MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Distan tinggal di rumah Dirga


__ADS_3

Selesai


makan malam  sepasang suami istrinya


kembali ke rumah mereka. Setiba didepan pintu mereka sudah di nanti oleh  oleh Distan  yang dari tadi mondar-mandir di depan pintu.


“Kakak


kenapa mondar- mandir di depan pintu, kenapa gak masuk aja kak?” tanya Ani.


“Hii...hi...,”  tawa Ani sambil menggaruk kepala yang tak


gatal.


“kamu


lama pulang si, jadi kakak nunggu  di


sini saja dek.”


“Yok


kak masuk ke dalam di luar udaranya dingin,” aja Ani sambil mengandeng tangan


kakaknya dan dia bergelayut manja di tangan Distan.


Dirga


yang melihat hanya diam saja dan mengikuti dua kakak beradik itu masuk ke dalam


rumah. Ani dan Distan  duduk di kursi


lalu Distan menatap adiknya itu dengan serius sekali.


“Dek


kayak mama sudah curiga dengan keberadaan kakak di rumah kamu,” bisik Distan


di telinga adiknya.


“Iya


kakak lalu kita harus gimana sekarang?” tanya Ani.


“Satu-


satu cara sekarang kakak terpaksa harus sembunyi di sini dek. Kakak takut


mereka akan menghancurkan-  rumah mu itu


dek.”


“Iya


kakak, aku mengerti kakak.”


“Iya


dek, kemaren ada beberapa suruhan papa ngikutin kakak.”


“Untuk


sekarang kakak tinggal di sini dulu kakak.”


“Lalu


kak, apa mereka tahu kakak kerja di restoran?” tanya Ani.


“kakak


kemaren hampir ke tahuan sama mama kalau kakak kerja di sana. Sebab kemaren mereka


makan di restoran di mana kakak kerja.”


“Apa


mereka mengenali kakak?”


“Iya


mereka mungkin mengetahui kakak, terutama mamam, namun kakak bilang ke mereka


kalau kakak itu bukan orang yang mereka cari.”


“untuk


sementara kakak berhenti dulu kerja dulu kakak.”


“Kalau


kakak berhenti kerja mau dapat money dari mana sayang ku,” ucap Distan mengusap


kepala adiknya.


“Kakak


tenang aja, aku punya tabungan sedikit kakak bisa pakai  uang itu kak.”


“Untuk


sementara kakak akan pakai uang kamu dulu dek, nanti kakak akan cari pekerjaan


setelah mama tak mencari kakak lagi.”


“Iya


kakak, sekarang kita fokus dulu aja untuk Ujian akhir kakak.”


“Iya,


saat ini kakak fokus sama ujian dulu Ani, nanti baru kakak pikirkan lagi.”


 Dirga yang memperhatikan dua adik kakak


berbicara tampak serius sekali. Dia ingin tahu apa yang sedang mereka bicarakan


saat ini. dia ingin sekali ikut dengan pembicaraan mereka.


“Kalian


berdua sedang bicarakan apa?” tanya Dirga.


“Anu...anu

__ADS_1


mas...” jawab Ani dengan Gugup.


“Anu...anu...


apa sayang,” tanya  Dirga.


“Itu


mas, Kakak Dirga mau nginap di sini dulu sampai kita selesai ujian akhir


sekolah. Sebab saat ini kakak Distan sudah lama pergi dari rumah, jadi dia gak


tinggal lagi di rumah. Dan sekarang anak buah mama, papa, sedang mencari kakak


Distan.”


“Kalau


di cari kenapa gak pulang?”  tanya Dirga.


“Tidak


bisa mas, mas tahu siapa orang tuaku,” saut Distan.


“Hmmm...


lalu  berapa lama kau akan tinggal di


sini?” tanya Dirga.


“Mas


kok ngomong gitu sama kakak Distan!” tegas Ani.


“Mas


gak bermaksud ngomong seperti itu sayang, kalau Distan tinggal di sini gak papa


sama mas, namun mas gak mau nanti Distan membawa ke sini Bocah tengil itu.”


“ha...ha...ha..


emang kenapa dengan kakak Rendy mas, datang ke sini?” tanya Ani.


“Sayang


kamu tahu kalau dia selalu bikin mas itu marah terus dengan tingkahnya itu.”


“Mas


aja yang kepancing sama kak Rendy.”


“Bagaimana


tidak sayang, dia selalu dekat- dekat dengan kamu.”


“mas


kak Rendy itu dia memang seperti itu dari dulu, bahkan semua pria yang dekat


denganku di sekolah aja  dia kan membuat


mereka akan marah-marah dengan sikap kakak Rendy.”


“Apa


selain si curut  yang kemaren?” protes


Dirga.


Aduh...batin


Ani dia sudah keceplosan ngomong lagi... ini akan ngambek lagi ini.pasti akan


berdebat lagi dengan suaminya itu.


“Mas..


itu dulu mas, sebelum aku punya suami mas,” tutur Ani menuju suaminya yang


duduk di ujung kursi sana.


“Tapi


kenyataan apa  yang mas lihat waktu itu?”


ujar Dirga di samping istrinya itu.


“Mas


aku juga gak tahu juga mas, jadi jangan di bahas lagi ya.”


“Tapi


mas gak suka.”


“Iya


mas, aku juga gak dekat-dekat dengan kak Doni itu mas.”


“Jangan


kamu sebut- sebut nama dia di depan mas sayang.”


Distan


yang melihat dua orang itu yang tak mau mengalah satu cemburuan satunya friendly


ke semua laki- laki. Melihat mereka berdua berdebat Distan sebagai penonton


hanya bisa cekikikan melihat tingkah Dirga adik iparnya itu yang begitu


cemburuan sama adiknya.


Bukan


masalah dia yang selesai malah dirinya yang harus mengerti dua orang itu.


“Ini


aku nonton drama live ya,” sindir Distan.


“Diam

__ADS_1


kakak, ini juga paya bujuk dia,” balas Ani.


“Emang


siapa yang kamu bujuk,” kata Dirga dengan menautkan ke dua alisnya.


“Bujuk


mas lah, emang mau bujuk kak Rendy.”


Cup..cup...


“sekali


kamu ngomong gitu maka mas akan hukum kamu lebih dari ini sayang, mas gak akan


lihat di mana tempat nanti,” ancam Dirga.


“Wau..


ganas juga suami kamu dek, kakak gak nyangka dek,” goda Distan pada adiknya.


Ani


seketika merasa panas ke dua pipinya dengan godaan yang di lemparkan oleh


kakaknya itu. dia hanya bisa menatap kakaknya dengan tajam dan bersiap mengamuk


kakaknya itu.


“Distan


kamu lebih baik istirahat sana, sudah malam jangan menjahili istriku.”


“Iya


adik ipar aku tahu hari sudah malam, aku juga perlu di suruh juga, aku bisa


sendiri kali.”


“Kalau


bisa pergi sendiri.”


“Baik,


tapi di mana gue harus tidur ini?” tanya Distan.


“Di


kamar itu,” tunjuk Dirga.


“Kenapa


gak di kamar kamu aja dik. Kan gue bisa dengar suara....ah...uh..ah...,” ujar


Distan.


Pletak...


Ani menjitak kepala kakaknya itu yang pikirannya traveling kemana- mana.


“Kok


di jitak si dek,” protes kakaknya.


“Kakak


itu mikir apa si,” ujar Ani.


“Ya


kakak gak ngomong apa- apa kok.”


“Sudah


lah kak. Sekarang kakak istirahat  besok


kita sekolah.”


“Iya


dek, kalau begitu kakak masuk dulu, selamat malam.”


“Selamat


malam kakak,” balas Ani sambil mencium  pipih kakaknya.


Distan


sudah masuk ke dalam kamarnya lalu Ani melihat ke  arah suaminya.


“Mas


kira- kira di kantor kamu ada lowongan pekerjaan gak mas?” tanya Ani.


“Ada


emang kenapa sayang?”


“Mas


bisa gak  kakak aku kerja di sana gak? Sebab


dia kemaren kerja di restoran hampir ke tahuan  sama mama dan papa dan sekarang suruhan papa lagi mencari kakak.”


“Bisa


besok kakak akan masukan dia kerja di kantor kakak sebagai asisten kakak aja


sayang, sebab mas butuh asisten yang  kompeten. Jadi mas kira itu cocok untuk kakak kamu sayang.


“Serius


mas, aku senang mendengarnya. Terima kasih ya mas.”


“Iya


sayang, ayok sekarang kita istirahat besok kamu harus  sekolah kan.”


“iya


mas.”

__ADS_1


__ADS_2