
Distan
yang sedang berkerja di Restoran tak sengaja melihat ke dua orang tuanya sedang menikmati makanan di restoran ini. dia berusaha untuk
menghindari dua orang tua itu di kembali fokus mengerjakan tugasnya di
belakang.
“Ma,
Papa lihat seseorang seperti anak kita ma,” kata pak Bimo pada istrinya.
“Papa,
serius lihat anak kita pa?” balas istrinya itu dengan antuisias.
“Dia
mirip dengan Distan Ma, tapi gak mungkin anak kita kerja ma.”
“Ya
sudah pa , nanti kita cari lagi Distan, sekarang kita makan dulu. Mama akan
minta tolong kepada pihak polisi untuk membantu pencarian pa.”
“Iya
ma, biar kita segera bertemu dengan Distan.
Mereka
melanjutkan makannya dengan tenang saat itu.
“Distan
tolong antar makanan ini di meja 28 ya,” pinta temannya.
“Baik
lah, aku akan mengantarkannya.”
“Oke,
ini hati- hati ya.”
“Hummm
iya.”
Distan
mengambil makanan tersebut dari tangan temannya, lalu dia berjalan ke arah Meja
ke 28 itu. dan ia seketika berhenti jika meja 28 itu orang yang dia hindarinya.
Dengan menghela nafas dia menghampiri meja itu.
“Permisi
buk, pak, ini makanan penutupnya.”
“Iya,...”
ucapan lelaki berumur 50 itu terhenti saat melihat ke Distan.
“Distan....”
katanya.
“Maaf,
saya bukan Distan mungkin Anda salah orang. Kalau begitu saya pamit dulu.”
“Kamu
Distan anak kami, kamu tidak bisa berbohong pada kami nak,” tutur ibunya.
“Sekali
lagi, saya bukan Distan.”
Lalu Distan pergi dari sana menuju belakang. Dia tak mau lama-lama
berhadapan dengan ke dua orang tuanya itu. dia sudah menghindari dari mereka yang serakah.
“Kenapa
kamu bro?” ucap temannya sambil menepuk bahu dia.
“Gak
kenapa- kenapa kok.”
“Tapi
wajahmu tampak kusam begitu?” tanya temannya.
“Gak
ada kok, ayuk kita lanjut kerja lagi. Aku mau pulang cepat hari ini.”
“Iya
ayok, kembali kita berkerja.”
“Mama
yakin bangat yang tadi itu mirip bangat sama Distan pa, firasat mama gak
mungkin salah pa. Kalau itu Distan anak kita pa.”
“Ma...
mana mungkin anak kita berkerja seperti itu Ma. Mama tahu sendiri Distan gak
bakal mau melakukan hal- hal seperti itu ma,” tutur Pak Bimo istrinya itu.
“Pokoknya
kita harus cari keberadaan Distan pa.”
“Iya
Ma.”
Sedangkan di rumah Ani dirinya sudah bangun
__ADS_1
terlebih dahulu sebelum suaminya bangun.
Dia turun dari ranjang itu dengan badan
sudah rasa remuk akibat pergulatan suaminya. Dengan berjalan cepat dia masuk ke
dalam kamar mandi, kemudian membersihkan diri.
Tak lama kemudian Ani sudah selesai
membersihkan dirinya dan keluar dari kamar mandi. Dia membuka kamar mandi
perlahan agar tak menimbulkan bumi. Ani
melangkahkan kakinya menuju meja riasnya. Ani duduk di sana sambil mengeringkan
rambutnya dengan hair les..
Dirga
yang terasa masih mengantuk saat dia ingin memeluk istrinya ternyata kasur di
sampingnya sudah kosong ia mencoba membuka mata dan melihat ke seluruh kamar
itu. dan matanya tertuju pada istrinya yang lagi mengeringkan rambut di meja
rias itu.
Dia
berangsur turun dari tempat tidur dengan
keadaan tanpa sehelai kain pun. Dia
memeluk pinggang istrinya tersebut dengan sangat erat,dan mencium dalam- dalam
wangi tubuh istrinya itu.
“Sayang,
kamu sudah wangi saja.”
“Mas,
lepas ah... aku lagi ngering rambut lo mas.,” protes Ani pada suaminya.
“Gak
mau sayang, mas mau menikmati wangi tubuh kamu ini!” ujar Dirga.
“Ih...
mas, ayok la aku mau mengering rambut dulu ini.”
“Mas
gak mau sayang, mas ingin berlama- lama di sini.”
“Mas
mandi sana lagi, apa gak malu mas seperti itu pada aku,” ucap Ani sambil
memperhatikan suaminya yang tak berbusana sedikitpun.
“Biarin
Ani sukses membuat wajah Ani merah seperti kepiting rebus.
“Iya
mas, tapi mas harus mandi dulu sana. Bau tahu.”
“Mas
gak mau, mas mau kamu yang mandiin mas.”
“Mas
jangan aneh- aneh ya.”
“Gak
aneh- aneh kok sayang, namun cuman cukup satu hal saja saat ini.”
“Mas...”
ucapan Ani terpotong saat Dirga membungkamnya bibir mungil yang lembab itu dengan
bibirnya.
“Mas
gak mau mandi dulu, ini sudah malam sayang. Lebih baik mas tidur.”
“Mas
mandi gak, atau aku pukul ini?” ancam Ani.
“Baik
Mas akan mandi tapi sama kamu ya, kamu harus mandi lagi?” tutur Dirga menggoda
istrinya.
“Jangan
aneh- aneh mas.”
“Gak
kok sayang.”
Dirga
membungkukkan posisi tubuhnya lalu dengan cekalan pada punggung,dan kedua kaki
Ani dirga menggendong istrinya itu ke arah ranjang tidur mereka.
“mas
mau nambah lagi sayang.”
Ani
yang mendengar perkataan suaminya sedikit bergidik ngeri, pasalnya tubuhnya
saat ini sudah sangat lelah sekali. Dan sekarang suaminya sudah tersenyum
__ADS_1
senang dengan kondisi tak bisa menolak suaminya.
Dia
bisa saja menolak suaminya, namun itu akan menjadikan dirinya berdosa menolak
suaminya. Dengan terpaksa dirinya membiarkan suaminya bertindak di atas
tubuhnya itu.
Tut....tut....tut....
bunyi deringan ponsel dari Ani yang berada di atas meja di samping nakas nya.
Ani
mencoba tak menghiraukan bunyi deringan
ponsel itu, namun dering ponsel itu tetap saja berbunyi. Ani mendorong tubuh
suaminya yang di atas tubuhnya lalu dia mengambil ponselnya itu.
Ani melihat notifikasi yang masuk ke dalam
ponselnya tersebut, lalu terlihat di sana nama Dion si ketua Osis.
Pesan
Dear
my love
Selamat
malam my love, my love aku tahu kamu tidak akan pernah menolak ku kan. Dan kamu
berbohong pada aku jika kamu sudah mempunyai pacar. Dan aku mau kamu jawab
pertanyaan aku besok pagi. Aku tidak akan biarkan orang itu dekat kamu lagi my
love.
Kamu
itu hanya milik aku, dan tak siapapun yang bisa berada di samping kamu kecuali aku. Aku akan menyingkirkan siapapun
yang dekat dengan kamu my love. Aku sangat mencintai kam may love. Aku tunggu
jawaban dari kamu besok pagi my love
Tertanda
Calon
Suamimu.
Ani
yang membaca pesan dari Dion sangat kaget,apa Dion tak bisa percaya pada dirinya.
Ini bisa akan jadi bahan peperangan dunia ke tiga ini.
“Itu
pesan dari siapa sayang?” tanya Dirga.
“Dari
Dion mas,” jawab Ani ragu- ragu.
“Ngapain
dia kirimkan kamu pesan malam- malam begini.”
“Gak
apa- apa kok mas, dia lagi bertanya aja.”
“Kamu
yakin dia hanya bertanya doang?” tanya Dirga memastikannya.
“Iya
mas,” balas Ani.
“Coba
sini mas lihat.”
Dirga
mengambil ponsel yang di tangan istrinya itu lalu dengan cepat dia melihat isi pesan yang di kirimkan
orang itu pada istrinya.
Pesan
Dear
my love
Selamat
malam my love, my love aku tahu kamu tidak akan pernah menolak ku kan. Dan kamu
berbohong pada aku jika kamu sudah mempunyai pacar. Dan aku mau kamu jawab
pertanyaan aku besok pagi. Aku tidak akan biarkan orang itu dekat kamu lagi my
love.
Kamu
itu hanya milik aku, dan tak siapapun yang bisa berada di samping kamu kecuali aku. Aku akan menyingkirkan siapapun
yang dekat dengan kamu my love. Aku sangat mencintai kam my love. Aku tunggu
jawaban dari kamu besok pagi my love
Tertanda
Calon
Suamimu.
“Brengsek
__ADS_1
bocah ingusan itu, aku tidak akan biarkan dia.”