
Hari Ani pulang dari liburan tentu saja ia sangat senang sekali sudah menghabiskan waktu selama seminggu untuk refreshing bersama ke empat orang penting untuknya.
Semua barang yang mereka sudah masuk ke dalam Begasi mobil dan tentunya mereka tidak lupa mengabadikan potret potret mereka di sana.
Sebelum pulang dari Villa Ani membelikan sebuah hadiah untuk suaminya walau harganya tak seberapa namun terlihat elegan dan manis jika di pakai di tangan suaminya itu. walau kadang dia suka kesal sama suaminya yang sekarang terlewat manja pada dirinya tapi ia tetap sayang kok sama suaminya itu.
Dulu dia takut sekali sama suaminya itu berjalannya waktu Ani mencoba untuk menerima laki-laki yang di paksa nikah sama dia, jujur dia masih menginjak kelas 2 SMA sudah di paksa menikah dengan Dirga. Ini semua ulah ke dua orang tuanya itu sebegitu benci mereka terhadap dirinya.
Namun ia rela menerima dengan ikhlas apa yang sedang terjadi pada hidupnya tapi ia tak begitu murung saat itu ternyata sosok abang ,sahabat, saudara ada untuknya siapa lagi kalau bukan Aldo, Rendy, sebelum Distan kakak kandungannya itu peduli terhadap dirinya.
Sepenjang perjalan mereka tak berhenti untuk bercanda, tertawa, dan tentunya itu tak lupa di abadikan oleh Rendy. Karena sebentar lagi dirinya akan jauh dari mereka ia harus melanjutkan studinya di luar negeri.
Akhirnya mereka sampai juga di rumah Distan,Distan segera turun dan mengambil barang-barangnya di bantu Aldo.
“Kalian mau mampir dulu gak ?” ajak Distan.
__ADS_1
“Kalau di izinkan boleh!” ucap Rendy.
“Ya tentu boleh dong.”
“Baik lah,” mereka turun dari mobil termasuk dengan Ani, dia sedikit engan untuk masuk lagi ke dalam rumah itu namun dia terus di tarik oleh kakaknya untuk masuk ke dalam rumah itu dengan terpaksa dia ikut.
“Anak mama sudah pulang dari liburan,” sambut mama Distan dengan wajah ceria memeluk anaknya itu.
“Iya Ma.”
“Ma..Ma... jangan pernah bentak adik Distan, emang salah dia datang ke rumah dia sendiri!” ujar Distan.
“Mama gak sudah dia menginjakan kaki di sini, dia bukan siapa-siapa kita Distan. Kau pergi dari rumah ku,” usir mamanya itu.
“Kalau saya tidak mau bagaimana? Dan semestinya Anda yang angkat kaki dari rumah ini!” ketus Ani yang tak sabar di perlakukan seperti itu terus oleh mamanya itu.
__ADS_1
“Emang kau siapa? Yang bisa mengusirku dari sini!” bentak mamanya.
“Aku Ani Puspita! Istri dari Dirga Wijaya pebisnis nomor satu di Asia ini,” ungkap Ani dengan tenang menantang mamanya itu.
“Jangan mentang-mentang kau istri dia kau bangga! Ingat kau hanya jadi simpanan Dirga Wijaya saja selama ini. dia mempunyai wanita yang lebih cantik dari kau. Kau tidak akan pernah di lirik oleh dia, jadi jangan bermimpi kau.”
“Lalu apa masalahnya dengan Anda?”
“Tidak ada masalah dengan ku sedikitpun, dan aku malah senang kau hidup penuh penderitaan.”
Distan mendengar makian mamanya terhadap adiknya itu sangat geram dan ingin rasanya dia menampar mulut mamanya itu yang terlalu pedas saat berkata- kata. Aldo yang tak tega dengan adiknya dia melihat Ani hanya sok tegar itu kasihan lalu dia menghentikan peperangan mulut itu.
“Cukup Anda menghina adik saya! Dan Anda saya pastikan akan menyesal seumur hidup telah menyia-nyiakan adik saya,” ucap Aldo dengan emosi.
“Emang kau siapa?”
__ADS_1
“Saya orang yang menerima dia menjadi saudara saya! Tidak seperti Anda yang tak mengakui anak yang Anda lahirkan dari rahim Anda. Sungguh Anda orang tak punya hati semoga Anda menerima balasannya.”