MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
10 Bodyguard


__ADS_3

 Setelah suasana yang menegangkan itu terjadi


para  kariyawan yang melihat hanya hanya


menghembuskan nafas. Kalau tidak tentu saja mereka akan menyaksikan aksi  laki- laki itu dengan bos mereka yang di


kenal dengan  galak.


 Tapi apa yang mereka lihat saat ini jauh dari


dugaan. Ani yang menempel pada kakaknya itu di tarik oleh Dirga karena dirinya


diabaikan oleh istrinya itu, dia mala berjalan berdua dengan kakaknya itu.


dirga yang kesal menarik tangan istrinya


“Tega


kamu mesra- mesra sama laki- laki lain di depan suami sendiri.”


“Mas


jangan gitu dong wajahnya, lucu tahu gak,” sahut Ani yang mendengar dan melihat


wajah suaminya yang tak bersahabat sekali.


“Kamu


pikir bagaimana perasaanku saat ini, punya istri malah mesra sama laki- laki


lain,” tutur Dirga.


“Kok


mas bilang begitu, aku kan cuman sama kakak Dirtan doang  gak sama yang lain juga, kan kakak Dirtan


kakak aku mas.”


“Iya


yang sekarang siapa yang jadi suami kamu?”


“Ya


kamu mas, emang siapa lagi gak mungkin kak Dirtan.”


 Dirtan  yang mendengar pasangan ini berdebat hanya karena adiknya   menempel pada dirinya  si ganteng bahenong kata Ani itu mala


cemberut karean adik cantiknya itu.


“adik


ipar kenapa dengan wajah kamu masam sekali?” tanya Dirtan  sambil menjahili  adik iparnya yang posesif itu.


“kamu


bisa  pikir sendiri, mesra- mesra sama


istri orang!” tegas Dirga.


“Hahahaha....,


berarti cuman karena itu wajah kamu berubah seperti itu?” kata Dirtan.


“Menurut


kamua apa kakak ipar!” kata Dirga dengan menekan kata kakak ipar.


 Dirga hanya menggelengkan kepalanya saja


melihat pasangan ini, satu yang kelanjut manja satu terlalu posesif.


“Ya


sudah sebagai kakak ipar yang baik ini, ini ambil istri manja mu ini.”


Dirga


segera menarik istrinya ke samping dirinya sebelum kakak ipar seblengnya itu


berubah pikiran lagi.


“Sudah


senang hati kamu adik ipar?” ledek Dirtan.


“Yeah


seperti yang kamu lihat.”


Ani


yang  mendengar kakaknya serta suaminya


itu yang saling mengejek melerainya supaya berhenti


“Mas,


Kak Dirtan, sudah apa gak malu di lihatin orang  lain.”


“Emang


kamu gak? Di lihatin dari tadi juga ,” ledek bali Dirtan pada adiknya.


“Hehehe,

__ADS_1


sudah la kak.”


 Ani jadi diam krena kakaknya itu meledek


balik niat awalnya hanya untuk melerai mala dirinya yang kenak.


 Mereka masuk ke dalam mobil Dirga  dan mobil Dirtan di tinggal. Mereka menuju


bioskop untuk menonton kedua kakak beradik tersebut sangat antusias  berbeda dengan Dirga hanya terpaksa menuruti


apa   yang di mau istrinya itu.


Setelah


membeli tiket mereka segera masuk, saat ini Ani memilih deretan paling depan


untuk menyaksikan film ke sukaannya. Mereka duduk dan Ani di tengah dua pria


tampan itu.


Selama


film di putar Dirga hanya memperhatikan wajah cantik istrinya itu tanpa


berkedip sedikitpun, salah satu tangannya mulai untuk meraba  tangan Ani dengan lembut seperti ada sesuatu


yang di tahan oleh Dirga, namun sayang sekali Ani tak menyadari jika suaminya


itu sedang menahan sesuatu dalam dirinya.


“Sayang,


mari kita pulang yuk!” bisik Dirga pada istrinya.


“Nanggung


mas, nanti ya! Bentar lagi filmnya habis  kok, jadi kalau pulang sekarang gak bisa.”


“Ayo


lah sayang  kita pulang ya,” mohon Dirga.


Ani


menatap suaminya itu yang berdasar di bahunya” mas kenapa?”


“Sayang


, mas lagi pengen itu! gak kuat mas nahan sayang.”


Ani


membulatkan matanya mendengar suaminya itu, masa di tempat begini suaminya itu


ke kakakanya yang fokus sama film. Dirtan yang meresa di lihat pun menoleh ke


adiknya itu.


Ani


memberikan isyarat kepada kakaknya itu untuk dia harus segera pulang.


“Ada


apa Ani?” tanya Dirtan.


“Hmmm,


itu kakak aku boleh pulang duluan gak?” tanya Ani hati-hati pada kakaknya itu.


“filmnya


belum selesai Ani, ngapaian cepat sekali ingin pulang.”


Dia


menatap suaminya dan di ikuti oleh Dirtan, dan Dirtan berdecak melihat singa


sedang membara menahan sesuatu. Dirtan menatap tak percaya dengan suami adiknya


itu.


“emang


gak bisa di tahan dulu apa?” ledek Dirtan.


“Tidak


bisa, atau kamu mau nonton live ini atau film itu,” balas Dirga.


“Lebih


baik aku nonton film dari pada kamu.”


“Ani


silahkan kamu bawah dia pulang sebelum dirinya sakau nanti.”


“Iya


kak, maaf ya meninggalkan kakak.”


“Aku


berharap tidak di tinggalkan, tapi apa boleh buat jika dia!” tunjuk Dirtan

__ADS_1


dengan lirikan.


Akhirnya


mereka pulangn ke kediaman mereke, sesampai di kediaman Dirga segera turun


menarik tangan istrinya dengan lembut untuk masuk, lalu segara masuk ke dalam


lift  menuju kamar mereka.


 Sesampai di kamar Dirga segera mendorong


istrinya ke atas ranjang tidur itu Dirga tak memberikan waktu sedikitpun untuk


istrinya itu bergerak hingga terjadi pergulatan yang panas di sore hari itu.


 Malam telah datang dan berganti menjadi


pagi  sepasang suami istri itu sudah


rapi  untuk  pergi ke tujuan masing- masing. Hari ini Ani


akan datang ke kampusnya setelah beberapa hari lalu dirinya tidak hadir di


kampus. Dia sangat merindukan kampusnya lebih tepatnya suasana di kampus.


“Sayang,


hari ini  kamu  belajar dengan rajin ya, kalau ada apa- apa


yang mencurigakan segera kabarin aku ya.”


“Iya


mas, akan segera aku kasih tahu ya mas.”


“Iya


sayang, jangan sembarang menerima ajakan orang yang tidak di kenal ya.”


“Baik


mas, kalau begitu aku berangkat dulu ya,” ucap Ani sambil menyalami tangan


suaminya.


 Setelah keluar dari rumahnya itu Ani di


kagetkan dengan sepuluh pria berpakaian serba hitam  berdiri di samping mobil yang akan di


kendaraiannya. Dirga yang melihat reaksi kaget istrinya tersebut.


“Mereka


akan menjaga dirimu di kampus dan di kemana kamu pergi sayang.”


“Apa


gak terlalu banyak mas, aku akan jadi pusat perhatian nanti. Satu saja ya mas.”


“Tidak


sayang, harus  semuanya biar mereka


bekerja atau mereka akan mati jika kamu menolak.”


“Astaga


mas, gampang sekali kamu bicara mati, emang mau kamu apakan mereka jika aku


tidak mau.”


“Tinggal


menembaknya hingga mati, jika kamu menolak apa yang aku perintahkan sayang! Kamu


pilih mana?”


“Oke,


aku akan biarkan tapi jangan membunuh mereka aku tidak menyukai hal itu akan


terjadi, atau itu sampai terjadi aku akan benar- benar hilang selamanya.”


“Jangan


berharap kamu bisa berpikir begitu,” ucap Dirga sambil memeluk erat tubuh


istrinya itu.


“Iya


mas, sekarang aku harus berangkat dulu,”


“Iya


sayang, muach.’


Dengan


berbagai perasaan Ani harus berangkat dengan para bodyguard sebanyak itu. apa


yang akan terjadi jika diriya sudah sampai di kampus nanti dengan banyak


pengawal itu.

__ADS_1


__ADS_2