
Dirga yang yang baru tiba di rumahnya segera
masuk ke litf yang menghubungkan dengan
kamar mereka, tiba di depan pintu kamar dia segera membuka sandi pintu kamarnya
dengan sidik jari miliknya, kemudian dia
membuka pintu mengedarkan penglihatan di
seluruh ruangan tersebut untuk mencari keberadaan sang istri tercintanya itu,
hingga matanya terhenti pada sosok cantik
yang baru saja keluar dari ruang ganti.
“Sayang,”
panggil Dirga pada istrinya, Ani yang merasa di panggil melihat ke arah suaminya
itu dengan senyum manis mengukir di bibirnya.
Ani berjalan
ke arah suaminya dengan langkah cepat lalu berhamburan kepelukan
suaminya itu, Ani memeluk suaminya begitu erat. Dirga yang melihat istrinya
dalam mood manja itu membalas tak kala
erat pelukan istrinya itu, tak tinggal juga setiap detik kecupan hangat milik Dirga
dia berikan pada istrinya itu. Ani merenggang sedikit pelukannya itu untuk
menatap wajah rupawan milik suaminya tersebut, Dirga yang di tatap oleh Ani
mala bersemu merah di pipinya sontak itu mengundang tawa di Ani melihat
suaminya merona begitu serta salah tingkah.
“Mas
pipinya kok merah si?” goda Ani.
“Kamu
goda mas, tahu gak si.”
“Mas
kayak baru remaja jatuh cinta saja.”
“Ini
__ADS_1
semua ulah kamu sayang, tadi natap-
natap gitu! Jadi mas pengen di sayang kamu, di manja kamu,” bisik Dirga di
telinga Ani.
“hihii...
mas ku sayang, yang tampan bagaikan dewa yunani ini,” ujar Ani sambil
melepaskan peluknya dari Dirga lalu berlari dengan cepat tempat tidurnya kemudian membungkus
tubuhnya dengan selimut itu keseluruhannya.
Dirga yang
di jahili oleh istrinya tersebut ikut gencar mengejar istrinya itu ke ranjang
kemudian menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya itu sampai lepas. Dirga makin
gencar mengelitiki telapak kaki Ani hingga Ani memohon untuk di hentikan.
“Mas
sudah aku geli mas.”
“Siapa
suruh bikin rusuh sama mas?”
aku gak boleh bergurau dengan suami sendiri.”
“Tapi
gak gitu juga sayang, kamu sudah goda mas.”
“Aku
gak goda mas kok, di mana mas bilang aku goda mas.”
“Itu
lihat pakaian bikini yang kamu pakai buat mas gak tahan sayang pengen nyarang
kamu.”
“Dasar
mas, omes.”
“Sama
istri sendiri gak papakan omesnya.”
__ADS_1
“Sana
mas mandi tu bau mas sudah kayak manusia gak mandi satu minggu.”
“Mana
ada mas bau, kamu saja yang begitu, orang mas harum begini.”
“Cepat
mas mandi dulu sana.”
“oke
mas, kalau itu mau kamu tapi ada satu
syarat sayang?” pinta Dirga.
“Syarat
apa mas?” tanya Ani dengan serius.
Dirga mendekat
ke arah istrinya tersebut kemudian menindih istrinya tak lupa memberikan kiss
indah di setiap pipi istrinya itu. Ani membiarkan saja suaminya itu bertindak
hingga Dirga pindah dari atas tubuhnya lalu turun dari ranjang tersebut.
“Mas
mandi dulu, tapi nanti awas kamu harus tahan sama mas sampai subuh.”
Ani yang
mendengar ucapan suaminya merasa merinding seketika. Dia tahu maksud ancaman
yang di berikan oleh suaminya
itu....lalu Ani mengambil batal di sampingnya terus melepaskan ke arah suaminya
itu.
Dirga hanya
tertawa melihat aksi istrinya yang melemparkan bantal padanya. Dirga segera
masuk ke dalam kamar mandinya tinggal Ani yang masih menatap suaminya yang
sudah masuk ke dalam.
“Untung
__ADS_1
suami aku itu dia. Kalau gak sudah aku
tendang beribu kali dia.”