
Sesampainya Dirga di rumah dia lekas menemui istrinya yang saat ini berada di kamar mereka. Dirga mendekati" sayang untuk kebahagiaan hari ke depan mungkin kamu tidak bisa terlebih dahulu untuk pergi ke kampus karena aku khawatir ada serangan lebih menakutkan Aku tidak mau kamu terjadi apa-apa. Untuk itu aku harap kamu mengerti dengan keputusan aku untuk beberapa hari ke depan kamu harus off dulu kuliahnya dan kamu bisa mempelajarinya nanti biarkan aku yang ngajarin pelajaran kamu itu aku mengerti apa yang akan kamu pelajari itu dia ditanyakan ke aku"
" Kenapa begitu Mas aku Kan pengennya pergi ke kuliah aku malas Di rumah Bosan sekali?"
__ADS_1
" Sayang saat ini kamu itu lagi diincar aku nggak mau terjadi apa-apa sama kamu jadi untuk saat ini kamu masih dengerin aku ya Aku nggak suka istri aku melawan. Jadi aku harap kamu dengan keputusan aku saat ini kamu mengerti ini demi kebaikan kamu juga aku nggak mau kamu itu terluka aku nggak mau terjadi itu padahal kamu sayang"
" Baiklah Mas kalau begitu aku ikutin tapi aku tidak mau terlalu lama ya untuk kuliah Takutnya nanti aku tidak mengerti dengan pelajaranku dan ketinggalan dari teman-temanku," Ani ungkap Ani.
__ADS_1
" aku usahakan ini tidak akan lama dan kamu juga tidak bosan ganti di sini dan semua pelajaran kamu nggak usah khawatirkan ada aku yang akan ngajarin kamu dengan senang hati dan ikhlas suamimu ini bisa diandalkan untuk kamu belajar."
" Wah kamu beruntung sekali ya dapat suami ke aku."
__ADS_1
" Iya Mas aku sangat beruntung sekali dapat suami saya kamu. "
Dirga mengejar Ani, kemudian dapat terus duduknya di samping istrinya lalu memeluk istrinya kemudian dengan cepat kilat dia tidur tidur di atas Maha istrinya lalu dia minta istrinya untuk mengurus rambutnya karena dia ingin tidur di pangkuan istrinya Ya tentu saja dilakukan oleh Ani. Akhirnya Dirga pun terlelap di posisi tidurnya diperbaiki oleh Dia sangat begitu menyayangi suaminya itu dengan perlahan-lahan dia mengelus wajah suaminya dan memandangi yang begitu tampan ternyata wajah yang dimiliki oleh suaminya itu dia tidak merasa rugi dan sangat nyaman sekali Jika sudah bersuaminya walaupun dulu dia hanya dipaksa menikah oleh ibunya. Saat ini dia begitu nyaman dan dia akan mengabadikan hidupnya bersama suaminya tidak ada satupun yang bisa mengalahkan suami namun di samping itu dia mengingat juga bagaimana kita orang tuanya yang telah memperlakukan dirinya sejak kecil hingga sekarang pun ya walaupun orang tuanya itu terlihat buruk berperilaku buruk kepada dirinya namun seorang anak tetap menginginkan orang tuanya baik-baik saja tapi apalah daya jika orang tuanya sendiri tidak pernah menganggap dirinya ada dan bahkan mereka ingin sekali menyiapkan dirinya. Sebenarnya apa yang ada di pikiran orang tuanya apa yang telah dia lakukan selama ini yang membuat orang tuanya itu ingin melenyapkan dirinya Padahal dia tidak melakukan apa-apa kepada kedua orang tuanya itu lalu Kenapa selalu saja dirinya menjadi target untuk pelampiasan dari segala kekecewaan kekalahan yang dialami oleh orang tuanya Apakah benar begitu ya.
__ADS_1