
Pulang dari kerja Ani diantarkan oleh kakaknya itu (Aldo) sampai di halaman rumah milik keluarga itu.
"Ani turun dulu ya kakak,"ujar Ani.
"Baiklah hati -hati ya."
Aldo ikut turun ke dari mobil terus ia mengitari mobil untuk membukakan pintu mobil untuk adiknya itu.
"Terima kasih ya kakak."
"Iya sayang,"Aldo sambil memeluk dan mengusap kepala Ani.
"Ani masuk dulu ya kakak,"sambil
melambaikan telapak tangannya kepada Aldo.
Aldo pun melambaikan tangannya pada adiknya itu ,setelah Adiknya itu tak terlihat lagi Aldo pun segera meninggalkan pekarangan rumah tersebut.
Ani melangkahkan kakinya kedalam rumah menuju kamar miliknya dengan menenteng paper bag yang diberikan Aldo tadi.
Langkahnya terhenti ketika suara milik mama dia memanggil tapi bagaikan suara bom .
__ADS_1
"Hey kau anak tak berguna!"ucap mamanya itu.
Ani pun membalik badannya dan menoleh kepada Mamanya itu."Jika saya tak berguna bagaimana dengan anda berguna karena menjadi seorang ibu?"tanya balik Ani.
"Jika tidak ,maka tak perlu anda mempermalukan diri anda sendiri."
"Berani -beraninya kau!ucap Mama.
"Apa ? hmmmm... mau bilang apa lagi."
Ani segera pergi lagi -lagi terhenti ketika tangan ditarik Mamanya itu.
"Kau akan ku jodohkan."
"Apa .....!Di jodohkan ,hahahah anda gila mau menjodohkan aku emang hak anda apa pada diriku?"tanya Ani.
"Aku ....or....."
"Saya tak punya orang tua seperti anda ,kalau anda mau menjodohkan ....silahkan jodohkan saja putra anda atau anda sendiri."
plak...plak...bunyi tamparan di pipi Ani. Ani yang merasa sakit pada pipih sangat marah
__ADS_1
"Berani sekali tangan Anda memukul pipih saya?"
"Dasar orang tua tak berguna, pantaskah anda disebut orang tua."
"Ingat kedua orang tua saya sudah meninggal,jadi anda tak berhak menjodohkan saya.! ketus Ani tegas pada mamanya.
"Siapa bilang orang tua kau meninggal, aku ini orang tua mu."
"Iya orang tua tak bertanggung jawab, ehhh hanya sayang pada putranya saja tanpa ia tai kehidupan Putrinya," bentak Ani.
"Apa ini yang pantas dikatannya orang tua untuk Anda. Sungguh sangat jauh rasanya kalau menurut saya..! Aku hidup sendiri dengan jeri payahku , tapi kehidupan orang tuaku tak bertanggung jawab ini, hidup bergelimang kekayaan tapi, aku tak pernah dikasih sedikit apa lagi kasih sayang seperti anak orang lain. Sungguh malang aku ," oceh Ani.
Mamanya mendengar anaknya yang membangkang semakin marah.
"Pokoknya kau akan ku jodohkan."
dalam hari Ani sangat berbagai macam kalian yang ingin dia sampai di telinga kedua orang yang dia benci itu, seenak saja di bilang di jodohkan tidak akan dia biarkan itu terjadi padanya, sudah tak mengurus hidupnya di mana tanggung jawabnya sebagai orang tua juga gak ada. Tiba -tiba dirinya ini di jodohkan entah dengan siapa dengan seenak saja begitu.no..no... itu tindakan pernah terjadi dengan harapan mereka. dia harus mencari cara untuk bisa lepas dari perjodohan gila orang tua serakah ini.
kenapa tidak anak kesayangan dia saja yang di jodohkan. kenapa harus dia? dasar orang tak bersyukur atas semua yang di miliki.
kedua orang tua itu menatap dirinya dengan raja sekali, bagaikan pedang yang menusuk jantung namun hal itu sudah menjadi hal biasa bagi Ani, dia tak mempermasalahkan hal itu.
__ADS_1