
Pertengkaran kedua
suami istri tersebut tak kunjung usai mereka saling membentak satu sama lain dan keegoisan mereka dalam
mempertahankan diri mereka. Pak Bimo dia sudah tak tahu lagi mau bagaimana dirinya harus
mencari sponsor lagi sekarang perusahaan
dia hampir di ambang bangkrut jangan sampai dirinya gulung tikar. Hanya karena istrinya yang selalu berpoya- poya dengan
teman- teman sosial lintasnya itu.
Sekarang pak
Bimo sedang di ruang kerjanya dia mau menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan istrinya
itu. Ini juga salah dirinya yang selalu memanjakan istrinya itu. banyak sekali pikiran yang bertumpuk di kepala saat ini, apa lagi dia juga harus
mencari keberadaan anaknya yang sudah hampir 1 tahun tak pulang lagi ke rumah. Dan
sekarang dia juga mesti mencari anaknya itu untuk di jodohkan dengan salah satu
putri rekannya.
Pikiran gila itu muncul di otaknya demi mempertahankan
perusahaan yang dia bangun itu, dia segera mencari keberadaan anaknya yang di
sayang- sayang itu, setidaknya bisa berguna menyelamatkan perusahaan dia dengan
menikahkan Distan dengan putri rekannya.
Sedang Buk Rere
sedang mondar- mandir di kamarnya saat
ini dia harus ikut teman- teman sosialisasinya pergi untuk berkumpul bersama di
__ADS_1
sebuah acara bergensi. Tentu saja dia harus ikut kesana, bagaimana dirinya tidak ikut ke sana bahkan
dirinya akan digosipkan oleh teman- temannya di sana.
Buk Rere keluar dari kamarnya mencari ke keberadaan
suaminya untuk meminta transfer uang ke rekeningnya , agar dia bisa shoping dan
membeli beberapa perhiasan mewah.
Dia mencari seluruh ruangan suaminya itu, namun tak di temukan
hingga dia masuk ke dalam ruangan kerja suaminya. Dia membuka pintu dengan elegan
dan melihat ke dalam apakah suaminya itu ada di dalam atau tidak. Sebuah
senyuman terukir di bibirnya, dia menghampiri suaminya tersebut. Kemudian dirinya
duduk di depan suaminya itu.
“Mas aku minta uang di transfer rekening aku?”
“Tak ada uang yang akan papa transfer ke mama lagi.”
“Kok gak ada ada si pa!” bentak istrinya itu.
“Tak ada uang yang akan digunakan untuk poyah- poyah
ma, sekarang perusahaan kita hampir gulung tikar.”
“Itu semua urusan papa, tapi uang itu aku butuh pa,”
“Tidak ada ma, tolong mengerti dengan keadaan kita
sekarang.”
“Tidak pa.”
__ADS_1
Pak Bimo hanya
mendiamkan saja istrinya semenjak perdebatan soal uang yang di minta oleh
istrinya itu. Dia harus mengatur ke keuangan istrinya itu biar gak poyah- poyah
dulu di saat dirinya genting begini.
“Ma semua fasilitas Mama akan Papa tarik.”
Itu putus dari kegelisahan dirinya menghadapi istrinya
itu.
“Tidak boleh seperti itu dong pa?” protes istrinya.
“Tak ada penolakan ma.”
Buk Rere hanya bisa menampilkan wajah marah pada
suaminya itu saat ini. dirinya sungguh ingin pergi ke acara itu, bagaimanapun
dirinya itu harus pergi.
Apa yang akan
terjadi jika dirinya tak datang.... semua kan menggosipkan dirinya, tentu saja
dirinya tak mau ketinggalan.
Malas melihat suaminya itu dirinya keluar dari ruang
kerja suaminya itu, dengan perasaan marah dan kesal pada suaminya itu. dia
merogoh tasnya lalu mengambil ponselnya
untuk menghubungi seseorang entah siapa yang di hubungi oleh buk Rere.
__ADS_1
...Terima kasih yang sudah dukung cerita ini dan semoga lebih baik lagi kedepannya...