
Sepulang sekolah Ani pulang terlebih dahulu
bersama dengan Distan hari ini dia minta Distan yang mengantarnya dia takut
suaminya ngamuk lagi padanya , dari kemaren suaminya mendiamkan dirinya. Namun dia
tidak terlalu membawah perasaan.
Sekarang mereka sudah sampai di depan gerbang rumahnya , Distan pamit pulang dia tidak masuk terlebih dahulu karena hari ini
dia di suruh pulang cepat oleh orang tuanya.
Setelah Distan meninggalkannya Ani masuk ke dalam rumah dengan langkah perlahan- lahan
sehingga tidak ada yang mengetahuinya jika dirinya sudah pulang. Dia melihat kanan kiri tidak ada siapapun dan dengan berlari ia menaiki tangga dan mulai perlahan membuka pintu kamar dia ia melihat ke dalam kamar tidak ada siapa-siapa dia masuk dengan senang dan tersenyum yang terukir di bibirnya. Ani menarok tasnya di atas meja belajarnya dan melepaskan sepatunya , dirinya tak
menjadi jika dari dia masuk ke kamar di lihatin oleh dia.
Setelah sepatu terlepas dan dia juga melepas seragam sekolahnya dengan talentanya dia
menyusun di closednya. Lalu dia keluar dari sana hanya menggunakan celana
pendek dan tentop putih tanpa bra itu dan celana memperlihatkan paha putih dan
mulus miliknya itu.
Dengan santainya Ani menuju ranjang dan melemparkan tubuhnya di sana. Sedangkan yang Dirga yang melihat kelakuan istrinya hanya menggeleng- geleng kepala yang
awalanya dia ingin memarahi istrinya itu malah di urungkan melihat istrinya
sudah tepar di atas ranjang tidur itu.
Dirga mendekati istrinya itu yang sedang tepar itu melihat pakaian haram yang di gunakan istrinya itu, membuat dirinya hanya
menahan diri karena tak mau mengganggu tidur istrinya yang sudah seperti kebau
tidur. Ingin saja dia mengerjaik istrinya itu namun ia tak tega akan hal itu.
Dirga ikut berbaring di samping istrinya lalu
memeluk dengan erat badan istrinya itu. seharian dia diamkan istrinya ia merasa
gelisah sendiri bukan istrinya. Mengingat sang istrinya yang berangkat sama Aldo. Jiwa cemburunya langsung bangkit, tapi tidak mungkin dia menjauhkan istrinya dengan Aldo.
Dirga mencium pipi istrinya penuh dengan rasa cinta lalu ia juga ikut tepar sama
istrinya itu ke alam mimpi.
Distan yang sudah sampai di rumah langsung memikirkan motor sport miliknya dan masuk
ke dalam rumah itu ternyata sudah ke dua orang tuanya yang menunggunya.
“Kenapa kamu lambat sekali pulangnya Distan?” tanya mamanya.
“Ya Distan baru keluar kelas ma, lagian Distan gak mungkin bawa motor ngebut di
jalan macet itu Ma.”
“Alasan kamu saja, jangan bilang kamu ngatar
anak sialan itu dulu!” ucap Mamanya dengan nada benci.
“Anak sialan siapa yang Mama maksud?” tanya
__ADS_1
Distan kepada Mamanya.
“Ani anak sialan itu!” jawab Mamanya.
“Jangan sekali- sekali Mama bicara seperti itu
lagi, dan dia juga anak Mama lahir dari perut Mama alu kenapa Mama begitu benci
Adik Distan.
“Dia seorang pembunuh,jadi gak pantas dia hidup dan disayangi di dunia ini!” uja
Mamanya.
“Siapa yang dia bunuh Ma, kasih tahu aku?” ucap Distan.
“Dia sudah membuat adik kamu meninggal dan dia hidup senang,” ucap mamanya.
“Yang aku tahu aku hanya punya adik cuman Ani tidak ada yang lain.”
“Dia bunuh kembaran dia!” ucap Mamanya.
“Bagaimana mungkin dia melakukan itu Ma!”
“Distan dia yang membuat adik kamu mati saat Mama melahirkan mereka.”
Distan yang mengerti kemana arah bicara Mamanya itupun jadi merasa kasian sama
Ani ini sebabnya Mamanya begitu benci
sama Ani.
“Ma, Ani gak bunuh adik aku tapi emang udah takdir yang sudah mengatur. Jadi Mama
berhenti menyalahkan Ani. Cobala Mama sayangi dia seberapa menderitanya dia
Lalu dia pergi begitu saja menuju kamarnya meninggalkan Mamanya yang begitu marah.
Mama Distan menyusul Distan ke kamarnya dengan amarah yang menggebu- gebu.
“Distan pokoknya Mama gak mau tahu, kamu harus jauh- jauh dengan anak sialan itu!”
titah mamanya.
“Dan Distan tidak akan pernah melakukan apa yang mama perintahkan itu,” jawab Distan
tak kala tegas.
“Kalau kamu gak mau! Semua fasilitas dan uang saku kamu gak akan mama kasih.”
“Tidak perlu olehku itu, kalau mama mau ambil semua silahkan! Distan tidak masalah
akan semuanya. Distan akan berkerja dan mencari uang sendiri seperti apa yang
di lakukan Ani 18 tahun ini! Dan dia baik- baik saja tidak mendapatkan sepersen
uang dari orang tuanya,” balas Distan denga tegas pada mamanya.
“Kamu jangan membangkang Distan! Mama gak suka kamu membangkang seperti itu.”
“Dan Distan tidak suka di suruh menjauhi Ani adik kandung Distan sendiri yang
menderita oleh keluarga dan orang tuanya sendiri.”
__ADS_1
“Kamu!”... ucapan mamanya Distan terpotong saat Distan masuk ke kamar mandi.
Mama Distan sangat marah sekali saat ini saat
anaknya ikut membangkang membelah anak sialan itu, awas saja kau anak sialan
akan ku bikin kau lebih menderita lagi.
Klek...
distan keluar dari kamar mandi dengan pakaian rapi dan ia masih melihat mamanya
yang menunggu di atas sofa di kamarnya itu.
“Mau kemana kamu?” tanya Mamanya.
“Mau cari kerja!” jawab Distan.
“Siapa yang menyuruh kamu kerja?”
“Aku ingin berkerja dan bisa memberikan Ani uang dan segalanya.”
“Kamu jangan coba- coba keluar dari rumah ini!”
“Maaf tapi aku tidak bisa Ma.”
Lalu Distan keluar dari kamarnya dan di ikuti oleh mamanya samapi di depan pintu,
mamanya melihat anaknya yang membangkang perkataannya hanya demi membela anak
sialan itu. dia kan buat anak sialan itu lebih menderita.
Distan sangat marah pada mamanya saat ini bisa – bisanya mamanya ngomong seperti itu
kepada darah dagingnya sendiri apa mamanya taka punya hati sedikitpun. Dia tak
tahu bagaimana penderitaan yang di rasakan oleh adiknya itu, bagaimana adiknya
yang selama ini di perlakukan oleh kedua orang tuanya. Distan menyesal pernah menikmati kemegahan dan harta orang tuanya namun tak pernah dengan Ani. Rasanya dia ingin menangis saat ini.
Dia harus mencari pekerjaan dan bisa
memberikannya pada Ani adiknya itu, ia akan berikan semuanya untuk adiknya itu.
Hari sudah makin sore Ani yang tepar dari siang tadi pun terbangun dari tidurnya ,
ia merasakan berat pada perutnya lalu ia melirik terdapat tangan yang bertengger diatas sana. Dia memperhatikan ke samping suaminya yang tertidur pulas di sana.
Dia memandangin wajah suaminya yang sudah mulai di tumbuhi rambut- rambut
harus dengan jahilnya dia menarik rambut
itu. karena suaminya tak terganggu sedikitpun Ani pun membuka kelopak mata
suaminya yang tertutup itu lalu dia tiup- tiup sehingga Dirga terbangun dari tidurnya.
“kamu mau menggoda Mas! Sayang?”bisik Dirga.
“Gak siapa juga yang mau menggoda Mas.”
“Masa gak ,tu lihat baju kamu yang di kenakan.....dan ini itu sangat kenyal menempel
di dada Mas.”
__ADS_1
Ani yang sadar maksud suaminya langsung menjitak dahi suaminya.” Dasar suami mesum.”
Dirga hanya tertawa ....