
Setiba di pintu gerbang sekolah istrinya itu Dirga melihat ponselnya lagi dan
menghubungi sang istrinya namun panggilan tidak diangkat oleh Ani. Dia menungu
Ani di depan gerbang sekolah itu tentunya dia bersandar di mobil lamborgini
miliknya tersebut.
Semua
siswa –siswi yang melihat ke datangan Dirga sangat antusias melihat pria tampan yang sedang
berdiri di depan mobil tersebut. Dia juga sangat penasaran kenapa istrinya juga
belum keluar juga. Dia merasa riih saat siswa- siswi itu memuji dirinya namun yang di tunggu tak kunjung
keluar.
Ani yang sudah keluar dari kelasnya langsung
menuju kelas Kakaknya Distan, namun dirinya juga bertemu dengan Doni, tentu saja
Doni akan mengajak Ani agar mau ikut dengan dirinya sebentar.
“Ani
bisa gak kamu ikut aku sebentar?” tanya Doni.
“Emang
mau kemana?” tanya dia.
“Ada
hal penting yang mau aku omongin sama kamu,” kata Doni.
“Disini
saja soalnya aku mau cepat pulang hari
ini.”
“Gak
bisa Ani, aku butuh tempat yang tenang yang hanya ada kita berdua.”
“Lalu
kamu mau ngomong di mana?” tanya Ani.
“Di
sana saja, itu kayaknya aman de buat kita ngomong.”
“Baik
la.”
Akhirnya mereka pergi ke samping pakiran luas
itu.
“Kamu
mau ngomng apa Doni?” tanya Ani.
Doni yang tampak sedikit ragu dan gugup akan
berhadapan dengan Ani saat ini. keringat dingin sudah mulai membanjiri dirinya.
“Aku
mau ngong kalau aku selama ini ada rasa sama kamu.”
“Rasa
apa yang kamu punya padaku Doni?” tanya Ani yang bingung dengan perkataan Doni.
“Aku
menyukai kamu Ani, aku sayang sama kamu. Kamu mau gak jadi pacar aku?” tutur
Doni dengan payah dan ia merasa legah
saat kata- kata tersebut sudah keluar dari mulutnya.
Ani
yang mendengar itu hanya kaget sebentar lalu dia bisa menormalkan dirinya akan
apa yang diungkapkan oleh Doni. Dia juga
tidak tahu harus memberikan jawaban apa sama Doni saat ini, dia gak mungkin
mengatakan ke Doni jika dirinya sudah bersuami.
“Maaf
Doni aku tidak bisa menjawab pertanyaan kamu, sebaiknya kamu lupakan saja
__ADS_1
perasaan yang kamu milik itu pada ku. Karena aku sudah ada pacar,” jawab Ani
dengan tegas.
“Aku
gak yakin kamu sudah ada pacar Ani, setiap hari itu kamu hanya denga ke tiga
kakak- kakak mu itu yang tentu saja tidak ada sorang laki- laki yang bisa
mendekati kamu. Kalau gak di hadang oleh tiga laki- laki di skitarmu itu.”
“Aku
serius Doni aku sudah mempunyai pacar, jadi kamu lupakan aja apa yang kamu rasakan
itu padaku.”
“Tak
semudah itu Ani, aku yakin dan akan memastikan sendiri jika kamu just alone now! Dan aku akan tetap
menunggu jawaban dari kamu Ani. Aku tidak
mau penolakan.”
“Aku
sudah bilang, aku sudah ada pacar, jadi jangan berharap kamu bisa menjadi pacar
aku.”
Doni
tidak terima siapa laki-laki yang sudah melangkahi dirinya untuk menjadi pacar
Ani . dia tidak akan diam saja ia akan mencari kebenarannya. Ani hanya untuk
dirinya saja, sudah 3 tahun dia menyukai Ani dan sekarang dia mengaku sudah
punya pacar tentu saja hatinya sangat
sakit mendengar penuturan Ani akan diriya sudah punya pacar. Dia tidak rela
gais yang dia sukai selama tiga tahun ini di rebut oleh laki- laki itu.
“Sekarang
aku harus pergi,” ucap Ani dan berbelok meninggal Doni tetapi langkah kakinya
terhenti saat tangannya di tarik oleh Doni dan Ani jatuh ke pangkuan Doni saat
memeluk Ani berbisik di telinga Ani.
“Aku
tidak akan biarkan orang yang aku sukai di miliki orang lain.”
Ani
yang tersadar dengan posisinya segera berdiri dari sana.
“Semua
tak bisa kamu paksakan, karena cinta tak harus bersama,” balas Ani lalu menatap
Doni dengan tegas.
“Tapi
sayang itu semua tak berlaku dengan diriku Ani! Kamu gadisku dan tak akan ku
biarkan pria lain bersama dengan kamu , hanya aku yang boleh bersama dengan
kamu.”
“Terserah
dengan kamu, aku tak peduli asal kamu jangan pernah sakit pacarku.”
Sedangkan
tak jauh jarak antara Ani dan Doni
seseorang menatap pria itu dengan sangat marah, mata yang tajam menatap bocah
itu dan kepalan tangan yang siap di layangkan ke wajah bocah itu, dia sudah
menahan diri dari tadi saat pria itu mengungkapkan perasaannya pada istrinya.
Dan
membuat dirinya marah lagi, mendengar perkataan istrinya jika Ani punya pacar. Lalu
Ani selingkuh selama ini di belakangnya? Itu lah yang sekarang ada di benaknya.
Dengan
cepat dia pergi dari sana agar tidak ketahuan oleh Ani, tapi naas Ani melihat
__ADS_1
suaminya itu pergi dai sana .
“Berarti
mas Dirga melihat aku dari tadi, pasti mas Dirga dengar semua dan salah paham
sama aku.”
Ani
segera menyusul suaminya itu, benar saja suaminya sudah menunggu di dalam
mobil, Ani segera masuk ke dalam mobil itu.saat dia masuk ia bisa melihat raut
wajah suaminya yang penuh dengan amarah dan benar dugaannya mas Dirga salah paham
terhadap dirinya.
Dirga
segera menancap gas mobilnya lalu melajukan dengan kecepatan di atas rata-
rata. Ani juga sangat kaget dengan hal itu, namun dia diam saja saat init takut
dia malah bikin suaminya itu makin murka. Bisa berabe urusannya ini.
Dirga
membela perjalanan itu dengan sangat kencang, niatnya untuk makan siang telah
lenyap saat mendengar istrinya mempunyai pacar selain dia suaminya. Tiba- tiba
rasa emosi dan marah itu tak lagi bisa di bendungnya ia sangat ingin cepat sampai di rumah.
Akhirnya
samapi di rumah Dirga segera turun dari mobil lalu membuka pintu mobil di tempat istrinya itu dengan kasar dan menarik
istrinya itu untuk turun . Tangan Ani di tarik dengan kasar oleh Dirga ke dalam kamar mereka. Sampai
di kamar Dirga segera menguci pintu dan kuncinya di kantungi di saku celana
miliknya tampa melepaskan tangan istrinya itu.
Dirga
menatap istrinya itu dengan tajam.
“Siapa
selingkungan kamu Ani?” tanya Dirga dengan kepada Ani.
“Tidak
ada mas.”
“Lalu
siapa laki- laki yang menjadi pacar kamu itu, sehingga kamu tak mengakui aku sebagai suami mu!” ujar Dirga dengan
tegas.
“Tidak
ada mas, aku tidak punya pacar. Mas itu
salah paham sama aku,” ujar Ani.
“Salah
paham kamu bilang, jelas kamu ngomong sudah punya pacar pada bocah ingusan itu,
berarti kamu itu selingkuh di belakang aku.”
“Aku
gak selingku mas, mas salah paham saja. Aku terpaksa bicara seperti itu sama
Doni, sebab tak mungkin aku bilang aku sudah bersuami mas, maka aku akan jadi topik berita paling panas nanti mas, jika semua sudah tahu aku
sudah menikah,” jelas Ani pada Dirga.
“Aku
gak percaya Ani.”
“Mas
percaya sama aku . aku serius aku tidak berselingkuh lagian dengan siapa aku
mau selingkuh sedangkan di hadapan aku ada yang tak tertandingi,” ujar Ani.
Dirga
mengelah nafasnya perlahan “ Kamu serius kan sayang?”
“
Iya mas, aku serius.”
__ADS_1