
Pagi hari yang indah begitu cerah ,kedua sejoli yang turun diatas saling tertawa gembira menuju meja makan.
“Selamat pagi pa,ma,”sapa mereka.
“Pagi juga to AA jawab mereka ,ayo segera duduk kita makan disini.”.
Akhirnya mereka menikmati sarapan bersama hanya detingan sendok yang terdengar diantara mereka .
“Ma,pa kami berangkat dulu ya soalnya kami tak mau telat ujar Aldo.
“ya nak."mereka berdiri sambil menyalami kedua tangan orang tua mereka.
Dilain tempat Distan sedang makan di ruang makan bersama kedua orang tuanya.tapi ada yang berbedabah dengan di saat ini ia tampak cemberut saja.lalu papanya ngomong di sana.
”Ma ,nanti kalau keluar anak tak tau diri itu suruh menghadap kita! Ia secepatnya kita jodohin dengan pria tua itu biar perusahaan kita tidak jadi brangkrut,"ujar papa.
“Nanti akan ku paksa jika dia keluar.”jawab mama Distan.
Distan yang mendengar itu hanya diam saja lalu
”ia tidak akan keluar karena ia tidak tinggal disini lagi,”ujar Distan sontak kedua orang tua melihat kepada Distan.Dari mana kau tau itu Distan?” kata Mamanya.
“ Ya aku sempat melihat dan mengikutinya ke rumah kedua orang tuanya dan kakak kandungnya,” ujar distan jijik jika bilang itu.
__ADS_1
“ Apa beraninya dia itu, dia harus dipaksa untuk pulang kesini lagi biar kita nikah cepat tua bangka itu!"tegas papa Distan.
”Papa jangan harap itu akan terjadi ,saat ini Ani akan menikah, jadi kau tak bisa berbuat apa- apa lagi.”
“Dengan siapa ia akan menikah itu harus kita gagalkan, papa gak mau jika perusahaan papa bangkrut. Ini satu satunya cara menikahkan anak tak tau Di untung itu dengan pria bangka itu.dan semua akan selesai,” tutur papanya.
“Aku tak setuju dengan papa,mama,” ketus Distan.
“Papa tak butuh persetujuan kamu ,biar anak itu balas budi kepada kita,” kata papanya.
“ emang papa ,mama, pernah mengakui dia sebagai anak kalian?”tanya Distan.
“Dia tak pantas jadi anakku.dia hanya anak pembawa sial saja.”papanya.
” Cukup pa aku orang pertama yang akan menentang ini, dia akan menikah dengan aku,” ujar Distan.
“Distan tidak gila ma! Apa salah Distan menikah dengan Ani?”balas Distan.
"Dia satu saudara kamu, tidak akan bisa !”
“kalau papa tetap akan menikahkan Dia dengan orang itu maka aku pastikan besok pagi aku kan menikah dengan Dia !marah Distan.
Lalu ia beranjak dari sana ia mengambil tasnya lalu pergi Ke sekolah nya dengan mengendarai mobilnya.ia membawa mobilnya dengan sedikit ugal-ugalan menuju sekolah akhirnya ia sampai di sekolah bersamaan datanya dengan Ani dan Aldo. Melihat itu Distan di buat kesal ia segera turun dari mobilnya menuju mobil Aldo,sampai di samping mobil Aldo ia langsung menarik tangan Ani.
__ADS_1
Ani sedikit kaget atas Distan yang menariknya . Aldo yang melihat itu tak tinggal diam ia melepas cekal pada tangan adiknya.
”Lepaskan tangan lo dari tangan adik gue!”ketus Aldo.
Dan menyembunyikan Ani di balik punggungnya.Ani juga segera berlindung dibelakang Aldo.ia juga malas berusasan dengan kakaknya itu.
”Mau ngapain lo?” tegas Aldo.
” Gue mau bawah dia, “ ujar Distan memperhatikan Ani yang berbalik dibelakang Aldo.
”Gue gak biar kan lo ganggu adik gue! Ketus Aldo geram.
“terserah gue mau ngapain dia ,diakan adik gue!”
“ haaaa.... sejak kapan lo bilang dan ngakui Ani sebagai adik lo ,asal lo tau Ani hanya adik gue.”
Mendengar itu Distan sangat marah dengan terpaksa ia memukul Aldo sehingga terjadi perkelahian di sana ,banyak mata yang melihat perkelahian mereka.
Ani yang melihat perkelahian mereka semakin brutal ia segera menghalangi.” Stopp.... berhenti jika kalian tak berhenti akan ku pastikan....” belum sempat kata –kta Ani selesai perkelahian dua manusia itupun berhenti .Ani melihat Aldo mengeluarkan darah dari sudut bibirnya itu.segara membawa Aldo menuju UKS dan Distan melihat itu segera pergi ia juga terluka.
“ kakak apa masih sakit ,ujar Ani pada Aldo.
“ gak kok dek ini mah biasa aja,” kata Aldo supaya adik kesayangannya ini tidak khawatir padanya.
__ADS_1
Ia tidak mau Ani panik jika sudah panik ia kan seperti orang frustasi sendiri.
“ kakak rasa tak sakit lagi yuk! Sekarang kita kembali kekelas sebentar lagi kita masuk lo,”