
Yuta yang seharian ini emosi yang sudah terkuras abis dengan dengan kejadian di kampus dan sekarang harus bertemu dengan wanita ular yang membuat dirinya makin emosi dengan ke hadiran Anjel.
Yuta segera membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat itu tak butuh waktu yang lama baginya untuk bersih- bersih. Dia keluar dari kamar mandi lalu menuju kamar lemari untuk mengambil pakaiannya untuk di kenaikan nya.
Yuta telah selesai mengenakan pakaiannya terus di berjalan menuju meja kerja yang terletak di sudut kamarnya itu berdekatan dengan balkon.
Dia saat dia meredam emosi dia akan berdiri di balkon itu sambil menatap bintang yang begitu indah di langit luas itu, walau memandang bintang bisa membuat hatinya sedikit terobati, namun tak berlaku untuk malam ini, karena tak ada bintang malam ini, langit juga tampak di selimuti dengan awan hitam pertanda akan turun hujan di malam hari ini.
Yuta duduk di kursi kerjanya tersebut lalu dia mulai mengotak atik dokumen yang ada di atas meja yang tersusun rapi. Satu peraturan dia mengoreksi dokumen tersebut.
Sedangkan Anjel begitu kesal dengan tingkah kekasihnya itu, di tambah lagi akhir- akhir ini dia di cuekin oleh pacarnya tersebut. Entah apa motif di balik semua ini, biasanya dia gak pernah di cuekin oleh Yuta. Anjel mesti harus cari informasi kenapa Yuta mengabaikan dirinya.
Anjel terus melajukan mobilnya menuju rumahnya, namun ditengah jalan dia berhentikan secara mendadak oleh para begal. Anjel yang di berhentikan oleh begal hanya bersikap santai saja, dia mulai mengambil sesuatu yang ada di balik roknya.
Anjel menurunkan sedikit kaca mobilnya kemudian dia mengarahkan pistol miliknya di balik kaca itu dan dengan kilatan cepat dia menembak para begal itu hingga tumbang di tempat sebelum mereka perampasan pada dia.
Anjel segera meninggalkan tempat itu dengan laju mobil diatas rata-rata.
Yuta yang sudah mengoreksi seluruh dokumennya masih kalut dengan pemikirannya yang tak kunjung hilang, akhirnya dia memutuskan untuk pergi keluar.
Yuta menuruni tangga dan melewati kedua orang tuanya yang masih setia duduk di ruang tamu. Kedua orang tua melihat putra mereka turun segera memanggilnya.
“Yuta mama mau bicara sama kamu, bisa kamu kesini dulu nak,” pinta mamanya.
__ADS_1
Yuta memberhentikan langkahnya yang akan pergi ke luar , lalu menghampiri orang tuanya di ruang tamu.
“Mama mau bicarakan apa?” tanya Yuta dengan lembut.
“Kamu mau kemana nak, sudah malam begini?”
“Aku hanya ingin mencari angin saja ma.”
“Emang kamu ada masalah apa? Tumben- tumbennya kamu pergi malam- mala begini?” tanya mamanya.
“Aku gak ada masalah apa- apa ma, cuman lagi pengen aja aku keluar ma.”
“Kamu yakin memang gak ada yang kamu sembunyi dari mama.”
“oh ya, tadi kekasih kamu datang ke sini cariin kamu , terus kenapa kamu gak mau bertemu dengan dia?” tanya mamanya.
“Mama kan tahu aku dari dulu itu gak suka sam si Anjel ma, dia itu wanita ular ma yang ngincar uangku saja ma. Dan di luar sana dia menjadi piala bergilir ma.”
“Uz... kamu gak boleh ngomong kayak begitu lo. Gak mungkin dia seperti itu nak, mama lihat dia wanita baik- baik kok.”
“Itu karena mama gak tahu kalau dia di luar sana kayak gimana, dia bisa memanipulasi keadaan ma. Jadi makanya aku gak mau bertemu dengan dia lagi.”
“Iya nanti kamu kasih kejelasan aja sama dia. Biar dia gak menggangu waktu kamu lagi, kalau memang seperti itu dia mama juga tidak mau anak mama dekat- dekat dengan wanita seperti itu.”
__ADS_1
“Iya ma, makasih ya ma sudah mengerti dengan aku ma.”
“Iya sayang, mama akan tetap dukung kamu kok jika itu yang terbaik untuk kamu sayang,” balas mamanya.
Yuta merasa mendapat angin dari mamanya dan ini kesempatan dirinya untuk mengambil perhatian mamanya.
“Ma, Yuta suka seorang wanita ma.”
“Siapa wanita itu nak?” tanya mamanya.
“Dia wanita satu kampus dengan aku ma, cuman dia sudah menikah ma.”
“Kamu sudah gila nak! Suka wanita yang sudah punya suami?” protes mamanya.
“Iya ma, tapi aku mau dia ma.”
“Sayang, kamu tidak boleh menyukai wanita yang sudah bersuami sayang. Masih banyak wanita di luar sana lo.”
“Aku hanya mau dia untuk saat ini.”
“Mama gak bakal setuju dengan pemikiran kamu itu. lebih baik kamu sama si Anjel itu saja.”
“Mama mau menjerumuskan aku ke dalam jurang bersama wanita ular itu?”
__ADS_1
“Gak begitu sayang,” lirih mamanya.