
Dirga sudah
menuju lokasi di mana dirinya menyekap mertua laknat itu, rasa hormat dirinya sebagai menantu tak lagi dirinya
hiarukan kalau sudah menyangkut orang yang dirinya sayangi, cintai, Dirga akan memberikan pelajaran yang
setimpal pada mertuanya itu.
Dengan langkah
yang tegas dirinya turun dari mobil sport warna hitam itu menuju rumah petak
yang tersembunyi dalam hutan rimba itu
yang sengaja dia bikin di sana untuk mengabisi nyawa orang- orang yang berani macam- macam pada dirinya.
Bunyi sepatu di lantai semen itu semakin keras di kala dia menuju ke balik
jeruji besi yang ada di di huni oleh dua orang yang telah menyiksa istri
tercintanya.
Dengan senyum
sinis dirinya duduk di kursi lalu menatap dua orang itu dengan tatapan benci
penuh amarah
“Apakah rumah kalian sangat indah di sini?”
“Kenapa kamu lakukan ini pada kami? Kamu ini
mertua kamu.”
“Iya saya tahu kalau mama dan papa itu mertua saya dan akan selalu seperti itu,
namun untuk itu hanya akan berlaku untuk saat dulu tidak untuk sekarang! Kalian
sudah berani mencelakai istriku.”
__ADS_1
“Siapa yang kamu bilang menyakiti istrimu.”
“Kalian berdua, karena itu kalian berada di sini! Mencelakai
istriku berarti mama dan papa akan berurusan dengan diriku.”
“Kami tidak melakukan apa- apa pada istrimu, dia
saja yang seperti itu, mungkin dia celakai orang lain?”
“Tak perlu mengelah fakta. Aku sudah tahu apa yang
sudah kamu lakukan jadi tidak perlu mendengarkan pendapat kalian. Semua sudah
terlambat sekarang silahkan nikmati apa yang akan ku lakukan pada kalian
berdua.”
Dirga mengambil air dalam ember yang sudah di
berikan oleh bodyguarnya itu, terlihat sekali asap yang mengembung ke atas dari
ember tersebut, menandakan bahwa air
tersenyum sinis menyiramkan air panas itu kepada mertuanya itu.
Terdengar suara
teriak kesakitan dari dua orang yang merasakan sakitnya tubuh mereka yang di
siram dengan air panas yang membuat
kulit mereka melepuh.
“Bagaimana rasanya?sangat nikmatkan!” kemudian
Dirga terawa dengan lepas di hadapan dua orang itu.
“Itu baru permulaan yang di rasakan oleh istriku,
__ADS_1
dan belum yang lain. Kalian menyiramnya dengan air! Aku juga membalasnya juga
dengan air bukan? Dirga nyengir.
“Kenapa kau tegah melakukan pada kami.”
“Jika itu saya balikan pada mertuaku ini apa
jawabannya, kenapa kalian lakukan hal itu pada istriku. Emang apa yang sudah
dilakukan istriku pada kalian?”
“Kau membagakan anak sialan itu menjadi istrimu.”
“Jaga mulut Anda mertuaku jika kau masih sayang
dengan nyawamu.”
“Emang untuk apa aku menutup mulutku demi anak
sialan itu, biarkan saja dia menderita.”
Dirga makin
murka lalu dia mengambil air panas itu kemudian dirinya siramkan pada mertuanya
itu, hal itu terjadi lagi serta di hiasi suara rintihan ke sakitan.
“Ini tambahan untuk Anda mertuaku yang sudah
menghina istriku. Dan lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua
mertuaku.”
Kedua orang
itu hanya pasrah dengan apa yang di lakukan menantu laknat mereka itu demi membela anak sialan itu. awas
saja kau anak sialan sudah membuat kami menderita di sini.
__ADS_1
Dirga meninggalkan rumah petak yang di jaga ketat
oleh orang- orang suruhannya agar mertuanya itu tak lepas dari genggaman dia.