
“Iya suami kamu udah tua, Ani ntar di juga
belum punya anak malu dong sama yang lain.”
“Tau,...ah kak Rendy
bikin kesal aja.”
“Jangan dong, kan
sekarang hari happy kita semua. Lihat no banyak yang lihatin kita dari tadi.”
“ Iya kak, apa ada yang
aneh sama kita?” tanya Ani.
“Bukan dek, tapi mereka
itu sedang mengagumi ketampanan kita ,” ujar Rendy dengan pede.
“ ya kalau gitu, ma.”
Oke semua di harapkan
untuk menyaksikan perpisahan yang sedang kita adakan dan semua tamu undangan harap untuk duduk di tempat yang telah kami
sediakan. Sebentar lagi kita akan memulai acara perpisahan anak kelas 12.
Semua yang di
perintahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Dan acara pun di
mulai di buka oleh Pewarna.
“Selamat pagi semua pada hadirin, tamu undangan yang kami
hormati, siswa – siswi yang hadir
dan kami banggakan siswa- siswi kelas 12
belas yang akan melaksanakan perpisahan
hari ini. kami harapkan kepada semua siswa- siswi, tamu undangan dan seluruh
hadirin yang hadir untuk segera memasuki aula yang telah kami sediakan.
Dan saya Sinta Mardi
selaku Pewara pagi hari ini akan segera memulai acara perpisahan ini dengan lantunan
surah suci Alqur’an. Yang akan di bacakan oleh saudara/ saudari kita Ririn
Aulia dan Muhamad Ikhsan kepada meraka di persilahkan.”
Kedua orang tersebut berjalan menuju mimbar
__ADS_1
yang sudah di sediakan. Mereka mulai membaca ayat suci Alqur’an dengan lantunan
yang sangat merdu sekali. Bagi yang mendengarnya akan sangat menentramkan hati
dan jiwa sekali.”
“Terima kasih kepada
Ririn Aulia dan Muhamad Ikhsan yang sudah membacakan ayat suci alqur’an. Selanjutnya kita kan melanjutkan
kata sambutan dari kepala sekolah kita, kepada bapak Muhamad Rizal di
persilahkan.”
Skip cerita acara
perpisahan sudah hampir berakhir, banyak yang menangis, ada juga yang hanya
biasa saja akan perpisahan kali ini. ya seperti ketiga orang ini yang sangat
terharu. Ani menangis sejadi- jadinya mengingat dia akan berpisah jauh dengan
tiga orang yang selalu da di saat apapun. Dan meraka akan mulai pergi dan akan
lama waktu tak berjumpa membuat dia sedih. Takut dia akan di lupakan oleh
kakak- kakaknya itu.
“Udah dong dek, jangan
nangis lagi,” kata Aldo.
, kakak akan pergi ke Jerman terus siapa
lagi yang akan jagain aku?” ujarnya merajuk ke Aldo.
“Kamu jangan sedih ya,
kakak akan tetap memantau kamu, lindungi kamu kok, kakak juga akan sering- sering kabari kamu
kok. Jangan sedih lagi ntar jelek lo wajahnya,” bujuk Aldo pada adiknya itu.
“Kak Aldo gak bohong kan
sama aku, bakal sering hubungin aku?”
“Iya kakak akan janji
sama kamu.”
Ani memeluk Aldo seerat
nya dia tak mau jauh pergi. Sedangkan yang dua orang menatap adik manja itu
hanya geleng- geleng saja.
__ADS_1
“Kamu cuman mau meluk
Aldo aja dek, aku gak ni?” tanya Rendy ke Ani.
“Kak Rendy,” ucap Ani
sambil merenggangkan pelukannya dengan Aldo dan berhamburan ke pelukan Rendy. Rendy
sigap menangkapnya, dan memeluk Ani dengan penuh ke kehangatan.
“Kak Rendy, nanti
jangan lupa kabari Ani di sini,” ujarnya.
“Gak bakal kok. Kakak akan
sering kasih kabar kok, dan libur semester kaka juga pulang menemui kamu.”
“Janji ya kakak?”
“Iya kakak janji kok.”
“ Sekarang kita ke
tempat mama dan papa kakak yuk,” ajak
Rendy.
“Mama, Papa, Ani kangen
....,” teriak Ani sambil berlarian ke orang tua Rendy.
Rendy yang melihat
hanya tersenyum dia tahu bangat
bagaimana Ani dengan orang tuanya sangat dekat sekali jadi wajar jika mereka
seperti itu.
“Anak Mama cantik
bangat hari ini,” kata Mama Aulia.
“Iya mama, mama juga
cantik sekali hari ni.”
“Iya dong Mama siapa
dulu dong,” saut Rendy.
“Mama aku kakak,”
protes Ani.
__ADS_1
“Iya mama kamu untuk
saat ini,” balas Rendy pasrah.