MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Aksi Kedua


__ADS_3

Ani mulai membuka matanya saat dia merasa tubuhnya di guyur dengan air dingin, dia melihat ke depan ada seorang Pria dengan tegap menatap dirinya dengan sebuah ember yang terdapat pada tangannya.


Ani merasa sulit bergerak dia melihat tubuhnya terikat dengan tali di sekujur tubuhnya.


"Apa yang terjadi pada diriku?"tanya dia.


"Kau sedang menikmati permainan yang indah," ujar pria itu.


"Lepaskan aku! dari sini."


"Shutt.... tidak usah berteriak-teriak nanti suara kamu akan habis! gak ada yang bisa bantu kamu," ujar pria itu penuh cibiran.


"Lepaskan pria tua!" teriak Ani.


pria itu hanya mengabaikan saja teriakan Ani.


tak lama kemudian terdengar bunyi tapak sepatu yang bergesekan dengan lantai menuju ruangan tersebut.


Dan benar saja memang ada seseorang yang datang. Ani yang melihat sosok yang datang di hadapan dirinya itu merasa ingin membunuhnya.


Ani menatap wanita itu dengan tatapan tak bisa di ketahui tujuannya.


"Mama? Kenapa Anda disini?"


hanya si balas senyuman sinis oleh wanita itu.

__ADS_1


"Akhirnya kita bisa bertemu lagi anak sialan," ketus wanita itu.


"Mulut Anda memang tak pernah berubah, selalu seperti itu."


"Terserah kau anak sialan, yang penting sekarang aku akan melenyapkan dirimu."


"Ternyata Anda tidak hanya orang tua yang buruk, namun tak layak lagi dikatakan manusia."


wanita itu yang hanya menatap Ani dengan cibiran.


" Tidak akan ada yang bisa menolong kau anak sialan!" teriak mamanya itu.


" Benar kah? Tapi aku tidak apa-apa. Aku mau lihat seperti apa tindakan yang akan dilakukan padaku."


"Jangan meninggi suara kau anak sialan," bentaknya.


wanita tua itu mendekati Ani lalu memegang dagu Ani dengan kuat kemudian dia melayangkan tamparan keras di pipi Ani, hingga pipinya tampak memerah dan sudut bibir mengeluarkan darah.


"Wah, sangat bagus sekali wanita di depan ini, sungguh wanita yang buruk sekali."


Ani berusaha untuk melepaskan ikatan tali di tangannya itu kemudian dia menatap wanita itu dengan garang.


mamanya itu sudah pergi meninggalkan dirinya di ruang sempit penuh dengan barang-barang tidak berguna.


Ani sudah berusaha melepas ikatan tali di tangannya hingga terlepas kemudian segera dirinya melepaskan ikatan di kakinya.

__ADS_1


Akhirnya semua ikatan terlepas dia segera mencari cara untuk keluar dari ruangan ini.


Ani mencari balok yang bisa dirinya gunakan untuk memecahkan kaca untuk memancing keributan dan mengambil kesempatan di saat itu.


prang....rang....bunyi kaca berjatuhan di ruangan itu, membuat bodyguardnya masuk ke dalam ruangan sempit tersebut, Ani siap siaga saat bunyi pintu di buka.


bug...bug... bunyi balok di kepala bodyguard itu, kemudian pria itu terjatuh ke lantai.


Ani segera berlari keluar dari ruangan itu, dia berhati-hati saat berjalan banyak para bodyguard yang berkeliaran di sana.


Ani mengambil ponsel di dalam saku celananya kemudian dia menghubungi suaminya.


"Hallo mas, mas tolong aku sekarang mas."


"kamu di mana sayang, mas segera kesana,"


"Aku di tempat penyekapan mama ku mas," balas Ani.


" Kamu kenapa bisa di sana sayang?"


"Aku di culik mama mas, sekarang mas cepat ke sini."


" Baik mas akan segera ke sana!"


"iya mas aku tunggu."

__ADS_1


Dirga segera berlari ke mobilnya dan segera menancap gas menuju lokasi istrinya.


__ADS_2