MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Memaksa untuk menjadi miliknya


__ADS_3

Distan yang


membaca pesan dar adiknya itu segera keluar dari kelas dan Aldo yang melihat


itu pun ikut mengejar Distan kemana dia berlari.


"Distan


, kenapa lo lari- lari gitu?"


" Ani


di culik Doni sekarang dia lagi di kurung Doni di kamarnya. dan gue harus menyelamatkan


adik gue."


"Kalau


gitu juga juga harus ikut."


mereka pergi


menuju rumah Doni. sedangkan di rumah Doni dia sedang asyik makan, dengan


seorang diri setelah dirinya selesai dia mulai mencuci piring makannya itu


selesai itu dia berjalan ke meja makan untuk mengambil makanan yang sudah dia


buatkan untuk wanita yang ia cintai itu.  dia berjalan menaiki tangga hingga sampai di kamarnya. Dia membuka kunci


kamar tersebut dan melihat jika gadis pujaan hatinya itu sudah sadarkan diri,


dia mendekatkan diri ke Ani yang sedang duduk di tepi ranjang tidur itu.


“kamu sudah


bangun sayang,” ujar Doni lembut.


“Siapa yang


lo panggil sayang!” bentak Ani dengan marah.


“Kamu lah,


siapa lagi?” goda Doni pada Ani.


“Lepasin gue


sekarang, gue mau pulang Doni?”


“Tidak sayang,


sekarang di sini rumah kamu. Jadi kamu gak bisa kemana- mana lagi sekarang


sayang.”


“Jijik gue


dengar lo manggil gue begitu!”


“Tapi aku


suka memanggil kamu itu.”


“Sekarang


makan la. Pasti kamu lapar kan ini aku udah bikinin kamu bubur.”


“Aku gak mau

__ADS_1


makan bubur itu.”


“Kenapa kamu


gak mau, emang kamu gak lapar hmmm.... ini makan lah jangan menolak.”


“Tidak aku


tidak mau makan bubur kamu.”


“Ayolah


sayang, jangan bikin aku kesal ya, kamu makan cepat.”


“Gak! Jangan


paksa gue.”


“Oke- oke


kalau lo gak mau biar gue aja yang makan, biarin aja lo mati kelaparan.”


“Biarin itu


bukan urusan lo juga.”


“Tentu akan


menjadi urusan aku sayang, kalau kamu mati aku jadi merana tanpa kamu sayang,”


ujar Doni.


“is....


sungguh kau menyebalkan sekali.”


aku yang suapi kamu makan.”


“Gue sudah


bilang gue gak mau  makan. Jangan paksa


gue.”


“Kau mau


sakit sayang.”


“Sayang...sayang


.... peang... jangan panggil gue begitu. Hanya orang yang gue cinta yang boleh


gue panggil.”


“Karena


orang yang lo cinta itu hanya gue yang boleh Ani. Hanya Gue Doni Argan Putra.”


“Jangan


mimpi lo, sekarang biarin gue pulang.”


“Gak akan


gue biarin lo pulang begitu saja sayang,sebelum lo mau jadi milik gue.”


“ Dasar pria


liar”

__ADS_1


“ow... lo


baru tahu gue sayang.”


“berhenti


manggil gue sayang, gue jadi ilfil lihat lo,” ketus Ani.


“Terserah


lo, tapi lo harus jadi milik gue, untuk selamanya.”


“Itu tak


akan pernah terjadi karena gue sudah punya pacar.”


“Siapa orang


nya ?” bentak Doni.


“Lo gak


perlu tahu siapa dia, dia bahkan lebih penting bagi gue.”


“Ow..


ternyata lo sudah punya pacar ya, tapi sayang sekali gue gak percaya , kalau


emang iya lo harus putus dengan pria itu. lo hanya boleh pacaran sama gue.”


“Sayang sekali


lo gak bisa mengatur hidup gue,” ketus Ani.


“Oke kalau


itu mau lo, sekarang malam ini lo akan jadi milik gue seutuhnya.”


“Maksud lo?”


tanya Ani.


“Ya gue akan


lakukan cara lain, agar kau tetap di samping gue.”


“Jangan


macam- macam lo.”


“Gak kok


sayang, cuman satu makan aja kok. Memiliki kamu dan akan menumbuhkan baby kecil


di dalam perutmu ini,” tutur Doni sambil mengelus perut Ani.


Plak.... Ani


menepis tangan Doni yang  mengusap


perutnya itu.


“Menyingkir la


kau dari hadapanku.”


“Tidak bisa


sayang.”

__ADS_1


__ADS_2