MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Putus


__ADS_3

 “ Apakah benar yang di bilang pria itu sayang?”


Kekasihnya  itu hanya  diam saat ditanya oleh Dirtan, sedangkan Dirtan yang melihat itu kembali


fokus  mengendarai mobilnya  walau banyak pertanyaan  yang ingin dilontarkan pada kekasihnya , namun


di urungkan saat melihat reaksi  ke


kasihnya yang diam  mungkin kekasihnya


masih shock dengan  kejadian tadi   yang menimpah dirinya.


  Hingga akhirnya sampai di Apartemen  dirinya,  Dirtan membawa  ke kasihnya itu


kedalam   untuk  beristirahat  terlebih  dahulu.


“Duduklah dulu,


istirahat lah aku mau bersih- bersih terlebih dahulu.”


Setelah itu Dirtan


meninggalkan kekasihnya itu  Dirtan


berjalan menuju  kamarnya. Dirtan  menguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin


dibawah shower  berusaha meredamkan rasa


amarah dalam dirinya dia tidak mau membuat ke kasihnya itu makin ketakutan,


dia harus memikirkan apa yang dilakukan selanjutnya oleh  jika Seandai kenyataan  itu benar. Dia baru saja merasakan kembali


rasa jatuh cinta dan berjuang  demi


bersama  kekasihnya itu. Dia tidak mau


lagi merasakan kesepian lagi. Selama dirinya bersama wanita itu dia sangat


menemukan  kebahagian hidup selain dengan


adiknya Ani. Tapi  hatinya tidak bisa


terima jika itu benar, sedangkan dirinya membutuhkan sosok wanita tersebut.

__ADS_1


Dirtan  mengakhiri  mandinya lalu mengeringkan tubuhnya dengan  handuk lalu segera memakai lalu dia keluar untuk


menggunakan pakaiannya. Dirtan  tidak


langsung keluar setelah selesai  dia


duduk ditepi ranjang miliknya  sambil


mengusap wajahnya.


  Sudah cukup waktu untuk dirinya bertenang


Dirtan keluar dari kamarnya untuk menghampiri kekasihnya itu yang masih terduduk  di sofa warna navy tersebut dengan kepala


ditekuk. Dirtan mendudukkan bokongnya di depan Kekasihnya itu.


“Sayang, apa kamu mau


bersih- bersih terlebih dahulu,” tawarnya dengan  lembut.


“Nanti saja  setelah aku pulang.”


“Baiklah kalau begitu. Apakah


mau minum sesuatu biar aku bikinkan?” tanya Dirtan.


aku sedang tidak mau apa- apa saat ini.”


“Oke tunggu sebentar,”


Dirtan pergi ke bar lalu mengambil segelas air putih  kemudian dibawah kepada kekasihnya itu.


“Minum lah dulu.”


Kekasihnya itu pun


meminum air itu dengan cepat dan air dalam  gelas itu tandas dalam satu tegukan saja. Kemudian dia meletakan gelas


diatas meja, kemudian  dia menatap pria


didepannya itu dengan mata yang sangat sayu. Dirinya tahu  jika Dirtan  kekasihnya itu sedang  menahan


emosinya saat ini, dia juga bingung mau menyampaikan apa kepada

__ADS_1


kekasihnya  semua emang benar apa adanya.


“Sayang, maafkan aku


semua apa yang dikatakan pria itu benar,” ujarnya sambil menunduk dan memilin


tangannya takut dengan reaksi Dirtan.


 Sedangkan Dirtan  yang mendengarkan itu  sangat terkaget dan tak bisa menahan


amarahnya saat itu.


“Terus  kenapa sejak awal kamu tidak bilang padaku?”


“Aku sudah menghindari


kamu dari awal! Tapi kamu saja tetap gencar mendekatiku dan mengancam diriku.”


“Tapi ini juga diri


harus jujur dari awal padaku.”


“Emang dari awal aku


ingin sampaikan, tapi aku belum ada waktu tepat menyampaikan pada  kamu dan sekarang  kamu juga tahu semua.”


“Kamu   tahu bagaimana


hancur hatiku saat mendengarnya!”


“Aku tahu bagaimana


rasanya, tapi tolong maafkan aku yang tidak memberi tahukan  pada kamu.”


“Semua terlambat , aku


tidak bisa mempertahankan  hubungan ini,


dan itu bukan aku tidak sayang dan mencintaimu, Tapi ini adalah prinsipku. Sekarang  antara kamu dan aku sudah tak ada


hubungan apa- apa lagi, aku sudah maafkan atas kesalahan itu dan aku akan


menjaga aib itu. tapi  tolong pergilah

__ADS_1


sekarang dari sini akan ku pesankan taksi untuk kamu. Sekarang pergilah aku


takut berubah pikiran dan melukai dirimu.”


__ADS_2