MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Hari pertama Distan


__ADS_3

Pagi hari telah tiba Distan mau berangkat ke sekolah


dan begitu juga Ani yang sudah turun bersama  suaminya Dirga. Mereka menuju ruang makan untuk sarapan pagi ini, Distan


duluan samapi di meja makan, hanya memperhatikan   ke dua  orang yang di mabuk cinta itu.


Ani yang dari tadi di peluk erat oleh  suami itu hanya bisa membiarkan saja  pagi- pagi suaminya itu sudah manja tak


karuan gitu, padahal dia juga harus berangkat ke sekolah lagi. Namun Ani tak


bisa apa- apa dengan kelakuan suaminya tersebut.


“Masih pagi dek, jangan nodai ini mata  kakak.”


“Kamu cemburu, lagian  gak ada yang marah kan. Dia sudah jadi istri


saya, jadi tak peduli di mana tempat saya.”


“Iya lah, kalau begitu lain kali tahu tempat dong ,


orang tahu bangat gue jomblo.”


“Makanya cepat cari pacar.”


‘Emang cari pacar segampang ceri bunga di pasaran.”


“Ya gak juga kakak,” saut Ani.


Akhirnya mereka berhenti ribut, dan duduk di meja


makan untuk sarapan pagi ini Distan menikmati sarapan paginya dengan tenang,


dia juga harus cepat berangkat hari ini. sedang Ani asyik menyuapi suami manja


dia yang tak karuan itu.


“Adik, kamu berangkat sama kakak?” tanya Distan.


“Baik kakak, aku berangkat sama kakak aja, mas Dirga


juga gak bisa mas dia juga harus datang pagi kak.”


“Gak bisa, kamu mas yang ngantar hari ini, mas gak


sibuk bangat hari ini kok.”


“Tapi mas, aku bisa pergi sama kakak Distan.”


“Gak! Aku gak izinkan kamu sayang, hari ini kamu


harus pergi sama mas.”


“Iya udah kalau begitu mas, biar aku berangkat sama


mas saja.”


“Kak, aku berangkat bersama mas Dirga saja kaka. Kakak


berangkat naik apa?” tanya Ani.


“Kakak udah di jemput Rendy di depan dek.”


“Kenapa gak di suruh masuk kakak Rendy kak? Kan dia


bisa ikut sarapan sama kita. Aku tahu bangat itu kakak Rendy gak bisa sarapan


pagi.


Lalu Ani berdiri  menuju lemari tempat menyimpan tempat bekal dia mengambil salah satu


dari sana dengan ukuran kecil,  kemudian


dia kembali ke meja makan  dan memasukan bekal


ke dalam kontak tersebut kontak itu penuh dengan makan, sayuran di sana dan ada


juga buah.

__ADS_1


“Kak, bawain ini untuk kakak Rendy dia pasti belum


makan kakak.”


“Iya dik, sini biar kakak bawah kan,” ujar Distan


sambil mengambil bekal di tangan Ani itu.


“Baik kakak , sampaikan salam aku sama kakak Rendy,


bilang sarapan itu harus di habiskan ya kak.”


“Oke dik, sini kakak bawa,”  lalu Distan  mendekat ke Ani  dan mencium pipi adiknya.


Sedangkan Dirga sudah terlihat kesal sekali melihat


istrinya begitu perhatian ke bocah tengil itu. dia harus menghukum Ani saat


ini.


“Mas kenapa sudah siapa aja?” tanya Ani.


“Mas gak nafsu makan lagi,”  saut Dirga.


“Kenapa mas, jadi kesal begitu?”


“Kamu pikir aja sayang, kamu pasti tahu apa jawaban


apa yang membuat suamimu ini seperti ini.”


“Mas kesal karena aku menyiapkan bekal untuk Kak


Rendy?”


“Iya , kamu kenapa juga siapin bekal untuk dia?”


“Ya aku tahu mas, kak Rendy itu gak bisa makan pagi-


pagi begini, jadi aku selalu siapkan dia bekal.”


“Iya,( angguk- angguk Ani).


“Ini yang terakhir sayang, jangan pernah lagi kamu


seperti itu. atau kamu mau dia akan mas lenyapkan di muka bumi ini.”


“Iya mas, jangan begitu membenci kakaK Rendy mas.”


“Kamu  hari


ini gak usah berangkat ke sekolah sebagai hukuman kamu bikin mas kesal. Dan sekarang


kamu harus ikut bersama mas ke kantor.”


“Tapi mas, aku gak bisa mas, besok aku akan


ujian  mas.”


“Mas gak peduli sayang, yang penting  hari ini kamu ikut dengan mas ke kantor!.”


“Iya mas, kalau begitu aku ganti baju dulu,” jawab


Ani dengan menurut.


Ani menaiki tangga untuk menuju kamarnya dengan


gerutu di dalam hatinya


Punya suaminya kayak begitu amat , begini gak boleh


begitu juga gak boleh. Sungguh sangat mengesalkan di pagi yang cerah dirinya


itu. dia masuk ke dalam Kamar segera mengganti bajunya, namun terlintas di


benak untuk mengerjai Dirga . dia memakai baju yang menampakkan bahunya dan paha


polos miliknya itu.

__ADS_1


Dirga yang memperhatikan istrinya yang menuruni


tangga dengan pakaian yang hampir memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya, dia


yang melihat itu saja  jiwa laki- lakinya


bangkit ingin sekali dia menghabisi waktu berdua dengan istrinya saat ini juga.


Ani yang melihat sorotan tajam suaminya itu mala


tersenyum senang dia bisa membuat Dirga tak berkutik.


“Ayo mas kita berangkat ke kantor mas,” ajak Ani.


“Sayang apa kamu tak punya pakaian selain ini! kamu


tahi gak seperti itu sama saja kamu membiarkan  tubuh  kamu di lihat pria lain.”


“GaK kok mas, aku hanya ingin makai pakaian ini.”


“Tapi sayang  lihat seluruh lekuk tubuh kamu dan terbuka begitu  di lihatin orang banyak sayang, cukup mas


yang lihat. Dan itu hak mas, jadi jangan bagikan ke orang lain.”


“Pokoknya mas mau kamu ganti sekarang?”


“Gak bisa mas, keburu siang mas.”


Dirga hanya menghela nafas saja saat istrinya itu


tak mau mengganti pakaian tersebut.


Dengan cepat dia membungkuk dan mengangkat Ani  menaiki tangga dan masuk ke kamar. Dirga


meletakkan Ani di atas ranjang itu, lalu dengan cepat dia menarik baju istrinya


itu hingga robek. Terlihat tubuh polos istrinya itu hanya di tutupi dengan


kalian segi tiga saja.


Dirga yang melihat menelan ludah saat itu, dia tak


bisa membiarkan begitu saja. Dia menindih istrinya itu lalu kemudian dia mulai


aksinya di atas tubuh istrinya  tersebut.


Dia tak rela ada yang melihat tubuh istrinya itu.


Setelah dia menjalankannya aksinya Dirga mulai bangkit


dari atas tubuh istrinya tersebut.


“Ahhh.... mas kenapa sebanyak ini merah – merahnya  si! Terus aku harus pakai baju tertutup  dong hari ini,” protes Ani kepada suaminya


itu.


“Itu hukuman kamu sayang sudah tidak mau menuruti


ucapan mas sayang.”


“Kan gak gini juga mas, kan ada lain juga.”


“serius kamu mau yang lain?” tanya Dirga.


“iya,” jawab Ani yang membuat Dirga tersenyum jahil.


“Baik sayang, kalau itu yang kamu minta dengan


senang hati mas akan memberikannya sayang.”


Hingga terjadi pergulatan panas di pagi itu diantara


dua sejoli yang sedang memadu kasih.


“Sayang makasih ya, sudah menambah semangat mas


pagi-pagi ini, semoga bisa hadir di sini ya sayang ,” ujar Dirga  sambil mengelus perut rata istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2