
Hari ini Ani diantar suaminya ke sekolah dengan dengan wajah yang bahagia. Ya tadi pagi sebelum berangkat mereka sempat bermanja-manja terlebih dahulu sehingga wajah Ani di buat seperti kepiting rebus oleh suaminya sendiri kerena dirinya Selalu di goda oleh suaminya tersebut.
“Mas, aku turun ya,” pamit Ani sambil mencium punggung tangan suaminya lalu keningnya pun di cium oleh suaminya .
“Belajar yang rajin, biar pintar nantinya, dan bisa menjadi ibu yang pintar untuk anak-anak kita nanti,” ucap suaminya.
“Iya mas, mas juga jangan jelalatan tu mata lihat cewek yang bening- bening!” tutur Ani dengan mendelik ke suaminya.
“Gak kok sayang kan sudah ada kamu, ngapain lagi mas harus lihat mereka.”
“Baik lah mas aku masuk dulu ya.”
“Iya hati-hati ya sayang , jangan dekat- dekat dengan cowok ya awas kalau ketahuan.”
“Siap, tapi kalau khilaf gimana?” rajuk ANI.
__ADS_1
“Maka siap- siap kamu aka mas hukum sepajang hari dan sepanjang malam.”
Ani segera masuk ke area sekolah dengan kaki yang santai menelusuri koridor sekolah yang sudah mulai ramai oleh kedatangan siswa-siswi yang lain. Ada juga dari bagian mereka yang bercanda, diskusi di sepanjang koridor tersebut.
Kak Aldo teriak Ani melihat sang kakaknya yang selama ini, dia berlari menghampiri Aldo dengan bahagianya dirinya memeluk Aldo begitu juga dengan Aldo yang sudah satu minggu tidak melihat adikknya ini.
“Aku kangen bangat sama kakak,” ujar Ani.
“Aku juga kamu bangat sama kamu dek,” saut Aldo.
“Ayo! Kita makan bersama pagi ini,” ajak Aldo sambil merangkul bahu adiknya itu.
Semua interaksi antara Aldo dengan Ani tidak luput dari penglihatan seorang suami, ya itu Dirga suaminya Ani yang akan memberikan handphone Ani yang tertinggal di mobilnya.
Ia sedikit geram dan kesal,walau dirinya tahu Aldo yang sudah menganggap Ani adiknya sendiri. Tapi hatinya tidak terima itu, dan timbullah rasa cemburu di dalam dirinya.
__ADS_1
Dengan langkah besarnya Dirga menghampiri Ani ke kantin tersebut namun yang lebih membuat Dirga kepanasan saat Ani asik dengan teman cowoknya yang sedang menggoda satu-sama lain. Rasanya Dirga ingin menarik Ani saat ini juga ,jika dirinya tidaka mengingat jika dirinya sedang berada di sekolah.
“Wah... Ani kau cantik sekali hari ini,” puji murid baru tersebut pada Ani.
“Benarkah.. terima kasih atas pujiannya, tapi kau tak jauh kalah ganteng ko,”Ani membalas pujian Roza tersebut.
“ wah... pagi-pagi udah lihat bidadari cantik begini alamat senang hati sedunia setiap hari,” tutur Roza.
Dirga mendekat ke arah mereka lalu menyodorkan hendphone milik Ani ke istrinya itu. Awalnya Ani sedikit kaget ada suaminya di sini.
“Makasih Ma,,,,, kak,” ucap Ani.
Dirga melirik Ani dengan tatapan yang tajam sehingga yang di tatap hany diam saja ,dan menunduk. Dirga segera beranjak dari situ sebelum dirinya pergi dari sana,ia kembali berbalik menatap istrinya tersebut dan berbisik “Aku akan hukum kamu nanti malam selama 2 minggu ke depan!” dan segera pergi.
Ani yang mendengar ancaman suaminya itu sedikit ngeri dia akan di hukum ujungnya pasti badanya akan remuk ulah suaminya tersebut , padahal dirinya tidak melakukan kesalahan sama sekali ingin dia protes tapi suaminya tak lagi ada di sana.
__ADS_1