampingnya seorang laki- laki tertawa cekikikan dengan
__ADS_1
menahan tawanya sampai memegang perutnya.
Ani yang fokus dengan pelajaran di depan tak menghiraukan orang- orang di sampingnya. Sehingga
satu jam pelajaran di lalui oleh Ani akhirnya di akhir oleh dosennya.
Karena sudah masuk pergantian jam perkulihan Ani segera bereskan buku-bukunya ke dalam tas
samping miliknya, terus dia mau berdiri tapi kok ada yang membuat dia tidak
bisa berdiri, pas dia lihat ternyata celananya sudah di rekat oleh lem.
Ani sangat kesal sekali pada orang yang mengejar dirinya. Siapa yang sudah mengerjain
dirinya.
“Hey siapa yang menaruh lem di kursi gue!” teriak Ani sehingga seluruh mata tertuju
pada dirinya.”
Semua hanya hanya menatap dengan wajah datar, ada yang kasian ada yang bisik- bisik... melihat
Ani yang sedang kesusahan.
“Jangan
bilang kerjaan lo!” ketus Ani pada pria itu.
“Maaf
ya, tapi itu lah kenyataannya,” saut pria itu yang tak berhenti tertawa.
“Dasar
bajingan lo, apa salah gue coba, sampai lo lakuin ini?” tanya Ani dengan tegas.
“Entahlah,
aku juga tidak mengerti entah mengapa bisa terniat melakukannya.”
Ani merasa kesal dengan teman- teman di kelasnya tak ada yang mau membantu dirinya . satu
cara yang bisa dia lakukan menghubungi suaminya.
__ADS_1
Dirga baru saja selesai rapat dengan para petinggi perusahaan tiba- tiba ia melihat
notice panggilan dari istri tercintanya itu, dia segara mengangkat panggilan
dari istrinya itu.
“Hello mas, aku butuh bantuan kamu sekarang. Aku lagi di kerjain orang gila dan celana
ku merekat di kursi semua mas, gak ada yang mau bantuin aku mas. Mereka hanya
menertawakan aku mas.”
“Baik mas, akan segera ke sana bantu kamu. Berani- berani mereka mengajain istriku ini.”
“Iya aku tunggu mas.”
“woy...siapa yang lo telpon, gak bakal datang ke sini menolong diri mu,” ejek pria itu yang
bernama Yuta.
“Diam Lo Yuta, lihat saja nanti siapa yang tertawa.”
“oke kita lihat,” sahut Yuta.
Ani masih berusaha untuk lepas dari sana, namun tidak bisa juga suaminya juga belum
datang juga. Tak lama kemudian masuk sosok yang di tunggunya dengan langkah
tertuntun menghampiri dirinya
“Mas, aku,” aduh Ani pada suaminya itu.
“Siapa
yang melakukan sayang,” tanya Dirga pada istrinya.
“Dia mas!” tunjuk Ani pada Yuta.
Dirga segera melepaskan jasnya kemudian mengikatkan di
pinggang istrinya dan perlahan dia menarik pinggang istrinya itu dan terlepas
dari kursi tersebut. Dirga menggendong istrinya itu alah bird stlye semua.
__ADS_1