MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Ibu Siapa


__ADS_3

 “Iya suami kamu udah tua, Ani ntar di juga


belum punya anak malu dong sama yang lain.”


“Tau,...ah kak Rendy


bikin kesal aja.”


“Jangan dong, kan


sekarang hari happy kita semua. Lihat no banyak yang lihatin kita dari tadi.”


“ Iya kak, apa ada yang


aneh sama  kita?” tanya Ani.


“Bukan dek, tapi mereka


itu sedang mengagumi ketampanan kita ,” ujar Rendy dengan pede.


“ ya kalau gitu, ma.”


Oke semua di harapkan


untuk menyaksikan perpisahan yang sedang kita adakan  dan semua tamu undangan  harap untuk duduk di tempat yang telah kami


sediakan. Sebentar lagi kita akan memulai acara perpisahan anak kelas 12.


Semua yang di


perintahkan untuk duduk di tempat yang sudah di sediakan. Dan acara pun di


mulai  di buka oleh Pewarna.


“Selamat pagi  semua pada hadirin, tamu undangan yang kami


hormati, siswa – siswi  yang hadir


dan  kami banggakan siswa- siswi kelas 12


belas yang  akan melaksanakan perpisahan


hari ini. kami harapkan kepada semua siswa- siswi, tamu undangan dan seluruh


hadirin yang hadir untuk segera memasuki aula yang telah kami sediakan.


Dan saya Sinta Mardi


selaku Pewara pagi hari ini akan segera memulai acara perpisahan ini dengan lantunan


surah suci Alqur’an. Yang akan di bacakan oleh saudara/ saudari kita Ririn


Aulia dan Muhamad Ikhsan kepada meraka di persilahkan.”


 Kedua orang tersebut berjalan menuju mimbar

__ADS_1


yang sudah di sediakan. Mereka mulai membaca ayat suci Alqur’an dengan lantunan


yang sangat merdu sekali. Bagi yang mendengarnya akan sangat menentramkan hati


dan jiwa sekali.”


“Terima kasih kepada


Ririn Aulia dan Muhamad Ikhsan yang sudah membacakan ayat  suci alqur’an. Selanjutnya kita kan melanjutkan


kata sambutan dari kepala sekolah kita, kepada bapak Muhamad Rizal di


persilahkan.”


Skip cerita acara


perpisahan sudah hampir berakhir, banyak yang menangis, ada juga yang hanya


biasa saja akan perpisahan kali ini. ya seperti ketiga orang ini yang sangat


terharu. Ani menangis sejadi- jadinya mengingat dia akan berpisah jauh dengan


tiga orang yang selalu da di saat apapun. Dan meraka akan mulai pergi dan akan


lama waktu tak berjumpa membuat dia sedih. Takut dia akan di lupakan oleh


kakak- kakaknya itu.


“Udah dong dek, jangan


nangis lagi,” kata Aldo.


, kakak akan pergi  ke Jerman terus siapa


lagi yang akan jagain aku?” ujarnya merajuk ke Aldo.


“Kamu jangan sedih ya,


kakak akan tetap memantau kamu, lindungi kamu kok,  kakak juga akan sering- sering kabari kamu


kok. Jangan sedih lagi ntar jelek lo wajahnya,” bujuk Aldo pada adiknya itu.


“Kak Aldo gak bohong kan


sama aku, bakal sering hubungin aku?”


“Iya kakak akan janji


sama kamu.”


Ani memeluk Aldo seerat


nya dia tak mau jauh pergi. Sedangkan yang dua orang menatap adik manja itu


hanya geleng- geleng saja.

__ADS_1


“Kamu cuman mau meluk


Aldo aja dek, aku gak ni?” tanya Rendy ke Ani.


“Kak Rendy,” ucap Ani


sambil merenggangkan pelukannya dengan Aldo dan berhamburan ke pelukan Rendy. Rendy


sigap menangkapnya, dan memeluk Ani dengan penuh ke kehangatan.


“Kak Rendy, nanti


jangan lupa kabari Ani di sini,” ujarnya.


“Gak bakal kok. Kakak akan


sering kasih kabar kok, dan libur semester kaka juga pulang  menemui kamu.”


“Janji ya kakak?”


“Iya kakak janji kok.”


“ Sekarang kita ke


tempat mama dan papa kakak yuk,”  ajak


Rendy.


“Mama, Papa, Ani kangen


....,” teriak Ani sambil berlarian ke orang tua Rendy.


Rendy yang melihat


hanya tersenyum dia  tahu bangat


bagaimana Ani dengan orang tuanya sangat dekat sekali jadi wajar jika mereka


seperti itu.


“Anak Mama cantik


bangat hari ini,” kata Mama Aulia.


“Iya mama, mama juga


cantik sekali hari ni.”


“Iya dong Mama siapa


dulu dong,” saut Rendy.


“Mama aku kakak,”


protes Ani.

__ADS_1


“Iya mama kamu untuk


saat ini,” balas Rendy pasrah.


__ADS_2