
Dirga segera menuju lokasi yang sudah dia dapatkan, namun di lokasi sana mama Ani sudah membuat Ani pingsan hingga dia memindahkan Ani dari tempat itu, kemudian di membawah Ani jauh dari sana.
Mama Ani yang di kenal banyak cara licik untuk mengalabuhi orang- orang kali in itu berlaku juga untuk menantu dia Dirga harus bermain dengan dirinya. Ani yang tak lagi sadarkan diri saat ini, dia tidak menyadari jika dirinya sudah di bawah mamanya itu entah ke mana. sebenarnya tujuan orang tua Ani itu apa? dengan teganya mereka melakukan kejahatan yang sangat tak wajar lagi untuk Ani.
Dirga yang sampai di tempat istrinya yang di sekap oleh mertuanya itu, tetapi naas dirinya tidak menemukan sosok istrinya di sana, hana ruangan kosong yang terdapat di dalam sana. setelah itu dirinya mengedarkan penglihatan dirinya ke arah seluruh ruangan itu, hingga matanya tertuju pada kalung yang dia yakini jika kalung milik istrinya.
Saat dirinya sudah mengambil kalung itu ternyata itu memang milik istrinya, dia sangat yakin istrinya dalam bahaya saat ini, dia segera memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan istrinya itu.
Dirga lekas meninggalkan rumah kosong tersebut.
rumah kosong yang terdapat di tengah hutan yang sangat jauh dari pemukiman, dia yakin ini ada ulah mertuanya itu. Dirga mengedarai mobilnya dengan sedikit kencang di atas rata- rata selanjutnya tujuan dia ke markas untuk melacak keberadaan istrinya tersebut.
__ADS_1
sedangkan di sebuah desa yang cukup terpencil Ani di ikat di sebuah rumah kecil di penuh dengan pepohonan hingga bisa di bilang rumah itu di tengah hutan. Ani di pasung oleh mamanya tersebut di rumah itu
"Silah kan kau nikmati anak sialan."
Lalu dia menatap anak sialan itu dengan tatapan meremehkan" setelah ini tidak akan ada yang bisa menolong diri kau anak sialan."
rutuk itu keluar dari mulut wanita itu, setelah dirinya memastikan jika Ani sudah di pasung dengan baik wanita yang diketahui mama dari Ani itu pergi meninggalkan rumah kecil itu. Walau dirinya pergi tentu saja rumah itu juga di jaga dengan sangat ketat oleh orang suruhan dirinya, sebab dirinya tidak mau jika ada yang mengetahui keberadaan anak sialan tersebut.
"Bagaimana mama?"
"Semua beres ma, tidak ada yang tahu di mana anak sialan itu berada."
__ADS_1
"Iya pa tidak ada lagi yang perlu kita khawatirkan lagi,"
"Mama sangat pintar sekali, kalau menyangkut anak sialan itu."
Tanpa sadar mereka sudah mengatakan darah daging mereka sendiri anak sialan, lantas bagaimana dengan oranf tua anak yang di sebut sialan itu apakah tak salah jika kata mereka pantas untuk mereka berdua.
Ani membuka matanya sedikit merasa sakit pada kepalanya kemudian dia mengedarkan penglihatannya ke ruangan itu.
"ini di mana? ini kenapa kaki gua gak bisa di gerakin."
Ani melihat ke arah kakinya lalu dengan miris dia menatap nasibnya yang malang saat ini, dirinya tidak tahu saat ini berada di mana dia sangat khawatir akan suaminya.
__ADS_1
Tuhan apa yang salah ku sehingga nasibku terlalu seperti ini, apa yang sedang engkau rencanakan Tuhan batin Ani.