
Pagi
ini Ani sudah siap-siap pergi sekolah
saat ini dirinya di jemput oleh Aldo. Sebenarnya dirinya tidak mau diantarkan
oleh suaminya sebab dia tidak mau tahu jika dirinya sudah punya suami sebelum dirinya tamat dari sekolah itu.
dia bersikap seolah dirinya tidak mempunyai suami jika di sekolah. Dan itulah
yang membuat dirinya akan menjadi terget para pria di sekolah , mereka tidak mengetahui status yang di sandang sang gadis tersebut.
Bumn..bumn...
bunyi motor di depan teras Ani ,
pertanda dirinya sudah di jemput. Dia
segera keluar menghampiri Aldo tak lupa dengan tas sandang melekat di
punggungnya itu.
“Kita
berangkat sekarang atau nungguh dulu ni?” tanya Ani.
“Berangkat
sekarang dong. Mau telat lagi, terus di hukum dan di kerjain sama si Dion resek
itu mau?” tanya Aldo pada Ani.
“Amit-
amit cabang bayi, aku malas bangat berusan dengan tu orang.”
“Makanya
segera naik dong jangan , ngomel lagi!”
perintah Aldo dengan senang hati Ani menaiki motor tersebut.
Dirga yang melihat hanya menatap kesal dengan
istrinya iu, dia mau mengantar gak mau , malah pergi sama orang lain, pake
boncengan segala lagi. Gimana gak buat dirinya cemburu setiap hari coba.
Setelah melihat kepergian istrinya tersebut
Dirga segera masuk ke kamar mandi buat mandi dan bersiap ntuk berangkat ke
kantor, hari ini yaren ingin ke kantor dan bertemu dengan istrinya itu. mengingat kemaren bertapa cemburu istrinya itu membuat hatinya menghangat , walau dia
menikah dengan Ani tidak berlandaskan cinta hanya paksaan dari orang tuanya.
Karena di desak untuk segera menikah sehingga dirinya menerima tawaran dari
orang tua Ani. Semenjak pertama dirinya melihat wajah Ani di hari pernikahan
hatinya begitu bergetar, berdebar – debar melebih sebelumnya. Saat itu dirinya
sudah jatuh hati pada sosok gadis mungil itu. Sampai saat ini belum ada yang
mengetahui jika dirinya sudah menikah
baik di kantor maupun di luar kantor terkecuali keluarga dan beberapa
kerabatnya. Selesai dengan pemikirannya Dirga segera masuk ke dalam kamar mandi.
Tak selang beberapa lama Dirga keluar dari
kamar mandi dengan handuk yang di lilit pinggangnya yang hanya menutupi area terlarang tersebut. Dia segera memakai pakaian yang sudah di
siapkan oleh istrinya itu.
Setelah
siap semua dia segera berangkat ke
kantor dengan mobil lamborjini miliknya itu. selama perjalanan dirinya mencoba
mendengarkan musik dari earphone miliknya dan menemani sepanjanga perjalanan.
Akhirnya
tiba di kantor dia memakir mobil khusus CEO, turun dari mobil lalu masuk ke
lift yang menghubungkan dengan rungannya. Ketika masuk ke dalam ruang ia di kagetkan oleh mertuanya ada
di dalam sana. Siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam ruangannya. Dia
tidak mau menunjukkan ekspresi yang tidak senang akan hal pribadinya di
masuki tanpa izin .
“Selamat
Pagi ,Pa, Ma,” sapa dirinya.
“Iya
selamat pagi, nak Dirga.”
__ADS_1
“Tumben
papa dan mama datang pagi- pagi ini? ada perlu apa ?” tanya Dirga.
“Gak
papa mau lihat menantu papa saja kok,” ujar pak Bimo.
“OW...
Iya pa.”
“Nak
Dirga boleh gak mama minta tolong kalau untuk saat ini, istri nak Dirga jangan
terlalu dekat dengan Distan. Karena akhir- akhir ini anak kami Distan agak
membangkan.”
“Emang
apa hubungan dengan istri aku ma? Lagian Distan kakaknya aku gak bisa
melarangnya . apa lagi dengan alasan yang tidak logis.”
“Kami
mohon nak Dirga saat ini istri anak
Dirga tidak boleh terlalu dekat dengan Distan.”
“Maaf
aku tidak bisa ma, itu hak dia walau Ani istri ku tapi aku memberikan dia
kebebasan untuk dia dekat dengan kakaknya.”
“Tapi
kami tidak suka nak,Dirga.”
“Jangan
lupa Ma,Pa, aku sudah mengetahui
semuanya kalian tidak pernah menganggap istriku sebagai anak kalian, dan tak
pernah mendapatkan perlakuan seorang anak, dan kasih sayang orang tua semenjak
di kecil. Dan sekarang kalian datang melarang istriku untuk tidak merasakan semuanya , mustahil Ma, Pa,
aku tidak akan pernah mengabulkannya.”
Mertuanya
dapat kasih sayang dan dianggap sebagai anak. Sekarang dengan santay mereka
datang dan menyuruh istrinya jauh dari kakaknya sendiri dia baru merasakan
kasih sayang seorang kakak. Tentu saja dia tidak pernah melakukan bahkan dia
akan membuat mertuanya itu menyesal telah menyia-nyiakan anaknya.
Kedua mertuanya pergi setelah dirinya menolak
akan permintaannya. Sekarang dia tahu
kenapa istrinya bergitu kuat, sabar, dan ternyata ini semua yang dirinya lalui sejak kecil.
Sesampai
di sekolah Aldo sama Ani sudah di sambut oleh Dion dengan senyum meraka
miliknya. Ani yang melihat hanya menatap aneh saja lalu dengan cepat dia
mengikuti Aldo menuju kelas dia. Dion yang di lewati saja, dia mengejar Ani
sampai ke dalan kelas.
“Kenapa
lo ngikutin gue?” tanya Ani ke Dion.
“Ya
gue, mau ajak lo makan pagi ini.”
“lo
mau buat gue berih kan toilet seperti kameren ha?”
“Kan
masih ada waktu sepulu menit lagi.”
“Gue
gak mau pokoknya.”
“oke
nanti siang, lo harus makan sama gue!” titah Dion.
__ADS_1
“Emang
lo siapa perintah- periintah gue.”
“Geu
calon suami lo.”
“Gak bakal mau gue ama lo.”
“
gue gak nerima penolakkan pokonya kalau lo gak ikutin, maka siap –siap satu
sekolah ini gempar dengan berita lo.”
“
tersereh lo de.”
“oke
gue tunggu di kantin siang nanti.”
Setelah Dion pergi kelasnya Ani malah menggerutu kesal dengan sikap kakak kelas itu.
Tak
lama kepergian ke dua mertuanya itu datang Yaren ke ruagannya.
“Selamat
pagi kak Dirga.”
“Pagi,
Yaren.”
“kenapa
kak mukanya kok gitu amat si sama Yaren , kayak habis telan batu.”
“Gak
papa kok,”
“Atau
karena istri kakak yang masih salah paham sama aku?”
“gak,
ada hal lain.”
“Iya....
yang udah baikan ama istri.”
“Lagian
besok jangan main peluk- peluk sembarangan lagi.”
“Ya
orang kangen kak Dirga mau gimana lagi. Kan aku kerluarga kakak masa gak boleh
peluk doang.”
“
Iya kak,” jawab Yaren.
“Terus
kapan ini Yaren ketemu kakak ipar?”
tanya Yaren.”
“Iya
nanti sepulang dia dari sekolah.”
“Kak
Dirga, cinta bangat ya ama dia?” tanya Yaren.
“Iya
lah, aku sangat mencintai dia apa yang
ada di seluruh hidupnya.”
“Bucin
bangat kak Dirga sekarang, gak kayak dulu yang dingin es di tinggal nikah ama
ke kasih tercinta.”
Raut
wajah Dirga berubah seketika mengingat
dulu dia di tinggal nikah di hari pernikahan oleh ke kasihnya untung di hari
__ADS_1
itu dia bisa dengan wanita yang sangat tepat. Ya istrinya sekarang , walau istrinya terkesan masih labil. Dia bisa
memmakluminya.