
Dirga sudah sampai di kantornya di segara
masuk ke lift khusus untuk CEO ia masuk
hingga samapi di ruangannya. Ia membuka pintunya lalu ia menghempaskan tubuhnya
di atas sofa tersebut. Rasa kesalnya dan cemburu pada curut itu sangat menguras
isi kepalanya.
Ia tahu curut itu mengerjainya namun dirinya
tak bisa untuk menerimanya. Ia tak fokus sama sekali dengan apa yang akan dirinya
kerjakan hari ini.
Dirga
mencoba menenangkan pemikirannya dan merendahkan emosinya akan hal yang sudah
terjadi. Ia akan menghukum Ani nanti. Ia berjalan ke kursi kebesaran miliknya
itu lalu ia mulai memeriksa semua dokumen yang sudah masuk ke dalam email-nya.
Ia mulai membaca satu persatu dari dokument tersebut namun pikirannya malah pada
istrinya yang berangkat bersama Rendy. Ia kembali buyar dengan pekerjaan dirinya.
Tok..tok..
“Masuk”
__ADS_1
“Mohon maaf pak, saya mau minta tanda tangan pak atas dokument keuangan tahun ini pak,” ucap pak Rizal selaku ketua keuangan di
perusahaan.
Dirga mengambil dokumen yang di berikan pak Rizal itu membaca dan meneliti dokument
tersebut lalu memberikan kembali pada
pak Rizal.
“Ini pak,” ucapnya sambil mengasihkan pada pak Rizal.
“Terima kasih pak, kalau begitu saya pamit ke luar rungan dulu pak,” ucap Pak Rizal.
“......” angguk Dirga.
Setelah pak Rizal ke luar dari ruangannya dia
terhadap istrinya itu. berani beraninya dia tidak mendengar perkataan suaminya.
Sedangkan di sekolah, Ani sedang mendengarkan penjelasan dari gurunya dengan sengat fokus atas penjelasan pelajaran itu. tak hanya dirinya saja namun semua murid di
dalam kelas itu sangat memperhatikan sekali pelajaran hari ini. karena mereka belajar dengan guru yang pintar dan membuat mereka mengerti dengan cepat.
Oke anak-anak semua silahkan kalian perhatikan apa yang saya tulis bagi yang bisa menjawab silahkan maju ke depan. Dengan cepat Ani maju menjawab soal yang di kasih oleh gurunya itu. selesai menulis jawabannya
di depan Ani kembali ke tempat duduknya.
Tiba-tiba ponselnya bergetar di dalam saku ia segera melihat ternyata dari suaminya ia
melihat isi pesan yang di kirim oleh suaminya itu.
__ADS_1
“Nanti pulang sekolah langsung pulang!”
Itu lah isi pesan dari Dirga di pastikan oleh suaminya itu sedang marah pada
dirinya. Ia harus minta maaf sama suaminya udah bikin suaminya marah dan kak
Rendy juga ngapain godain suami nya juga sampai cemburu tingkat dewa gitu.
Ani kembali memperhatikan pelajaran ke depan. Sudah berjalan 1 jam pelajaran di
lewati oleh Ani lagi- lagi hendphonnya bergetar di dalam saku ia pun melihatnya.
Lagi-lagi pesan dari suaminya.
“Ani pulang sekarang! Aku sudah menunggu di depan, cepat keluar!”
Ani jadi bingung karena dirinya belum selesai jam pelajaran, Ani membalas pesan
dari suaminya itu.
“Maaf mas, aku masih dalam jam pelajaran belum bisa pulang!” balasnya.
Ting....
“Aku gak mau tahu sekarang kamu harus pulang!”
Ani hanya melihat pesan dari suaminya tak berniat untuk membalasnya karena tidak
masuk akan bagi dia pulang di jam pelajaran ini. dia ke sekolah untuk menuntut ilmu dia tidak mau mencampurkan masalah pribadi dengan sekolah. Terserah nanti suaminya mau marah atau bagaimana yang penting di tetap kokoh sama prinsip dirinya.
Dia kembali melanjutkan pelajaran dengan guru yang akan mengajar jam ke duanya.
__ADS_1