
Kemudian Aldo membawa Ani keluar dari rumah itu di ikut oleh Rendy. Rendy tak menyangka jika mamanya Distan berucap seperti itu pada Ani sungguh dirinya tak tegah melihat Ani.
Sedangkan Distan yang dari tadi menatap mamanya dengan tajam dan penuh marah dalam dirinya itu.
“Sungguh aku kecewa punya mama yang tak punya hati seperti Anda!” ujar Distan dengan lantang membuat mamanya itu terkaget.
“Dia pantas akan hal itu Distan.”
“Sudahlah aku muak dengan tingkah mama!” ucap Distan lalu dia masuk ke dalam kamarnya itu.
“Ada apa dengan anak itu yang selalu membela anak sialan itu.”
Sekarang Ani sudah sampai di rumah ia masuk ke dalam setelah Aldo dan Rendy Mengantar dirinya ke rumah. Ia masuk dengan hati yang sedih bisa-bisanya orang tua yang sudah melahirkan dia berbicara seperti itu padanya. Apa kesalahan yang telah ia perbuat selama ini sehingga rasa benci ke dua orang tuanya itu tak hilang.
__ADS_1
Ani mulai terngiang-ngian akan ucapan mamanya itu bahwa dia hanya di manfaatkan oleh suaminya apa itu benar? Tapi dia tidak boleh buruk sangka sama suaminya itu ia tidak punya bukti sama sekali.
Ia sudah dua hari tidak di hubungi oleh suaminya itu, ia berpikir mungkin suaminya itu sibuk dengan pekerjaannya Ani mengerti akan posisi suaminya yang super sibuk itu.
Ia masuk ke dalam kamar untuk beristirahat dia melihat tempat tidurnya yang rapi tak sabar ia untuk merebahkan diri di atasnya. Ani menghempaskan tubuhnya dia diatas rajang yang empuk itu untuk melepaskan rasa lelahnya hinga lima menit ia rebahan matanya pun mulai tertutup dan tidur.
Sedangkan di kantor ruangan Dirga Wijaya ia sedang menikmati makanan bersama sang wanita pujaan hatinya selama 3 bulan ini, entah kenapa dia menyukai gadis sexy itu. ia memeng dekat dengan wanita bernama Bella ini, tapi dia belum berniat untuk memacari Bella.
Bella yang sedang memperhatikan wajah tampan pria di depannya ini penuh dengan harapan bisa menaklukan pria tersebut.
“Iya Bella apa yang bisa aku bantu,” balas Dirga.
“Ini rambutku tersangkut, bisakah kamu bantu melepaskannya,” ujarnya dengan menggoda.
__ADS_1
Dirga yang mendengarkan permintaan Bella pun langsung berdiri di belakang Bella untuk memperbaiki rambut Bella. Bella mencoba untuk menggoda Dirga dengan aksinya menurunkan sleting baju depannya hingga di bawah dadanya.
Dirga kembali duduk di tempatnya dan melihat ke arah Bella dengan mata melotot apa yang di lakukan Bella dengan pekaiannya yang itu. dirga mencoba untuk tidak menghiraukan hal tersebut. Lalu Bella berjalan mendekat ke arah Dirga dan duduk di pangkuan Dirga. Dirga kaget akan hal tersebut melihat rok yang di kenakan Bella naik ke atas panggul wanita itu.
paha mulus Bella terlihat olehnya Dirga juga pria normal tidak bisa menahan gairah di dalam tubuhnya itu segera mendorong Bella hingga Bella terjatuh dari pangkuan dia.
“Apa yang kau lakukan dasar wanita murahan,jangan coba-coba kau merayuku dengan cara murahan kau itu.”
“Pergi kau jangan pernah wajahmu tampakkan kau di hadapanku lagi.”
Bella hanya mendengus kesal rencana dia gagal total untuk mendapatkan Dirga dia segera keluar dari ruangan itu.
Dirga yang masih dengan gairah yang memuncak pada dirinya segera menyambar kunci mobil untuk pulang ke rumahnya. Selama perjalan Dirga berusaha untuk menahan gairahnya ia tidak bisa lagi rasanya menahan sesuau sudah mengrai di bawa sana dan ia lihat celananya sudah menggembul.
__ADS_1
Akhirnya dia sampai di rumah dia berlari menaiki ke kamar nya lalu dengan cepat dia membuka dasinya, jasnya dan seluruh pakaian ia kenakan ia menuju ranjang untuk melakukan ritualnya di sana ia melihat sang istrinya tertidur.
Dirga mencium setiap inci tubuh istrinya itu dan istrinya tak terganggu sama sekali hingga dia memadu cinta di saat istrinya tertidur pulas.