
“Mas kenapa bisa di sini?” tanya Ani.
Dirga tak menjawab
pertanyaan dari istrinya dia mala mendorong pintu itu untuk terbuka lebar dan
masuk ke dalam kamar itu. dia masuk tak lupa juga kembali mengunci pintu dan kuncinya dia masukan ke dalam saku celana miliknya. Dirga menatap istrinya dengan
begitu tajam kemudian mendekati istrinya
itu dengan perlahan- lahan Dan Ani juga mundur ke bekalang untuk menghindari suaminya itu. ani sudah sangat ketakutan
saat ini melihat suaminya itu yang sangat susah untuk di definisikan ekskresi wajahnya.
“Mas stop jangan seperti
ini,” ujar Ani pelan namun tidak di hiraukan oleh Dirga.
Ani semakin panik saat ini
dengan suaminya itu Dirga mempercepat gerakannya dan menarik tangan istrinya
itu sehingga Ani tertarik ke dalam pelukan
suaminya itu. Ani merasakan tubuh suaminya yang sangat panas dan nafas suaminya
yang di hembuskan menerpa pipih dia.
Dirga mendorong Ani ke
ranjang Kings itu dengan tangannya yang mendukung tubuh Ani, lalu dia menatap
istrinya itu dengan tajam setajam silet.... gak ya.namun tatapan itu membuat
jiwa keberanian istrinya itu menciut.
“Apa seperti itu yang kamu
mau sayang?” ujar Dirga pelan namun ada penekanan setiap yang dia katakan .
“Maksud mas apa?”
“Kamu akan pergi tinggalin
aku dengan cara seperti itu?”
“Aku gak ngerti maksud
mas, awas minggir aku sesak ini.”
“Gak Ani.”
“Aku tanya ke mas, ngapain
mas kesini siapa yang kasih tahu mas aku di sini?” cerocos Ani pada suaminya itu.
“Aku ngikutin Distan.”
“Ngapain juga mas cari
aku, apa gak sama Mantan mas itu aja. Kan dia lebih penting dari pada aku!”
kata Ani tegas.
“Sayang kamu itu salah
paham dengan semuanya, tolong dengarkan penjelasan mas sayang.”
“Aku gak mau dengar apa-
apa dari mas, yang penting aku sekarang aku sudah tahu. Kalau aku memang bukan
siapa- siapa bagi kamu mas, emang mungkin aku tak pantas untuk kamu. Untuk itu
aku mau kamu tinggalin aku atau ceraikan aku sekarang mas.”
Ucapan Ani membuat Dirga
tersentak dan marah seketika itu.
“Ani apa kamu memikirkan
apa yang kamu katakan itu ha!” tegas Dirga.
__ADS_1
“Aku sudah memikirkannya
mas, jadi aku tinggal menunggu di ceraikan kamu.”
Dirga tertawa sinis
menatap istrinya itu “sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu! Dan
tak akan menceraikan kamu Ani!” ucap Dirga dengan tegas sambil memegang erat
tangan Ani.
“Kenapa mas gak mau? Kan sudah
ada cinta pertama mas.”
“Dia bukan siapa- siapa ku
dan aku tidak akan mau hidup dengan dia, karena semua hidupku sudah ada sama
kamu Ani. Jangan pernah lagi kamu bicara cerai dengan ku.”
“Aku gak percaya lagi
dengan kamu mas, lihat saja di hari aku perpisahan kamu tidak datang malah
mementingkan wanita lain dari aku istri kamu mas. Jadi jangan bicara lagi mas. Mungkin
hubungan kita sampai di sini saja mas, aku masih punya kesempatan untuk
melanjutkan hidupku aku masih muda dan mungkin banyak bisa aku lakukan dan bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaiku mas,” tutur Ani
pada Dirga.
“Itu akan jadi mimpi saja,
tidak akan pernah terjadi sekalipun jangan terjadi mendekati saja tidak akan. Kamu
istriku, kamu harus menuruti perintahku atau aku kan membuat kamu terikat dan
tidak akan bisa lepas dari ku Ani.”
“Kamu tidak akan bisa
melakukan itu mas.”
ketiga kakak- kakakmu itu akan selamat jika kamu pergi meninggalkan ku dan
ngotot untuk bercerai dengan ku Ani.”
“Kenapa mas bawah- bawah
mereka , aku tidak akan biarkan mereka
terluka.”
“Maka patuh lah Ani,
jangan membantah perkataan suami mu ini.”
“Terserah kamu mas, aku
malas sama kamu.”
Ani memalingkan wajahnya
dari wajah Dirga. Dirga yang masih mencoba menahan semua yang dia rasakan hari ini.
“Kamu tahu Ani betapa aku
khawatir mencari, kesana kemari hanya untuk mencari diri mu saja. Dan kamu
tahu apa saat aku menyuruh semua orang suruhan mencari istriku namun tak ada satupun yang menemukan kamu dan
aku hampir gila jika tidak menemukan kamu hingga aku curiga pada Distan yang
santai saja saat kamu hilang dan aku ikutin ternyata kamu di sini. Dan kamu
ingin pergi ke Jerman dengan bocah tengil itu! dan itu membuatku marah dan
kecewa saat itu, ingin aku menghabisi bocah itu yang menghinaku. Hingga itu
terjadi aku akan hancurkan semua orang yang sayang padamu dan akan ku buat
__ADS_1
mereka seperti debu,” tutur Dirga di hadapan Ani.
Sungguh Ani mendengar itu
sedikit kaget dan apakah suaminya itu punya sikap seperti Psikopat tau mafia
membayangi saja membuat Ani mengedipkan bahunya.
“Kamu jangan pernah
melakukan itu mas, mereka tak salah mas,” tutur Ani dengan pelan namun bisa di
dengar oleh Dirga.
“Itu tidak akan terjadi
jika kamu tidak pergi dan macam- macam dengan ide gilamu itu.”
Ani hanya bisa diam saja
melihat suaminya itu yang masih bertahan di atas tubuhnya salah satu tangannya menopang berat tubuhnya.
“Mas bisa minggir gak dari tubuhku?’ tanya Ani.
“Gak!” Distan mala
menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh mungil istrinya itu. dia memeluk erat tubuh
istrinya dan meletakan kepalanya di ceruk leher istrinya itu.
“Jangan tinggalkan mas
sayang, mas gak bakal sanggup hidup. Mas mohon tetap di sisi mas sepanjang hidup mas sayang,” ucap Dirga pelan di ikuti
dengan air matanya yang mengalir membasahi bahu istrinya itu.
Saat ini dia sangat khawatir dan tak bisa mendefinisikan apa yang
dia rasakan saat ini. Ani yang merasakan panas di bahunya yang menetes pun
sedikit kaget suaminya itu menangis. Ani
mengangkat tangannya lalu mengusap punggung suaminya dengan pelan- pelan.
“Sayang kamu janji ya sama
Mas jangan pernah tinggalkan mas?” kata Dirga pada istrinya itu.
Ani tak menjawab dia hanya
mengangguk bahwa dia tidak akan meninggalkan suaminya itu.
Dirga semakin memeluk
tubuh istrinya dengan erat. Dia ingin menikmati tidur dengan posisi ini
sepanjang malam ini dia tidak mau di ganggu sedetikpun.
“Mas, kamu mandi dulu ya
baru tidur ya!” suruh istrinya.
“Nanti saja sayang,”
“Tapi mas bau lo, mandi
dulu ya.”
“Tapi mas gak ada baju
sayang.”
“Mas bisa pakai sarung aja
nanti, besok pagi aku pinjemin baju kakak Distan.”
“Tapi mas di mandiin kamu
ya,” ujarnya manja.
“Baik mas, ayok aku
mandikan mas.”
__ADS_1
Dengan semangat Dirga bangun dari ranjang itu
dan ikut dengan istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.