MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Terlalu di manja dulu


__ADS_3

 Pertengkaran kedua


suami istri tersebut tak kunjung usai  mereka saling membentak satu sama lain dan keegoisan mereka dalam


mempertahankan diri mereka. Pak Bimo dia sudah  tak tahu lagi mau bagaimana dirinya harus


mencari sponsor lagi sekarang  perusahaan


dia hampir di ambang bangkrut jangan sampai dirinya gulung tikar. Hanya karena  istrinya yang selalu berpoya- poya dengan


teman- teman sosial lintasnya itu.


  Sekarang pak


Bimo  sedang di ruang kerjanya  dia  mau menenangkan diri terlebih dahulu sebelum berhadapan dengan istrinya


itu. Ini juga salah dirinya yang selalu memanjakan istrinya itu.  banyak sekali pikiran yang bertumpuk di  kepala saat ini, apa lagi dia juga harus


mencari keberadaan anaknya yang sudah hampir 1 tahun tak pulang lagi ke rumah. Dan


sekarang dia juga mesti mencari anaknya itu untuk di jodohkan dengan salah satu


putri rekannya.


Pikiran gila itu muncul di otaknya demi mempertahankan


perusahaan yang dia bangun itu, dia segera mencari keberadaan anaknya yang di


sayang- sayang itu, setidaknya bisa berguna menyelamatkan perusahaan dia dengan


menikahkan Distan dengan putri rekannya.


 Sedang Buk Rere


sedang mondar- mandir di kamarnya  saat


ini dia harus ikut teman- teman sosialisasinya pergi untuk berkumpul bersama di

__ADS_1


sebuah acara bergensi. Tentu saja dia harus ikut kesana,  bagaimana dirinya tidak ikut ke sana bahkan


dirinya akan digosipkan oleh teman- temannya di sana.


Buk Rere keluar dari kamarnya mencari ke keberadaan


suaminya untuk meminta transfer uang ke rekeningnya , agar dia bisa shoping dan


membeli beberapa perhiasan  mewah.


Dia mencari seluruh ruangan suaminya itu, namun tak di temukan


hingga dia masuk ke dalam ruangan kerja suaminya. Dia membuka pintu dengan elegan


dan melihat ke dalam apakah suaminya itu ada di dalam atau tidak. Sebuah


senyuman terukir di bibirnya, dia menghampiri suaminya tersebut. Kemudian dirinya


duduk di depan suaminya itu.


“Mas aku minta uang di transfer rekening aku?”


“Tak ada uang yang akan papa transfer ke mama lagi.”


“Kok gak ada ada si pa!” bentak istrinya itu.


“Tak ada uang yang akan digunakan untuk poyah- poyah


ma, sekarang perusahaan kita hampir gulung tikar.”


“Itu semua urusan papa, tapi uang itu aku butuh pa,”


“Tidak ada ma, tolong mengerti dengan keadaan kita


sekarang.”


“Tidak pa.”

__ADS_1


 Pak Bimo hanya


mendiamkan saja istrinya semenjak perdebatan soal uang yang di minta oleh


istrinya itu. Dia harus mengatur ke keuangan istrinya itu biar gak poyah- poyah


dulu di saat dirinya genting begini.


“Ma semua fasilitas Mama   akan Papa tarik.”


Itu putus dari kegelisahan dirinya menghadapi istrinya


itu.


“Tidak boleh seperti itu dong pa?” protes istrinya.


“Tak ada penolakan ma.”


Buk Rere hanya bisa menampilkan wajah marah pada


suaminya itu saat ini. dirinya sungguh ingin pergi ke acara itu, bagaimanapun


dirinya itu harus pergi.


Apa  yang akan


terjadi jika dirinya tak datang.... semua kan menggosipkan dirinya, tentu saja


dirinya tak mau ketinggalan.


Malas melihat suaminya itu dirinya keluar dari ruang


kerja suaminya itu, dengan perasaan marah dan kesal pada suaminya itu. dia


merogoh tasnya lalu  mengambil ponselnya


untuk menghubungi seseorang entah siapa yang di hubungi oleh buk Rere.

__ADS_1


...Terima kasih yang sudah dukung cerita ini dan semoga lebih baik lagi kedepannya...


__ADS_2