
Kring....
kring bunyi alarm di samping tempat tidur mereka. Ani yang mendengar alarm
sudah berbunyi segera bangun dari tidurnya lalu dia melihat ternyata hari sudah
menunjukan pukul 4: 30 pagi. Ani segera turun dan beranjak dari kasurnya itu
menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu sebentar lagi
waktu sholat akan masuk.
Dia masuk ke dalam kamar mandi, kemudian dia
mencuci wajahnya terlebih dahulu kemudian dia menyalakan air di mbak mandi mewah itu, lalu dia mulai
melepaskan pakaian untuk segera mani. Ani meras air sudah cukup untuk dia mandi
segera masuk ke dalamnya Tak lama kemudian dia sudah bersih mengguyur seluruh
tubuhnya dengan air dan segera beranjak
dari sana kemudian segera melilit tubuhnya dengan kimono miliknya.
Dengan
langkah perlahan dia membuka pintu kamar mandi agar tidak berisik , ia keluar
dari kamar mandi menuju closed untuk berganti pakaiannya hari ini. suara azan sudah mulai terdengar berkumandang
Di ponselnya. Ani lekas membangun
suaminya yang tertidur pulas tak terusik sama sekali.
“Mas
bangun, sudah azan kita sholat dulu.”
‘Bentar
sayang, mas masih ngantuk.”
“Gak
boleh nanti- nanti mas, gak baik lo kita tunda- tunda waktu sholat mas.”
“Iya
sayang,” jawab Dirga sambil bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Dirga
keluar dari kamar mandi segera menuju sajadah yang sudah dibentangkan oleh
__ADS_1
istrinya tersebut, kemudian mereka melaksanakan sholat berjema’ah bersama. Dirga
dengan khusuk menjadi iman untuk makmumnya.
Salam
terakhir pun sudah selesai, Dirga menghadap ke istrinya lalu mengulurkan
tangannya sama Ani , ani menyambut dengan lembut tangan suaminya dan mencium
tangan suaminya itu. kemudian dia menatap suami lalu tersenyum ceria pada
suaminya itu, di balas oleh Dirga dengan mencium dahi istrinya itu.
Hatinya
begitu senang melihat istrinya itu tersenyum bahagia.
“Hari
ini kamu akan berangkat ke kampus kamu?” tanya Dirga.
“Iya
mas, hari ini aku akan berangkat ke kampus.”
“Oke
nanti mas antar ya, tapi jangan genit- genit sama pria lain ingat kamu sudah
“Iya
mas aku ingat kok, tapi aku khilaf gak papa ya.”
“Jangan
sampai itu terjadi sayang, kamu akan aku hukum jika genit- genit sama pria
lain.”
“Oke sekarang aku ke dapur dulu mau masak mas,”
“Kan
ada maid yang akan memaksakan sayang, kamu gak usah masak. Kalau kamu masak
untuk apa mas pekerjakan mereka.”
“Mas
aku mau masak itu untuk kok, boleh ya.”
“Gak
__ADS_1
sayang, kamu gak boleh .”
“Ayo
lah mas,” bujuk Ani.
“Gak
sayang, dari pada kamu masak lebih baik kamu bantu mas bikin adonan nikmat,”
ujar Dirga tanpa filter.
Ani
yang mendengar yang di katakan oleh
suaminya itu segera berdiri dan beranjak dari suaminya itu.
“Kamu
kok pergi.”
“Mas
aku hari ini pergi ke kampus, jadi aku siap- siap dulu.”
“Ini
masih jam lima pagi sayang, belum ada
itu kampus kamu buka. Kamu masuk jam 9 nanti, ayo lah bantu mas sayang. Udah
gak tahan mas sayang.”
“Gak
mas,” Ani meninggalkan suaminya itu yang sedang menahan sesuatu yang ingin
keluar dari balik sarung yang da gunakan.
Hari
sudah jam 9 pagi Ani sudah siap- siap berangkat ke kampusnya sekarang dirinya
di antar oleh suaminya itu.
“Ayo
mas kita berangkat ke buru nanti telat aku.”
“Iya
sabar sayang, ini kita jalan ini.”
__ADS_1
“Iya
mas.”