
Distan yang
membaca pesan dar adiknya itu segera keluar dari kelas dan Aldo yang melihat
itu pun ikut mengejar Distan kemana dia berlari.
"Distan
, kenapa lo lari- lari gitu?"
" Ani
di culik Doni sekarang dia lagi di kurung Doni di kamarnya. dan gue harus menyelamatkan
adik gue."
"Kalau
gitu juga juga harus ikut."
mereka pergi
menuju rumah Doni. sedangkan di rumah Doni dia sedang asyik makan, dengan
seorang diri setelah dirinya selesai dia mulai mencuci piring makannya itu
selesai itu dia berjalan ke meja makan untuk mengambil makanan yang sudah dia
buatkan untuk wanita yang ia cintai itu. dia berjalan menaiki tangga hingga sampai di kamarnya. Dia membuka kunci
kamar tersebut dan melihat jika gadis pujaan hatinya itu sudah sadarkan diri,
dia mendekatkan diri ke Ani yang sedang duduk di tepi ranjang tidur itu.
“kamu sudah
bangun sayang,” ujar Doni lembut.
“Siapa yang
lo panggil sayang!” bentak Ani dengan marah.
“Kamu lah,
siapa lagi?” goda Doni pada Ani.
“Lepasin gue
sekarang, gue mau pulang Doni?”
“Tidak sayang,
sekarang di sini rumah kamu. Jadi kamu gak bisa kemana- mana lagi sekarang
sayang.”
“Jijik gue
dengar lo manggil gue begitu!”
“Tapi aku
suka memanggil kamu itu.”
“Sekarang
makan la. Pasti kamu lapar kan ini aku udah bikinin kamu bubur.”
“Aku gak mau
__ADS_1
makan bubur itu.”
“Kenapa kamu
gak mau, emang kamu gak lapar hmmm.... ini makan lah jangan menolak.”
“Tidak aku
tidak mau makan bubur kamu.”
“Ayolah
sayang, jangan bikin aku kesal ya, kamu makan cepat.”
“Gak! Jangan
paksa gue.”
“Oke- oke
kalau lo gak mau biar gue aja yang makan, biarin aja lo mati kelaparan.”
“Biarin itu
bukan urusan lo juga.”
“Tentu akan
menjadi urusan aku sayang, kalau kamu mati aku jadi merana tanpa kamu sayang,”
ujar Doni.
“is....
sungguh kau menyebalkan sekali.”
aku yang suapi kamu makan.”
“Gue sudah
bilang gue gak mau makan. Jangan paksa
gue.”
“Kau mau
sakit sayang.”
“Sayang...sayang
.... peang... jangan panggil gue begitu. Hanya orang yang gue cinta yang boleh
gue panggil.”
“Karena
orang yang lo cinta itu hanya gue yang boleh Ani. Hanya Gue Doni Argan Putra.”
“Jangan
mimpi lo, sekarang biarin gue pulang.”
“Gak akan
gue biarin lo pulang begitu saja sayang,sebelum lo mau jadi milik gue.”
“ Dasar pria
liar”
__ADS_1
“ow... lo
baru tahu gue sayang.”
“berhenti
manggil gue sayang, gue jadi ilfil lihat lo,” ketus Ani.
“Terserah
lo, tapi lo harus jadi milik gue, untuk selamanya.”
“Itu tak
akan pernah terjadi karena gue sudah punya pacar.”
“Siapa orang
nya ?” bentak Doni.
“Lo gak
perlu tahu siapa dia, dia bahkan lebih penting bagi gue.”
“Ow..
ternyata lo sudah punya pacar ya, tapi sayang sekali gue gak percaya , kalau
emang iya lo harus putus dengan pria itu. lo hanya boleh pacaran sama gue.”
“Sayang sekali
lo gak bisa mengatur hidup gue,” ketus Ani.
“Oke kalau
itu mau lo, sekarang malam ini lo akan jadi milik gue seutuhnya.”
“Maksud lo?”
tanya Ani.
“Ya gue akan
lakukan cara lain, agar kau tetap di samping gue.”
“Jangan
macam- macam lo.”
“Gak kok
sayang, cuman satu makan aja kok. Memiliki kamu dan akan menumbuhkan baby kecil
di dalam perutmu ini,” tutur Doni sambil mengelus perut Ani.
Plak.... Ani
menepis tangan Doni yang mengusap
perutnya itu.
“Menyingkir la
kau dari hadapanku.”
“Tidak bisa
sayang.”
__ADS_1