
Sepulang kakak- kakaknya Ani segera masuk ke dalam rumah tanpa
menghiraukan panggilan suaminya. Dirga
yang dari tadi siang khawatir a akan istrinya sekarang sudah merasa lega ,
namun dia tampak kesal saat sang istrinya itu tak mengindahkan panggilan
dirinya.
Dia setia mengekori Ani sampai dalam kamar lalu dia menguci pintu kamar tersebut, sedangakan
Ani melenggang masuk kamar mandi. Dirga hanya bisa menglah nafas melihat
istrinya masuk kamar mandi. Setelah dirinya selesai dari kamar mandi Ani segera
meaiki tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya di sana.
Dia mendiamkan suaminya itu walau dia tahu suaminya itu dari tadi memmanggil dia.
Dia akan bikin suaminya itu sampai tak berkutik dan mengakui apa kesalahan yang dia buatnya.
Dirga mendekati istrinya dan ikut naik ranjang
tersebut lalu dia duduk di belakang istrinya yang memunggungi dirinya tersebut.
Dengan menarik nafas dalam – dalam lalu
dia menghembuskan secara perlahan.
“Sayang,
yang kamu lihat tadi siang itu salah paham, dia bukan selingkuhan mas dan mas
gak selingkuh. Dia adik sepupu mas yang gak datang saat kita nikah. Dia waktu
itu melanjutkan studynya di Amerika. Jadi namanya Yaren, anak dari adik mama mas sayang.” Jelas Dirga.
Ani yang mendengarkan itu langsung bersalah
sudah nuduh suaminya selingkuh dan gak dengarin penjelan suaminya tadi. Tapi
karena dia kesal sama suaminya itu dia mendiamkan saja lalu pura- pura tidur
saat Dirga menjelaskan.
“Sayang
kamu jangan marah lagi sama mas, dia adik sepupu mas kok. Besok dia akan
datang ke sini, dia mau ketemu sama kamu
sayang.”
Tapi tak ada respon. Dirga membalikkan tubuh
Ani mengadap dirinya ternyata orangnya sudah tertidur. Dengan perlahan Dirga
menyelimuti istrinya itu lalu dia juga ikut berbaring di samping istrinya
tersebut. Tak lupa dia memeluk dan
mencium kening istrinya sebelum ikut menyus ke alam mimpi.
Dirga mulai tertidur Ani bangun dari tidurnya
dan menatap wajah suaminya yang tampak sedikit tumbuh rambut halus di pipihnya. Dengan senyum yang manis yang
teroancar di bibir Ani sambil mengelus kepala suaminya tersebut.
“Mas,
maafin Ani yang tadi udah nuduh mas yang gak – gak. Ani sangat hancur melihat mas memeluk wanita lain dengan senang hati. Mas membuat Ani harus menahan rasa sakit ,dan membuat Ani kesal
sama mas.”
“Sekali
lagi maafin Ani mas, udah gak percaya sama mas,” ucap Ani sampil mencium
sekilas pipih suaminya itu. dia ikut menyusul suaminya itu ke alam mimpi.
Keesok pagi harinya Dirga bangun lebih pagi
dari istrinya itu, dia hanya bermalas-
malasan di samping istrinya tersebut. Dia akan menungguh istrinya itu terbangun
dan menyelesaikan kesalah pahaman ini. namun istrinya tak kunjung bangun. Dirga
yang bosan akhirnya dia menarik selimut istrinya itu ke bawah biar dia merasa
dingin dan bangun dari tidurnya, tetapi sayang yang ada selimut itu di tarik kembali oleh dirinya.
__ADS_1
“Sayang
bangun sudah pagi.”
“Hmmm...”
“Bangun
dong yank.”
“Hmmm..... lima menit lagi ya rendy,” kata Ani dan saat
itu Dirga lansung kesal dengan istrinya itu.
Dirga
membangunkan Ani dengan paksa di menarik Ani supaya bangun dari tidurnya. Akhirnya dia bangun
juga.
“Ada
pa si mas, ganggu orang tidur aja,” kata Ani dengan memejam mata.
“Sayang
kamu ngapin? Manggil- manggil boca tengil itu!” tegas Dirga.
“Bocah
tengil siapa si mad?” tanya Ani.
“Itu
boca tengil , siapa namanya itu... si Rendy itu,” protesnya.
“Aku
gak ada manggil dia,” elah Ani.
“Tadi
pas kamu mas bangunin , malah manggil dia.”
“Kamu
kalau marah sama Mas boleh, tapi jangan
bawah- bawah pria lain sayang.”
iya mas.”
“Awas
mas, aku mau ke kamar mandi mau pergi sekolah.”
Saat
Ani mau melangkah turun dari tempat tidur Dirga menarik pinggang Ani ke
pelukan dia
Dirga meletakan kepalanya di curuk leher istrinya
itu dan mengeratkan pelekannya di pinggang istrinya itu.
“Sayang
please jangan kayak gini lagi y.”
“Kayak
gimana mas, mas sendiri yang mulai duluan. Makai meluk – meluk wanita lain dan
terlihat dengan mata kepala diriku sendiri mas.”
“Itu
kamu salah paham sayang, dia itu sepupu mas yang kuliah di Amerika itu, dia gak
bisa datang di saat pernikahan. Jadi kemaren dia datang ke sini katanya mau
ketemu kamu sayang. Mas suruh dia buat datang ke kantor nanti pulang bareng
mas, tapi saat meluk mas kamu datang dan kamu salah paham kalau mas meluk
wanita lain/ selingkuhan mas. Mas gak bakal pernah selingkuhin kamu sayang.
Jadi maukan kamu memaafkan mas?” tanya Dirga pada istrinya.
“Hmmm.....”
sebagai balasan dari Ani
__ADS_1
“Kok
gitu si sayang balasnya. Kayak gak ikhlas maafin mas.”
“Iya
mas, aku udah maafin mas kok. Sekarang
lepasin aku dulu mas, soalnya aku udah kebelet ini!” protes Ani sama suaminya
itu dengan susah payah dirinya lepas dari suaminya itu.
Ani keluar dari kamar mandi sudah di handang
oleh suaminya yang menunggunya di depan pintu kamar mandi.
“Mas
mau ngapain aku sudah berwudhu ya, jangan snetuh aku nanti wudhu aku batal.”
Namun
Dirga hanya tersenyum saja. Lalu dirinya
pun masuk ke dalam kamar mandi.
“Kita
shola bersama sayang, tungguh sebentar ya.”
“Iya
mas.”
Dirga keluar dari kamar mandi lalu segera menuju
sejadah yang sudah di gelar di lantai
oleh istrinya. Dirga memimpin sholat hingga selesai lalu dia berbalik ke belakang mengulurkan
tanganya ke arah istrinya, Ani menyambut tangan suaminya itu dengan lembut lalu
mencium punggung tangan itu. lalu dia juga di hadiakan ciuman di dahinya.
“Sayang,
pagi ini kamu izin aja ya?” permintaan suaminya.
“aku
gak bisa mas, soalnya hari ini aku harus
ujian sebab nanti akan ada rapat juga mas dan aku harus hadir mas.”
“Tapi
sayang , mas sudah gak tahan lagi, dan gak dapat makan selama seminggu ini.”
“Bukannya
mas tiap hari makan mas, mana mungkin
mas gak makan selama seminggu.”
“Bukan
makan itu yang mas maksud sayangtapi yang di bawah,” ujar dia sambil melirik ke
bawah sana yang tak dapat makan selama
seminggu karena sibuk.
Pletak...
Ani menyentil dahi suaminya itu. Dirga meringis saja kepalanya di sentil oleh
istrinya itu.
“Masih
pagi kali mas udah mesum aja otaknya.”
“Tapi
sayang suada satu minggu mas pauasa lo, kamu tahukan.”
“Salah
siapa juga yang salah.”
“Tapi
sayang, mas gak bisa lagi nahan sayang.”
__ADS_1
Dengan cepat dia mengakat istrinya kembali keranjangan tersebut hingga terjadi
penyatuhan cibta diantara mereka.