
Ani yang ke luar dari kantor
suaminya dengan berurai air mata , walau suaminya mengejar dirinya tak
menghiraukan sama sekali. Dia berjalan secapet mungkin lalu menaiki taksi yang
ke betulan lewat. Dia menyuruh supir taksi untuk mengantar dirinya ke salah
satu tempat yang lumayan jauh dari tempat dirinya tinggal. Diam – diam dirinya juga membeli sebuah rumah
kecil dari uang yang di kasih suaminya itu. sekarang dirinya menuju kesana.
Mengengingat suaminya itu memeluk wanita lain
dengan mudahnya. Dia sangat marah dan benci sekali pantas dirinya selalu di
cuekin dan di bentak ole Dirga ternyata dirinya selingku di belakangnnya. Ingin
rasanya dia menghajar suaminya itu ,
tetapi dia tak berdaya saata apa yang di lihatnya dengan matanya sendiri.
Akhirnya dirinya samapi di ruma kecil
tersebut. Dirinya segera masuk ke dalam rumah itu setelah pintu terbuka dan ia
kunci dari dalam Ani menangis sekencang – kencangnya sambil memegangi dadanya
yang sakit saat ini. rasa cemburu tak
rela dia rasakan saat ini. melihat sang suami dengan mudah memeluk wanita lain.
Dirga yang mencoba menghubungi nomor istrinya
itu berkali- kali tak satupun panggilannya di respon oleh istrinya itu. rasa
khawatir akan istrinya itu akan terjadi apa- apa yang tidak di inginkan. Dirga
begitu panik saat ini mencari keberadaan istrinya itu. dia yakin Ani salah paham dengan apa yang dia lihat tadi.
Yaren memang tidak datang di waktu pernikahan
dirinya bersama Ani saat itu, Yaren sedang melanjutkan studynya di Amerika. Dia
sangat cemas kemana istrinya itu pergi. Dia tidak mungkin menghubungi mama dan
papa dari Ani saat ini.
Akhirnya Dirga menghubungi Distan.
“Hallo Distan kamu sama Ani gak?” tanya dia.
“Gak aku lagi di kelas ini?
emang ada apa ?”
“Ani datang ke kantor tadi dan
terjadi salah paham antara aku dan Ani . sekarang aku gak tahu cari Ani
kemana?” tutur Dirga.
“Oke kami akan ikut cari Ani, yang penting kamu tenang dulu. Kita cari
sama- sama.”
Sambungan telpon terpurus Dirga dengan cepat
menelusuri perjalan pulang mungkin saja istrinya itu pulang ke rumah.
“Kenapa bro?” tanya Aldo.
“Ani pergi kerena salah paham
ama suaminya!” ujar Distan.
“Terus Ani sekarang di mana?”
“Itu masalahnya si Ani gak tahu
di mana dia dia lagi berada di mana
sekarang.”
“Tenang aja gue tahu kok,
kenama si sayang gue pergi,” saut Rendy.
“Dimana dia?” tanya Distan.
“Dia pasti di rumah yang dia
beli diam- diam belakang suaminya,” kata Rendy.
“Dimana lo tahu ?” tanya Aldo.
__ADS_1
“Waktu itu dia kepergok sama
gue ke temu sama pemilik rumah yang di
jual itu. awalnya si gue lihat dia terus ue ikutin dan kepergok sama gue,” jelas Rendy.
Kalau gitu gue kasih tahu suaminya dulu....
shut....
“Jangan dulu biarin dia
tenangin otak di sana dulu, dan sedikit ngerjain suami dia yang posesiv tingkat
dewa it,” celetuk Rendy.
“Benar bangat ide lu, sekarang
kita kesana semua tapi. Kita jangan ada yang angkat telpon dari om- om cemburuan itu.
Sekarang mereka bertiga sudah berangkat menuju
rumah sang adik kecil itu yang lagi salah paham ama suami, maklum masih
remaja masih pinplan. Jarak sekolah ke rumah ani itu satu jam selama itu lah mareka menempuh perjalan.
Hingga mereka sampai di rumah minimalis yang canti itu.
Mereka segera mengetok- ngetok pintu hingga
pintu terbuka munculla Ani yang sudah seperti kenak sentrum.
“Kakak, kok bisa tahu aku di
sini?” tanya Ani.
“Si ember yang kasih tahu.”
“Si ember maksudnya?” ucap Ani dengan bingung.
“SiRedy ya kasih tahu dek.”
“oww..”
Lalu mereka masuk ke dalam dan melihat- lihat
rumah Ani yang lumayan cukup bagus.
“Ani boleh gak kakak tinggal di sini?” tanya Distan pada Ani.
tanya dia.
“Kalau boleh mau.”
“Ya boleh kakak.”
“Oke besok kakak tinggal di
sini ya.”
“Emang boleh sama ortu kakak?”
tanya Ani.
“Itu gak perlu di bahas lagi,
sakit kepala kakak lihat mereka berdua.”
“ kamu kenapa kanyak orang di
sentrum lidtrik aja, acak- acakan gitu?” tanya Aldo.
“ gak kenapa- kenapa.”
“gak kenapa- kenapa bagaimana,
suami kamu itu nyarin kamu sana.”
“Biarin aja dia selingkuh di belakang aku kakak.”
“kurang ajar itu si Dirga,”
umpat si Distan.
“Tunggu dulu bro, kata si om-
om posesiv tadi si sayang gue salah
paham ana dia.”
“ salah paham bagaimana kakak ,
dia enak aja meluk wanita cantik, sexxy di depan mata aku sendiri saat datang
ke kantornya.”
__ADS_1
“Ya kita kan juga belum
tahu wanita itu siapa, masak main tuduh
aja.”
“Tapi .... aku kesal dan marah
sama dia, seenak jidad dia aja meluk – meluk wanita.”
“ kamu cemburu ya?” goda Rendy.
“Iya jelas lah, mana ada
istri yang mau suaminy di peluk – peluk
wanita lain.”
Akhirnya mereka bisa membujuk sang adik agar
menyelasaikan masalahnya nanti, sekarang mereka sudah kelaparan perut mereka
meronta- ronta minta di isi akhirnya
merekan goo food aja untuk hari ini.
Hari sudah sore mereka sudah sangat mengantuk
sekali sehabis main game online, rendy,sama Aldo sudah kasih kabar sama orang
tua mereka kalau pulang agak terlambat. Selesai itu mereka tidur di kamar. Ani
juga pergi tidur di kamar dirinya.
Hari semakin gelap sang istri juga belum
bertemu dan distan , dan bocah- bocah tengil itu juga tak bisa di hubungi sama
sekali. Kemana mereka, Dirga terus mencari kemana istrinya itu hari sudah mulai
malam akhirnya. Sekarang mereka segera
pulang ke rumah terlebih dahulu mengantarkan Ani pulang. Saat ini Ani di
bonceng oleh Rendy sebab suaminya sangat
cemburu sekali jika Ani berdekatan dengan Rendy. Akhirnya mereka menempuh
perjalan selama 1 jam lebih hingga
sampai di depan rumah milik Ani dan suaminya itu.
Rendy yang tingkat ke jahilan dia yang super dengan
sengaja menggas motornya di depan teras
rumah Ani supaya sang om-om cemburuan ke luar dari dalam. Dan benar saja apa
yang di pikirkan .
Dirga yang melihat bocah tengil
itu di atas motor dan di belakangnya istrinya langsung menghampirinya.
“Kamu ngapain dekat- dekat istri saya?” ujar Dirga tegas.
“Emang situ aja yang boleh
dekat – dekat ama sayangnya aku .”
“Gak boleh siapapun itu.”
“Tapi sayang itu tidak berlaku
untuk diriku om- om posesive.”
“kamu ya, cepat pulang dari
rumah saya.”
“Idih jangan marah- marah dong
om, ak mau ngantar sayang saya ke dalam dulu baru pergi.”
“Kamu...”Dirga menoyor kepala
Rendy.
“Cemburuan amat si om, sakit
ini kepala saya.”
“ terserah,”
“Bukan makasih, mala kepala gue
__ADS_1
yang di toyor. Lihat aja nanti gak gue kasih tahu jika sayang gue itu pergi,” cecarnya.