MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Sakit Rasanya


__ADS_3

Ani yang ke luar dari kantor


suaminya dengan berurai air mata , walau suaminya mengejar dirinya tak


menghiraukan sama sekali. Dia berjalan secapet mungkin lalu menaiki taksi yang


ke betulan  lewat. Dia menyuruh  supir taksi untuk mengantar dirinya ke salah


satu tempat yang lumayan jauh dari  tempat dirinya tinggal. Diam – diam dirinya juga membeli sebuah rumah


kecil dari uang yang di kasih suaminya itu. sekarang dirinya menuju kesana.


 Mengengingat suaminya itu memeluk wanita lain


dengan mudahnya. Dia sangat marah dan benci sekali pantas dirinya selalu di


cuekin dan di bentak ole Dirga ternyata dirinya selingku di belakangnnya. Ingin


rasanya dia menghajar suaminya itu  ,


tetapi dia tak berdaya saata apa yang di lihatnya dengan matanya sendiri.


 Akhirnya dirinya samapi di ruma kecil


tersebut. Dirinya segera masuk ke dalam rumah itu setelah pintu terbuka dan ia


kunci dari dalam Ani menangis sekencang – kencangnya sambil memegangi dadanya


yang sakit  saat ini. rasa cemburu tak


rela dia rasakan saat ini. melihat sang suami  dengan mudah memeluk wanita lain.


 Dirga yang mencoba menghubungi nomor istrinya


itu berkali- kali tak satupun panggilannya di respon oleh istrinya itu. rasa


khawatir akan istrinya itu akan terjadi apa- apa yang tidak di inginkan. Dirga


begitu panik saat ini mencari keberadaan istrinya itu. dia yakin Ani  salah paham dengan apa  yang dia lihat tadi.


 Yaren memang tidak datang di waktu pernikahan


dirinya bersama Ani saat itu, Yaren sedang melanjutkan studynya di Amerika. Dia


sangat cemas kemana istrinya itu pergi. Dia tidak mungkin menghubungi mama dan


papa dari Ani  saat ini.


 Akhirnya Dirga menghubungi Distan.


“Hallo Distan kamu  sama Ani gak?” tanya dia.


“Gak aku lagi di kelas ini?


emang ada apa ?”


“Ani datang ke kantor tadi dan


terjadi salah paham antara aku dan Ani . sekarang aku gak tahu cari Ani


kemana?” tutur Dirga.


“Oke kami  akan ikut cari  Ani, yang penting kamu tenang dulu. Kita cari


sama- sama.”


 Sambungan telpon terpurus Dirga dengan cepat


menelusuri perjalan pulang mungkin saja istrinya itu pulang ke rumah.


“Kenapa bro?” tanya Aldo.


“Ani pergi kerena salah paham


ama suaminya!” ujar Distan.


“Terus Ani sekarang di mana?”


“Itu masalahnya si Ani gak tahu


di mana dia  dia lagi berada di mana


sekarang.”


“Tenang aja gue tahu kok,


kenama si sayang gue pergi,” saut Rendy.


“Dimana dia?” tanya Distan.


“Dia pasti di rumah yang dia


beli diam- diam belakang suaminya,” kata  Rendy.


“Dimana lo tahu ?” tanya  Aldo.

__ADS_1


“Waktu itu dia kepergok sama


gue  ke temu sama pemilik rumah yang di


jual itu. awalnya si gue lihat dia terus ue ikutin  dan kepergok sama gue,” jelas Rendy.


 Kalau gitu gue kasih tahu suaminya dulu....


shut....


“Jangan dulu biarin dia


tenangin otak di sana dulu, dan sedikit ngerjain suami dia yang posesiv tingkat


dewa it,” celetuk Rendy.


“Benar bangat ide lu, sekarang


kita kesana semua tapi. Kita jangan ada yang angkat telpon dari om- om  cemburuan itu.


 Sekarang mereka bertiga sudah berangkat menuju


rumah sang adik kecil itu yang lagi salah paham ama suami, maklum masih


remaja  masih pinplan. Jarak  sekolah  ke rumah ani itu satu jam selama itu lah mareka menempuh perjalan.


Hingga mereka sampai di rumah minimalis yang canti itu.


 Mereka segera mengetok- ngetok pintu hingga


pintu terbuka munculla Ani yang sudah seperti  kenak sentrum.


“Kakak, kok bisa tahu aku di


sini?” tanya Ani.


“Si ember yang kasih tahu.”


“Si ember maksudnya?”   ucap  Ani dengan bingung.


“SiRedy ya kasih tahu dek.”


“oww..”


 Lalu mereka  masuk  ke dalam dan melihat- lihat


rumah Ani yang lumayan cukup bagus.


“Ani boleh gak  kakak tinggal di sini?” tanya  Distan pada Ani.


tanya dia.


“Kalau boleh mau.”


“Ya boleh kakak.”


“Oke besok kakak tinggal di


sini ya.”


“Emang boleh sama ortu kakak?”


tanya Ani.


“Itu gak perlu di bahas lagi,


sakit kepala kakak lihat mereka berdua.”


“ kamu kenapa kanyak orang di


sentrum lidtrik aja, acak- acakan gitu?” tanya Aldo.


“ gak kenapa- kenapa.”


“gak kenapa- kenapa bagaimana,


suami kamu itu nyarin kamu sana.”


“Biarin aja  dia selingkuh di belakang aku kakak.”


“kurang ajar itu si Dirga,”


umpat si Distan.


“Tunggu dulu bro, kata si om-


om posesiv tadi  si sayang gue salah


paham ana dia.”


“ salah paham bagaimana kakak ,


dia enak aja meluk wanita cantik, sexxy di depan mata aku sendiri saat datang


ke kantornya.”

__ADS_1


“Ya kita kan juga belum


tahu  wanita itu siapa, masak main tuduh


aja.”


“Tapi .... aku kesal dan marah


sama dia, seenak jidad dia aja meluk – meluk wanita.”


 “ kamu cemburu ya?” goda Rendy.


“Iya jelas lah, mana ada


istri  yang mau suaminy di peluk – peluk


wanita lain.”


 Akhirnya mereka bisa membujuk sang adik agar


menyelasaikan masalahnya nanti, sekarang mereka sudah kelaparan perut mereka


meronta- ronta minta di isi  akhirnya


merekan goo food aja untuk hari ini.


 Hari sudah sore mereka sudah sangat mengantuk


sekali sehabis main game online, rendy,sama Aldo sudah kasih kabar sama orang


tua mereka kalau pulang agak terlambat. Selesai itu mereka tidur di kamar. Ani


juga pergi tidur di kamar dirinya.


 Hari semakin gelap sang istri juga belum


bertemu dan distan , dan bocah- bocah tengil itu juga tak bisa di hubungi sama


sekali. Kemana mereka, Dirga terus mencari kemana istrinya itu hari sudah mulai


malam akhirnya.  Sekarang mereka segera


pulang ke rumah terlebih dahulu mengantarkan Ani pulang. Saat ini Ani di


bonceng oleh Rendy  sebab suaminya sangat


cemburu sekali jika Ani berdekatan dengan Rendy. Akhirnya mereka menempuh


perjalan selama  1 jam lebih hingga


sampai di depan rumah milik Ani dan suaminya itu.


Rendy  yang tingkat ke jahilan dia yang super dengan


sengaja menggas motornya di depan  teras


rumah Ani supaya sang om-om cemburuan ke luar dari dalam. Dan benar saja apa


yang di pikirkan .


Dirga yang melihat bocah tengil


itu di atas motor dan di belakangnya istrinya langsung menghampirinya.


“Kamu ngapain  dekat- dekat istri saya?” ujar Dirga tegas.


“Emang situ aja yang boleh


dekat – dekat ama sayangnya aku .”


“Gak boleh siapapun itu.”


“Tapi sayang itu tidak berlaku


untuk diriku om- om posesive.”


“kamu ya, cepat pulang dari


rumah saya.”


“Idih jangan marah- marah dong


om, ak mau ngantar sayang saya ke dalam dulu baru pergi.”


“Kamu...”Dirga menoyor kepala


Rendy.


“Cemburuan amat si om, sakit


ini kepala saya.”


“ terserah,”


“Bukan makasih, mala kepala gue

__ADS_1


yang di toyor. Lihat aja nanti gak gue kasih tahu jika  sayang gue itu pergi,” cecarnya.


__ADS_2