MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Menikmati air panas


__ADS_3

 Dirga sudah


menuju lokasi di mana dirinya menyekap mertua  laknat itu, rasa hormat dirinya sebagai menantu tak lagi dirinya


hiarukan kalau sudah menyangkut orang   yang dirinya sayangi, cintai, Dirga akan memberikan pelajaran yang


setimpal pada mertuanya itu.


 Dengan langkah


yang tegas dirinya turun dari mobil sport warna hitam itu menuju rumah petak


yang tersembunyi  dalam hutan rimba itu


yang sengaja dia bikin di sana untuk mengabisi nyawa orang- orang yang  berani macam- macam pada dirinya.


 Bunyi  sepatu di lantai semen itu  semakin keras di kala dia menuju ke balik


jeruji besi yang ada di di huni oleh dua orang yang telah menyiksa istri


tercintanya.


 Dengan senyum


sinis dirinya duduk di kursi lalu menatap dua orang itu dengan tatapan benci


penuh amarah


“Apakah rumah kalian sangat indah di sini?”


“Kenapa kamu lakukan ini pada kami? Kamu ini


mertua kamu.”


“Iya saya tahu kalau  mama dan papa itu  mertua saya dan akan selalu seperti itu,


namun untuk itu hanya akan berlaku untuk saat dulu tidak untuk sekarang! Kalian


sudah berani mencelakai istriku.”

__ADS_1


“Siapa yang kamu bilang menyakiti istrimu.”


“Kalian berdua, karena itu kalian berada di sini! Mencelakai


istriku berarti mama dan papa akan berurusan dengan diriku.”


“Kami tidak melakukan apa- apa pada istrimu, dia


saja yang seperti itu, mungkin dia celakai orang lain?”


“Tak perlu mengelah fakta. Aku sudah tahu apa yang


sudah kamu lakukan jadi tidak perlu mendengarkan pendapat kalian. Semua sudah


terlambat sekarang silahkan nikmati apa yang akan ku lakukan pada kalian


berdua.”


Dirga mengambil air dalam ember yang sudah di


berikan oleh bodyguarnya itu, terlihat sekali  asap  yang mengembung ke atas dari


ember  tersebut, menandakan bahwa air


tersenyum sinis menyiramkan air panas itu kepada mertuanya itu.


 Terdengar suara


teriak kesakitan dari dua orang yang merasakan sakitnya tubuh mereka yang di


siram dengan air panas  yang membuat


kulit mereka melepuh.


“Bagaimana rasanya?sangat nikmatkan!” kemudian


Dirga terawa dengan lepas di hadapan dua orang itu.


“Itu baru permulaan yang di rasakan oleh istriku,

__ADS_1


dan belum yang lain. Kalian menyiramnya dengan air! Aku juga membalasnya juga


dengan air bukan? Dirga nyengir.


“Kenapa kau tegah melakukan pada kami.”


“Jika itu saya balikan pada mertuaku ini apa


jawabannya, kenapa kalian lakukan hal itu pada istriku. Emang apa yang sudah


dilakukan istriku pada kalian?”


“Kau membagakan anak sialan itu menjadi istrimu.”


“Jaga mulut Anda mertuaku jika kau masih sayang


dengan nyawamu.”


“Emang untuk apa aku menutup mulutku demi anak


sialan itu, biarkan saja dia menderita.”


 Dirga makin


murka lalu dia mengambil air panas itu kemudian dirinya siramkan pada mertuanya


itu, hal itu terjadi lagi serta di hiasi suara rintihan ke sakitan.


“Ini tambahan untuk Anda mertuaku yang sudah


menghina istriku. Dan lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kalian berdua


mertuaku.”


 Kedua orang


itu hanya pasrah dengan apa yang di lakukan menantu laknat  mereka itu demi membela anak sialan itu. awas


saja kau anak sialan sudah membuat kami menderita di sini.

__ADS_1


Dirga meninggalkan rumah petak yang di jaga ketat


oleh orang- orang suruhannya agar mertuanya itu tak lepas dari genggaman dia.


__ADS_2