MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Takut kamu pergi


__ADS_3

 “Mas kenapa bisa di sini?” tanya Ani.


Dirga tak menjawab


pertanyaan dari istrinya dia mala mendorong pintu itu untuk terbuka lebar dan


masuk ke dalam kamar itu. dia masuk tak lupa juga kembali mengunci pintu  dan kuncinya dia masukan ke dalam saku celana  miliknya. Dirga menatap istrinya dengan


begitu tajam kemudian mendekati  istrinya


itu dengan perlahan- lahan Dan Ani juga  mundur ke bekalang untuk menghindari suaminya itu. ani sudah sangat ketakutan


saat ini melihat suaminya itu yang sangat  susah untuk di definisikan ekskresi wajahnya.


“Mas stop jangan seperti


ini,” ujar Ani pelan namun tidak di hiraukan oleh Dirga.


Ani semakin panik saat ini


dengan suaminya itu Dirga mempercepat gerakannya dan menarik tangan istrinya


itu  sehingga Ani tertarik ke dalam pelukan


suaminya itu. Ani merasakan tubuh suaminya yang sangat panas dan nafas suaminya


yang di hembuskan menerpa pipih dia.


Dirga mendorong Ani ke


ranjang Kings itu dengan tangannya yang mendukung tubuh Ani, lalu dia menatap


istrinya itu dengan tajam setajam silet.... gak ya.namun tatapan itu membuat


jiwa keberanian istrinya itu menciut.


“Apa seperti itu yang kamu


mau sayang?” ujar Dirga pelan namun ada penekanan setiap yang dia katakan .


“Maksud mas apa?”


“Kamu akan pergi tinggalin


aku dengan cara seperti itu?”


“Aku gak ngerti maksud


mas, awas minggir aku sesak ini.”


“Gak Ani.”


“Aku tanya ke mas, ngapain


mas kesini siapa yang kasih tahu mas aku di sini?” cerocos Ani pada suaminya itu.


“Aku ngikutin Distan.”


“Ngapain juga mas cari


aku, apa gak sama Mantan mas itu aja. Kan dia lebih penting dari pada aku!”


kata Ani tegas.


“Sayang kamu itu salah


paham dengan semuanya, tolong dengarkan penjelasan mas  sayang.”


“Aku gak mau dengar apa-


apa dari mas, yang penting aku sekarang aku sudah tahu. Kalau aku memang bukan


siapa- siapa bagi kamu mas, emang mungkin aku tak pantas untuk kamu. Untuk itu


aku mau kamu tinggalin aku atau ceraikan aku sekarang mas.”


Ucapan Ani membuat Dirga


tersentak dan marah seketika itu.


“Ani apa kamu memikirkan


apa yang kamu katakan itu ha!” tegas Dirga.

__ADS_1


“Aku sudah memikirkannya


mas, jadi aku tinggal menunggu di ceraikan kamu.”


Dirga tertawa sinis


menatap istrinya itu “sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu! Dan


tak akan menceraikan kamu Ani!” ucap Dirga dengan tegas sambil memegang erat


tangan Ani.


“Kenapa mas gak mau? Kan sudah


ada cinta pertama mas.”


“Dia bukan siapa- siapa ku


dan aku tidak akan mau hidup dengan dia, karena semua hidupku sudah ada sama


kamu Ani. Jangan pernah lagi kamu bicara cerai dengan ku.”


“Aku gak percaya lagi


dengan kamu mas, lihat saja di hari aku perpisahan kamu tidak datang malah


mementingkan wanita lain dari aku istri kamu mas. Jadi jangan bicara lagi mas. Mungkin


hubungan kita sampai di sini saja mas, aku masih punya kesempatan untuk


melanjutkan hidupku aku masih muda dan mungkin banyak bisa aku  lakukan  dan bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaiku mas,” tutur Ani


pada Dirga.


“Itu akan jadi mimpi saja,


tidak akan pernah terjadi sekalipun jangan terjadi mendekati saja tidak akan. Kamu


istriku, kamu harus menuruti perintahku atau aku kan membuat kamu terikat dan


tidak akan bisa lepas dari ku Ani.”


“Kamu tidak akan bisa


melakukan itu mas.”


ketiga kakak- kakakmu itu akan selamat jika kamu pergi meninggalkan ku dan


ngotot untuk bercerai dengan ku Ani.”


“Kenapa mas bawah- bawah


mereka , aku tidak akan biarkan  mereka


terluka.”


“Maka patuh lah Ani,


jangan membantah perkataan suami mu ini.”


“Terserah kamu mas, aku


malas sama kamu.”


Ani memalingkan wajahnya


dari wajah Dirga. Dirga yang masih mencoba  menahan semua yang dia rasakan hari ini.


“Kamu tahu Ani betapa aku


khawatir mencari, kesana kemari hanya untuk mencari diri mu saja. Dan kamu


tahu apa saat aku menyuruh semua orang suruhan mencari istriku  namun tak ada satupun yang menemukan kamu dan


aku hampir gila jika tidak menemukan kamu hingga aku curiga pada Distan yang


santai saja saat kamu hilang dan aku ikutin ternyata kamu di sini. Dan kamu


ingin pergi ke Jerman dengan bocah tengil itu! dan itu membuatku marah dan


kecewa saat itu, ingin aku menghabisi bocah itu yang menghinaku. Hingga itu


terjadi aku akan hancurkan semua orang yang sayang padamu dan akan ku buat

__ADS_1


mereka seperti debu,” tutur Dirga di hadapan Ani.


Sungguh Ani mendengar itu


sedikit kaget dan apakah suaminya itu punya sikap seperti Psikopat tau mafia


membayangi saja membuat Ani mengedipkan bahunya.


“Kamu jangan pernah


melakukan itu mas, mereka tak salah mas,” tutur Ani dengan pelan namun bisa di


dengar oleh  Dirga.


“Itu tidak akan terjadi


jika kamu tidak pergi dan macam- macam dengan ide gilamu itu.”


Ani hanya bisa diam saja


melihat suaminya itu yang masih bertahan di atas tubuhnya  salah satu tangannya menopang berat tubuhnya.


“Mas  bisa minggir gak dari tubuhku?’ tanya Ani.


“Gak!” Distan mala


menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh mungil istrinya itu. dia memeluk erat tubuh


istrinya dan meletakan kepalanya di ceruk leher istrinya itu.


“Jangan tinggalkan mas


sayang, mas gak bakal sanggup hidup. Mas mohon tetap di sisi mas sepanjang  hidup mas sayang,” ucap Dirga pelan di ikuti


dengan air matanya yang mengalir membasahi bahu istrinya itu.


Saat ini dia sangat  khawatir dan tak bisa mendefinisikan apa yang


dia rasakan saat ini. Ani yang merasakan panas di bahunya yang menetes pun


sedikit kaget  suaminya itu menangis. Ani


mengangkat tangannya lalu mengusap punggung suaminya dengan pelan- pelan.


“Sayang kamu janji ya sama


Mas jangan pernah tinggalkan mas?” kata Dirga pada istrinya  itu.


Ani tak menjawab dia hanya


mengangguk bahwa dia tidak akan meninggalkan suaminya itu.


Dirga semakin memeluk


tubuh istrinya dengan erat. Dia ingin menikmati tidur dengan posisi ini


sepanjang malam ini dia tidak mau di ganggu sedetikpun.


“Mas, kamu mandi dulu ya


baru tidur ya!” suruh istrinya.


“Nanti saja sayang,”


“Tapi mas bau lo, mandi


dulu ya.”


“Tapi mas gak ada baju


sayang.”


“Mas bisa pakai sarung aja


nanti, besok pagi aku pinjemin baju kakak Distan.”


“Tapi mas di mandiin kamu


ya,” ujarnya  manja.


“Baik mas, ayok aku


mandikan mas.”

__ADS_1


 Dengan semangat Dirga bangun dari ranjang itu


dan ikut dengan istrinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


__ADS_2