MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Hari pertama ke kampus


__ADS_3

Kring....


kring bunyi alarm di samping tempat tidur mereka. Ani yang mendengar alarm


sudah berbunyi segera bangun dari tidurnya lalu dia melihat ternyata hari sudah


menunjukan pukul 4: 30 pagi. Ani segera turun dan beranjak dari kasurnya itu


menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengambil wudhu sebentar lagi


waktu sholat akan masuk.


 Dia masuk ke dalam kamar mandi, kemudian dia


mencuci wajahnya terlebih dahulu  kemudian dia menyalakan air di mbak mandi mewah itu, lalu dia mulai


melepaskan pakaian untuk segera mani. Ani meras air sudah cukup untuk dia mandi


segera masuk ke dalamnya Tak lama kemudian dia sudah bersih mengguyur seluruh


tubuhnya dengan air  dan segera beranjak


dari sana kemudian segera melilit tubuhnya dengan  kimono miliknya.


Dengan


langkah perlahan dia membuka pintu kamar mandi agar tidak berisik , ia keluar


dari kamar mandi menuju closed untuk  berganti pakaiannya hari ini. suara azan sudah mulai terdengar berkumandang


Di ponselnya. Ani  lekas membangun


suaminya yang tertidur pulas tak terusik sama sekali.


“Mas


bangun, sudah azan kita sholat dulu.”


‘Bentar


sayang, mas masih ngantuk.”


“Gak


boleh nanti- nanti mas, gak baik lo kita tunda- tunda waktu sholat mas.”


“Iya


sayang,” jawab Dirga sambil bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Dirga


keluar dari kamar mandi segera menuju sajadah yang sudah dibentangkan oleh

__ADS_1


istrinya tersebut, kemudian mereka melaksanakan sholat berjema’ah bersama. Dirga


dengan khusuk menjadi iman untuk makmumnya.


Salam


terakhir pun sudah selesai, Dirga menghadap ke istrinya lalu mengulurkan


tangannya sama Ani , ani menyambut dengan lembut tangan suaminya dan mencium


tangan suaminya itu. kemudian dia menatap suami lalu tersenyum ceria pada


suaminya itu, di balas oleh Dirga dengan mencium dahi istrinya itu.


Hatinya


begitu senang melihat istrinya itu tersenyum bahagia.


“Hari


ini kamu akan berangkat ke kampus kamu?” tanya Dirga.


“Iya


mas, hari ini aku akan berangkat ke kampus.”


“Oke


nanti mas antar ya, tapi jangan genit- genit sama pria lain ingat kamu sudah


“Iya


mas aku ingat kok, tapi aku khilaf gak papa ya.”


“Jangan


sampai itu terjadi sayang, kamu akan aku hukum jika genit- genit sama pria


lain.”


 “Oke sekarang aku ke dapur dulu mau masak mas,”


“Kan


ada maid yang akan memaksakan sayang, kamu gak usah masak. Kalau kamu masak


untuk apa mas pekerjakan mereka.”


“Mas


aku mau masak itu untuk kok, boleh ya.”


“Gak

__ADS_1


sayang, kamu gak boleh .”


“Ayo


lah mas,” bujuk Ani.


“Gak


sayang, dari pada kamu masak lebih baik kamu bantu mas bikin adonan nikmat,”


ujar Dirga tanpa filter.


Ani


yang mendengar  yang di katakan oleh


suaminya itu segera berdiri dan beranjak dari  suaminya itu.


“Kamu


kok pergi.”


“Mas


aku hari ini pergi ke kampus, jadi aku siap- siap dulu.”


“Ini


masih jam  lima pagi sayang, belum ada


itu kampus kamu buka. Kamu masuk jam 9  nanti, ayo lah  bantu mas sayang. Udah


gak tahan mas sayang.”


“Gak


mas,” Ani meninggalkan suaminya itu yang sedang menahan sesuatu yang ingin


keluar dari balik sarung yang da gunakan.


Hari


sudah jam 9 pagi Ani sudah siap- siap berangkat ke kampusnya sekarang dirinya


di antar oleh suaminya itu.


“Ayo


mas kita berangkat ke buru nanti telat aku.”


“Iya


sabar sayang, ini kita jalan ini.”

__ADS_1


“Iya


mas.”


__ADS_2