
Rasa sakit yang ia rasakan tak sebading dengan rasa sakit selama 17 tahun ini yang dirasakan Ani.Ia sungguh menyesal telah pernah tidak menggangap Ani sebagai adiknya sendiri. Ia tak pernah merasakan makan bersama,bermain bersama,dan pergi bersama layaknya orang lain seperti kakak adik yang lain. Justru orang lain yang memperlakukan Ani sebagai adiknya .orang lain juga yang selalu ada sebagai sandaran dia.
Ia berjalan mendekat kerah Ani kembali ia ingin memeluk Ani dan menangis menumpahkan rasa menyesalnya selama ini yang ia lakukan pada Ani, namun saat ia mau memeluk ani kembali ia tepis.” Berani sekali kau memelukku!” ujar Ani. Namun Distan hanya bisa menelan rasa pahitnya saat ini.ia tak mau lagi Ani menganggapnya tidak ada ,sakit rasanya.
__ADS_1
Ani ia masih tetap bertahan pada egonya ia tak dengan mudahnya luluh dengan perlakuan Distan .Ia tau jika kakaknya itu sedang membendung air mata terlihat dari maknya yang sudah berkaca – kaca.
“ kenapa kau tak mau ku peluk,” guman Distan.
__ADS_1
Ani hanya diam saja melihat Distan yang masih memandang dengan senduh” sebegitunya dirimu membenciku?” A Distan meracau.” Apa ini yang kau rasakan selama ini! Sakit dan terluka jika tak dianggap saudara sendiri! maafkan aku yang telah pernah menggap mu tidak ada,” air mata Distan yang tak bisa ia bendung sekarang sudah membasahi pipihnya hanya demi kata maaf dari orang yang pernah ia benci selama ini.Apa ia pantas mendapatkan kata maaf dari orang itu. Ani yang melihat Distan yang mulai menangis sedikit demi sedikit egonya ia runtuhkan.
“Ternyata kau sangat cengeng sekali ya, begini lah anak yang dimanja ya! Sayang sekali orang tuaku telah tiada di dunia ini,” ungkap Ani dengan tersenyum penuh arti.” Apa yang kamu maksud orang tua kita masih hidup dan mereka juga ada.”
__ADS_1
“Itu hanya orang tuamu tapi tidak denganku, tapi aku bahagia aku punya orang tua dan punyai kakak Aldo dan kedua orang tuanya.” Mendengar itu Distan tidak tau ia harus mungkapkan dengan kata- kata apa lagi ia sudah terlanjur terjadi pada mereka.” Kau belum menganggapku sebagai kakak kau?” tanya Distan. “Entahlah akau juga tidak tau ,aku sudah memanfaatkan dirimu atau belum untuk saat ini. Aku hanya belum tau harus ngapain, lalu Ani melepaskan pelukannya pada Distan ia berdiri ingin meminta tolong keluar dari sini. Distan sedikit kesal pelukanya sama Ani begitu cepat padahal ia tak mau melepaskan adiknya itu, ia merasa sudah begitu candu ingin meluk adiknya itu. Ia ikut berdiri bersamaan dengan Ani.Ani segera menjaga jaraknya dengan kakaknya itu lalu ia berlalu menuju pintu itu ia kembali mencoba menarik hendle pintu itu supaya ia bisa terbuka ,namun masih sama juga.Distan tersenyum dalam tangisan melihat tingkah lucu adiknya itu.” Bisakah kau kembali pulang ke rumah!” pinta Distan . Ani hanya diam walau ia mendengar apa yang di katakan kakaknya itu.
“Maafkan aku tak bisa untuk kembali lagi ke rumah itu ,karna aku harus tinggal di tumah keluarga baruku.” Distan yang mendengar itu ia bersabar dan berharap jika Ani mau pulang bersamanya
__ADS_1