
Setelah suasana yang menegangkan itu terjadi
para kariyawan yang melihat hanya hanya
menghembuskan nafas. Kalau tidak tentu saja mereka akan menyaksikan aksi laki- laki itu dengan bos mereka yang di
kenal dengan galak.
Tapi apa yang mereka lihat saat ini jauh dari
dugaan. Ani yang menempel pada kakaknya itu di tarik oleh Dirga karena dirinya
diabaikan oleh istrinya itu, dia mala berjalan berdua dengan kakaknya itu.
dirga yang kesal menarik tangan istrinya
“Tega
kamu mesra- mesra sama laki- laki lain di depan suami sendiri.”
“Mas
jangan gitu dong wajahnya, lucu tahu gak,” sahut Ani yang mendengar dan melihat
wajah suaminya yang tak bersahabat sekali.
“Kamu
pikir bagaimana perasaanku saat ini, punya istri malah mesra sama laki- laki
lain,” tutur Dirga.
“Kok
mas bilang begitu, aku kan cuman sama kakak Dirtan doang gak sama yang lain juga, kan kakak Dirtan
kakak aku mas.”
“Iya
yang sekarang siapa yang jadi suami kamu?”
“Ya
kamu mas, emang siapa lagi gak mungkin kak Dirtan.”
Dirtan yang mendengar pasangan ini berdebat hanya karena adiknya menempel pada dirinya si ganteng bahenong kata Ani itu mala
cemberut karean adik cantiknya itu.
“adik
ipar kenapa dengan wajah kamu masam sekali?” tanya Dirtan sambil menjahili adik iparnya yang posesif itu.
“kamu
bisa pikir sendiri, mesra- mesra sama
istri orang!” tegas Dirga.
“Hahahaha....,
berarti cuman karena itu wajah kamu berubah seperti itu?” kata Dirtan.
“Menurut
kamua apa kakak ipar!” kata Dirga dengan menekan kata kakak ipar.
Dirga hanya menggelengkan kepalanya saja
melihat pasangan ini, satu yang kelanjut manja satu terlalu posesif.
“Ya
sudah sebagai kakak ipar yang baik ini, ini ambil istri manja mu ini.”
Dirga
segera menarik istrinya ke samping dirinya sebelum kakak ipar seblengnya itu
berubah pikiran lagi.
“Sudah
senang hati kamu adik ipar?” ledek Dirtan.
“Yeah
seperti yang kamu lihat.”
Ani
yang mendengar kakaknya serta suaminya
itu yang saling mengejek melerainya supaya berhenti
“Mas,
Kak Dirtan, sudah apa gak malu di lihatin orang lain.”
“Emang
kamu gak? Di lihatin dari tadi juga ,” ledek bali Dirtan pada adiknya.
“Hehehe,
__ADS_1
sudah la kak.”
Ani jadi diam krena kakaknya itu meledek
balik niat awalnya hanya untuk melerai mala dirinya yang kenak.
Mereka masuk ke dalam mobil Dirga dan mobil Dirtan di tinggal. Mereka menuju
bioskop untuk menonton kedua kakak beradik tersebut sangat antusias berbeda dengan Dirga hanya terpaksa menuruti
apa yang di mau istrinya itu.
Setelah
membeli tiket mereka segera masuk, saat ini Ani memilih deretan paling depan
untuk menyaksikan film ke sukaannya. Mereka duduk dan Ani di tengah dua pria
tampan itu.
Selama
film di putar Dirga hanya memperhatikan wajah cantik istrinya itu tanpa
berkedip sedikitpun, salah satu tangannya mulai untuk meraba tangan Ani dengan lembut seperti ada sesuatu
yang di tahan oleh Dirga, namun sayang sekali Ani tak menyadari jika suaminya
itu sedang menahan sesuatu dalam dirinya.
“Sayang,
mari kita pulang yuk!” bisik Dirga pada istrinya.
“Nanggung
mas, nanti ya! Bentar lagi filmnya habis kok, jadi kalau pulang sekarang gak bisa.”
“Ayo
lah sayang kita pulang ya,” mohon Dirga.
Ani
menatap suaminya itu yang berdasar di bahunya” mas kenapa?”
“Sayang
, mas lagi pengen itu! gak kuat mas nahan sayang.”
Ani
membulatkan matanya mendengar suaminya itu, masa di tempat begini suaminya itu
ke kakakanya yang fokus sama film. Dirtan yang meresa di lihat pun menoleh ke
adiknya itu.
Ani
memberikan isyarat kepada kakaknya itu untuk dia harus segera pulang.
“Ada
apa Ani?” tanya Dirtan.
“Hmmm,
itu kakak aku boleh pulang duluan gak?” tanya Ani hati-hati pada kakaknya itu.
“filmnya
belum selesai Ani, ngapaian cepat sekali ingin pulang.”
Dia
menatap suaminya dan di ikuti oleh Dirtan, dan Dirtan berdecak melihat singa
sedang membara menahan sesuatu. Dirtan menatap tak percaya dengan suami adiknya
itu.
“emang
gak bisa di tahan dulu apa?” ledek Dirtan.
“Tidak
bisa, atau kamu mau nonton live ini atau film itu,” balas Dirga.
“Lebih
baik aku nonton film dari pada kamu.”
“Ani
silahkan kamu bawah dia pulang sebelum dirinya sakau nanti.”
“Iya
kak, maaf ya meninggalkan kakak.”
“Aku
berharap tidak di tinggalkan, tapi apa boleh buat jika dia!” tunjuk Dirtan
__ADS_1
dengan lirikan.
Akhirnya
mereka pulangn ke kediaman mereke, sesampai di kediaman Dirga segera turun
menarik tangan istrinya dengan lembut untuk masuk, lalu segara masuk ke dalam
lift menuju kamar mereka.
Sesampai di kamar Dirga segera mendorong
istrinya ke atas ranjang tidur itu Dirga tak memberikan waktu sedikitpun untuk
istrinya itu bergerak hingga terjadi pergulatan yang panas di sore hari itu.
Malam telah datang dan berganti menjadi
pagi sepasang suami istri itu sudah
rapi untuk pergi ke tujuan masing- masing. Hari ini Ani
akan datang ke kampusnya setelah beberapa hari lalu dirinya tidak hadir di
kampus. Dia sangat merindukan kampusnya lebih tepatnya suasana di kampus.
“Sayang,
hari ini kamu belajar dengan rajin ya, kalau ada apa- apa
yang mencurigakan segera kabarin aku ya.”
“Iya
mas, akan segera aku kasih tahu ya mas.”
“Iya
sayang, jangan sembarang menerima ajakan orang yang tidak di kenal ya.”
“Baik
mas, kalau begitu aku berangkat dulu ya,” ucap Ani sambil menyalami tangan
suaminya.
Setelah keluar dari rumahnya itu Ani di
kagetkan dengan sepuluh pria berpakaian serba hitam berdiri di samping mobil yang akan di
kendaraiannya. Dirga yang melihat reaksi kaget istrinya tersebut.
“Mereka
akan menjaga dirimu di kampus dan di kemana kamu pergi sayang.”
“Apa
gak terlalu banyak mas, aku akan jadi pusat perhatian nanti. Satu saja ya mas.”
“Tidak
sayang, harus semuanya biar mereka
bekerja atau mereka akan mati jika kamu menolak.”
“Astaga
mas, gampang sekali kamu bicara mati, emang mau kamu apakan mereka jika aku
tidak mau.”
“Tinggal
menembaknya hingga mati, jika kamu menolak apa yang aku perintahkan sayang! Kamu
pilih mana?”
“Oke,
aku akan biarkan tapi jangan membunuh mereka aku tidak menyukai hal itu akan
terjadi, atau itu sampai terjadi aku akan benar- benar hilang selamanya.”
“Jangan
berharap kamu bisa berpikir begitu,” ucap Dirga sambil memeluk erat tubuh
istrinya itu.
“Iya
mas, sekarang aku harus berangkat dulu,”
“Iya
sayang, muach.’
Dengan
berbagai perasaan Ani harus berangkat dengan para bodyguard sebanyak itu. apa
yang akan terjadi jika diriya sudah sampai di kampus nanti dengan banyak
pengawal itu.
__ADS_1