MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Salah Paham


__ADS_3

 Setiba di pintu gerbang sekolah  istrinya itu Dirga melihat ponselnya lagi dan


menghubungi sang istrinya namun panggilan tidak diangkat oleh Ani. Dia menungu


Ani di depan gerbang sekolah itu tentunya dia bersandar di mobil lamborgini


miliknya tersebut.


Semua


siswa –siswi yang melihat ke datangan Dirga sangat  antusias melihat pria tampan yang sedang


berdiri di depan mobil tersebut. Dia juga sangat penasaran kenapa istrinya juga


belum keluar juga. Dia merasa riih saat siswa- siswi itu memuji  dirinya namun yang di tunggu tak kunjung


keluar.


 Ani yang sudah keluar dari kelasnya langsung


menuju kelas Kakaknya Distan, namun dirinya juga bertemu dengan Doni, tentu saja


Doni akan mengajak Ani agar mau ikut dengan dirinya sebentar.


“Ani


bisa gak kamu ikut aku sebentar?” tanya Doni.


“Emang


mau kemana?” tanya dia.


“Ada


hal penting yang mau aku omongin sama kamu,” kata Doni.


“Disini


saja  soalnya aku mau cepat pulang hari


ini.”


“Gak


bisa Ani, aku butuh tempat yang tenang yang hanya ada kita berdua.”


“Lalu


kamu mau ngomong di mana?” tanya Ani.


“Di


sana saja, itu kayaknya aman de buat kita ngomong.”


“Baik


la.”


  Akhirnya mereka pergi ke samping pakiran luas


itu.


“Kamu


mau ngomng apa Doni?” tanya Ani.


 Doni yang tampak sedikit ragu dan gugup akan


berhadapan dengan Ani saat ini. keringat dingin sudah mulai membanjiri dirinya.


“Aku


mau ngong kalau aku selama ini ada rasa sama kamu.”


“Rasa


apa yang kamu punya padaku Doni?” tanya Ani yang bingung dengan perkataan Doni.


“Aku


menyukai kamu Ani, aku sayang sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?” tutur


Doni dengan payah dan ia  merasa legah


saat kata- kata tersebut sudah keluar dari mulutnya.


Ani


yang mendengar itu hanya kaget sebentar lalu dia bisa menormalkan dirinya akan


apa yang diungkapkan oleh Doni.  Dia juga


tidak tahu harus memberikan jawaban apa sama Doni saat ini, dia gak mungkin


mengatakan ke Doni jika dirinya sudah bersuami.


“Maaf


Doni aku tidak bisa menjawab pertanyaan kamu, sebaiknya kamu lupakan saja

__ADS_1


perasaan yang kamu milik itu pada ku. Karena aku sudah ada pacar,” jawab Ani


dengan tegas.


“Aku


gak yakin kamu sudah ada pacar Ani, setiap hari itu kamu hanya denga ke tiga


kakak- kakak mu itu yang tentu saja tidak ada sorang laki- laki yang bisa


mendekati kamu. Kalau gak di hadang oleh tiga laki- laki di skitarmu itu.”


“Aku


serius Doni aku sudah mempunyai pacar, jadi kamu lupakan aja apa yang kamu rasakan


itu padaku.”


“Tak


semudah itu Ani, aku yakin dan akan memastikan sendiri jika  kamu just alone now! Dan aku akan tetap


menunggu jawaban dari kamu Ani.  Aku tidak


mau penolakan.”


“Aku


sudah bilang, aku sudah ada pacar, jadi jangan berharap kamu bisa menjadi pacar


aku.”


Doni


tidak terima siapa laki-laki yang sudah melangkahi dirinya untuk menjadi pacar


Ani . dia tidak akan diam saja ia akan mencari kebenarannya. Ani hanya untuk


dirinya saja, sudah 3 tahun dia menyukai Ani dan sekarang dia mengaku sudah


punya pacar tentu saja  hatinya sangat


sakit mendengar penuturan Ani akan diriya sudah punya pacar. Dia tidak rela


gais yang dia sukai selama tiga tahun ini  di rebut oleh laki- laki itu.


“Sekarang


aku harus pergi,” ucap Ani dan berbelok meninggal Doni tetapi langkah kakinya


terhenti saat tangannya di tarik oleh Doni dan Ani jatuh ke pangkuan Doni saat


memeluk Ani berbisik di telinga Ani.


“Aku


tidak akan biarkan orang yang aku sukai di miliki orang lain.”


Ani


yang tersadar dengan posisinya segera berdiri dari sana.


“Semua


tak bisa kamu paksakan, karena cinta tak harus bersama,” balas Ani lalu menatap


Doni dengan tegas.


“Tapi


sayang itu semua tak berlaku dengan diriku Ani! Kamu gadisku dan tak akan ku


biarkan pria lain bersama dengan kamu , hanya aku yang boleh bersama dengan


kamu.”


“Terserah


dengan kamu, aku tak peduli asal kamu jangan pernah sakit pacarku.”


Sedangkan


tak  jauh jarak antara Ani dan Doni


seseorang menatap pria itu dengan sangat marah, mata yang tajam menatap bocah


itu dan kepalan tangan yang siap di layangkan ke wajah bocah itu, dia sudah


menahan diri dari tadi saat pria itu mengungkapkan perasaannya pada istrinya.


Dan


membuat dirinya marah lagi, mendengar perkataan istrinya jika Ani punya pacar. Lalu


Ani selingkuh selama ini di belakangnya? Itu lah yang sekarang ada di benaknya.


Dengan


cepat dia pergi dari sana agar tidak ketahuan oleh Ani, tapi naas Ani melihat

__ADS_1


suaminya itu pergi dai sana .


“Berarti


mas Dirga melihat aku dari tadi, pasti mas Dirga dengar semua dan salah paham


sama aku.”


Ani


segera menyusul suaminya itu, benar saja suaminya sudah menunggu di dalam


mobil, Ani segera masuk ke dalam mobil itu.saat dia masuk ia bisa melihat raut


wajah suaminya yang penuh dengan amarah dan benar dugaannya mas Dirga salah paham


terhadap dirinya.


Dirga


segera menancap gas mobilnya lalu melajukan dengan kecepatan di atas rata-


rata. Ani juga sangat kaget dengan hal itu, namun dia diam saja saat init takut


dia malah bikin suaminya itu makin murka. Bisa berabe urusannya ini.


Dirga


membela perjalanan itu dengan sangat kencang, niatnya untuk makan siang telah


lenyap saat mendengar istrinya mempunyai pacar selain dia suaminya. Tiba- tiba


rasa emosi dan marah itu tak lagi bisa di bendungnya  ia sangat ingin cepat sampai di rumah.


Akhirnya


samapi di rumah Dirga segera turun dari mobil  lalu membuka pintu mobil di tempat istrinya itu dengan kasar dan menarik


istrinya itu untuk turun . Tangan Ani di tarik dengan  kasar oleh Dirga ke dalam kamar mereka. Sampai


di kamar Dirga segera menguci pintu dan kuncinya di kantungi di saku celana


miliknya tampa melepaskan tangan istrinya itu.


Dirga


menatap istrinya itu dengan tajam.


“Siapa


selingkungan kamu Ani?” tanya Dirga dengan kepada Ani.


“Tidak


ada mas.”


“Lalu


siapa laki- laki yang menjadi pacar kamu itu, sehingga kamu tak mengakui  aku sebagai suami mu!” ujar Dirga dengan


tegas.


“Tidak


ada  mas, aku tidak punya pacar. Mas itu


salah paham sama aku,” ujar Ani.


“Salah


paham kamu bilang, jelas kamu ngomong sudah punya pacar pada bocah ingusan itu,


berarti kamu itu selingkuh di belakang aku.”


“Aku


gak selingku mas, mas salah paham saja. Aku terpaksa bicara seperti itu sama


Doni, sebab tak mungkin aku bilang aku sudah bersuami mas,  maka aku akan jadi topik berita paling  panas nanti mas, jika semua sudah tahu aku


sudah menikah,” jelas Ani pada Dirga.


“Aku


gak percaya Ani.”


“Mas


percaya sama aku . aku serius aku tidak berselingkuh lagian dengan siapa aku


mau selingkuh sedangkan di hadapan aku ada yang tak tertandingi,” ujar Ani.


Dirga


mengelah nafasnya perlahan “ Kamu serius kan sayang?”



Iya mas, aku  serius.”

__ADS_1


__ADS_2