
Dirga yang melihat istrinya itu segera
menghampiri istrinya memisahkan kedua kakak beradik itu. Dirga
mengangkat istrinya menuju kamarnya setelah sampai di kamar Dirga meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur
kemudian dirinya menuju meja belajar istrinya
itu.
Dirga membuka laptop yang ada di sana kemudian dia mulai
mengotak atik untuk seluruh data yang di
butuhkan oleh dirinya, kembali fokus sama kegiatannya sambil menunggu istrinya
tertidur. sedangkan Ani yang terlelap nyenyak dalam mimpinya saat ini, Ani
sedang bermimpi kalau dirinya sedang bertemu dengan kim Theayung dia begitu bahagia saat melihat wajah rupawan kim Theayung, senyuman yang memikat
membuat dia ikut tersenyum girang.
Dirgan yang tiba-
tiba melihat istrinya senyum- senyum segera menghampiri kemudian dia mengguncangkan
bahu istrinya hingga Ani terbangun dari mimpi indahnya. Ani membuka matanya
lalu dia menatap suaminya dengan
senyuman.
“Mas sudah pulang?”
tanya dirinya
“Kamu lihat sendiri
siapa yang ada di hadapan mu sekarang! Aku suami kamu.”
“Hehehe....., iya
mas,” tawa Ani.
“Kenapa senyum-
senyum begitu kamu.”
__ADS_1
“Emang gak boleh mas?”
“Emang apa yang kamu
mimpikan, sampai segitunya.”
“Aku hanya mimpi bertemu
dengan calon masa depan,” ujar Ani dengan girang tampa melihat ekpresi datar
suaminya.
“Gak bakal ada
suami masa depan lagi, selain aku! Ingat
kamu sudah punya suami Ani.”
“Iya mas aku emang
udah punya suami, tapi gak papakan punya suami kayak Kim Theayung oppa.”
“Kamu mesti di kasih
hukuman ya.”
kesalahan tahu.”
“ Gak tahu pokoknya
kamu mas hukum, sekarang pijitin mas badan capek semua.”
“Idih malas aku.”
“Kamu dosa lo gak
nurutin perkataan suami, aku ini suami kamu ini apa kamu tegah melihat mas
capek begini?” tutur Dirga.
Dengan cepat Ani mendekati suaminya yang sudah berbaring terlungkup di tempat tidur lalu
memijit kaki suaminya.
Sedangkan di ruang keluarga Dirtan yang sudah
terbangun dari tidurnya lalu dia melihat ke sekeliling tak terlihat adiknya
__ADS_1
itu. Dirtan segera menuju kamar yang di tujuhkan untuk dirinya. Dirtan
segera meletakan barangnya dan bersih-
bersih tak butuh berapa lama kemudian
Dirtan keluar dengan pakaian lengkap. Saat dirinya mau mengistrirahatkan tubuh di kasur empuk itu terhenti
saat sebuah telpon masuk ke dalam ponselnya dengan nomor yang tidak dirinya
kenal, lalu Dirtan mengangkat telpon tersebut saat suara yang menyahut di
seberang sana membuat dirinya diam.
“Dirtan kamu di mana,
kenapa kamu gak pulang- pulang ke rumah nak! Mama sangat merindukan kamu
Dirtan!” ujar seorang wanita yang melahirkannya.
“Maaf mama, Dirtan
sekarang lagi sibuk, jadi Dirtan tutup dulu teleponnya dulu.”
“Tunggu nak, kamu
jangan menghindari mama dan papa terus hanya demi melindungi anak sialan itu.”
“Mama jangan sekali-
sekali mama bilang begitu, bagaimana pun dia anak mama juga dara daging mama
juga! Kenapa mama begitu tak menyukai Ani, dia adik Dirtan mama. Dirtan gak bakal diam saja ma! Sudah cukup rasanya
Dirtan menyampaikan ke mama.”
“Gara- gara dia kamu
gak mau menemui mama dan Papa, apa yang
dia lakukan membuat kamu patuh ke dia.”
“Tidak ada sama
sekali mama, ini keinginan Dirtan untuk melindungi saudara Dirtan sudah cukup
mama membuat dirinya menderita, membencinya, tapi tidak dengan aku mama.”
__ADS_1