MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Kesal


__ADS_3

  Dirga yang melihat istrinya itu segera


menghampiri istrinya memisahkan kedua  kakak  beradik itu. Dirga


mengangkat istrinya menuju kamarnya  setelah sampai di kamar Dirga meletakkan tubuh istrinya di tempat tidur


kemudian dirinya menuju meja  belajar istrinya


itu.


 Dirga membuka   laptop yang ada di sana kemudian dia mulai


mengotak atik untuk seluruh data  yang di


butuhkan oleh dirinya, kembali fokus sama kegiatannya sambil menunggu istrinya


tertidur. sedangkan Ani yang terlelap nyenyak dalam mimpinya saat ini, Ani


sedang bermimpi kalau dirinya sedang bertemu dengan kim Theayung  dia begitu bahagia saat melihat wajah rupawan  kim Theayung, senyuman yang memikat


membuat dia ikut tersenyum girang.


Dirgan yang tiba-


tiba melihat istrinya senyum- senyum  segera menghampiri kemudian dia mengguncangkan


bahu istrinya hingga Ani terbangun dari mimpi indahnya. Ani membuka matanya


lalu dia menatap suaminya  dengan


senyuman.


“Mas sudah pulang?”


tanya dirinya


“Kamu lihat sendiri


siapa yang ada di hadapan mu sekarang! Aku suami kamu.”


“Hehehe....., iya


mas,” tawa Ani.


“Kenapa senyum-


senyum begitu kamu.”

__ADS_1


“Emang gak boleh mas?”


“Emang apa yang kamu


mimpikan, sampai segitunya.”


“Aku hanya mimpi bertemu


dengan calon masa depan,” ujar Ani dengan girang tampa melihat ekpresi datar


suaminya.


“Gak bakal ada


suami  masa depan lagi, selain aku! Ingat


kamu sudah punya suami Ani.”


“Iya mas aku emang


udah punya suami, tapi gak papakan punya suami kayak Kim Theayung oppa.”


“Kamu mesti di kasih


hukuman ya.”


kesalahan   tahu.”


“ Gak tahu pokoknya


kamu mas hukum, sekarang pijitin mas badan capek semua.”


“Idih  malas aku.”


“Kamu dosa lo gak


nurutin perkataan suami, aku ini suami kamu ini apa kamu tegah melihat mas


capek begini?” tutur Dirga.


Dengan cepat Ani  mendekati suaminya yang sudah  berbaring terlungkup di tempat tidur lalu


memijit kaki suaminya.


 Sedangkan di ruang keluarga Dirtan yang sudah


terbangun dari tidurnya lalu dia melihat ke sekeliling tak terlihat adiknya

__ADS_1


itu. Dirtan segera menuju kamar yang di tujuhkan untuk dirinya. Dirtan


segera  meletakan barangnya dan bersih-


bersih  tak butuh berapa lama kemudian


Dirtan keluar dengan pakaian lengkap. Saat dirinya mau  mengistrirahatkan tubuh di kasur empuk itu terhenti


saat sebuah telpon masuk ke dalam ponselnya dengan nomor yang tidak dirinya


kenal, lalu Dirtan mengangkat telpon tersebut saat suara yang menyahut di


seberang sana membuat dirinya diam.


“Dirtan kamu di mana,


kenapa kamu gak pulang- pulang ke rumah nak! Mama sangat merindukan kamu


Dirtan!” ujar seorang wanita yang melahirkannya.


“Maaf mama, Dirtan


sekarang lagi sibuk, jadi Dirtan tutup dulu teleponnya dulu.”


“Tunggu nak, kamu


jangan menghindari mama dan papa terus hanya demi melindungi anak sialan itu.”


“Mama jangan sekali-


sekali mama bilang begitu, bagaimana pun dia anak mama juga dara daging mama


juga! Kenapa mama begitu tak menyukai Ani, dia adik Dirtan mama. Dirtan  gak bakal diam saja ma! Sudah cukup rasanya


Dirtan menyampaikan ke mama.”


“Gara- gara dia kamu


gak mau menemui mama dan  Papa, apa yang


dia lakukan membuat kamu patuh ke dia.”


“Tidak ada sama


sekali mama, ini keinginan Dirtan untuk melindungi saudara Dirtan sudah cukup


mama membuat dirinya menderita, membencinya, tapi tidak dengan aku mama.”

__ADS_1


__ADS_2