MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Mertua


__ADS_3

Pagi


ini  Ani sudah siap-siap pergi sekolah


saat ini dirinya di jemput oleh Aldo. Sebenarnya dirinya tidak mau diantarkan


oleh suaminya sebab dia tidak mau tahu jika dirinya sudah punya  suami sebelum dirinya tamat dari sekolah itu.


dia bersikap seolah dirinya tidak mempunyai suami jika di sekolah. Dan itulah


yang membuat dirinya akan menjadi  terget para pria di sekolah , mereka tidak mengetahui status  yang di sandang sang gadis tersebut.


Bumn..bumn...


bunyi motor  di depan teras Ani ,


pertanda dirinya  sudah di jemput. Dia


segera keluar menghampiri Aldo tak lupa dengan tas sandang melekat di


punggungnya itu.


“Kita


berangkat sekarang atau nungguh dulu ni?” tanya Ani.


“Berangkat


sekarang dong. Mau telat lagi, terus di hukum dan di kerjain sama si Dion resek


itu mau?” tanya Aldo pada Ani.


“Amit-


amit cabang bayi, aku malas bangat berusan dengan tu orang.”


“Makanya


segera  naik dong jangan , ngomel lagi!”


perintah Aldo dengan senang hati Ani menaiki motor tersebut.


 Dirga yang melihat hanya menatap kesal dengan


istrinya iu, dia mau mengantar gak mau , malah pergi sama orang lain, pake


boncengan segala lagi. Gimana gak buat dirinya  cemburu setiap hari coba.


 Setelah melihat kepergian istrinya tersebut


Dirga segera masuk ke kamar mandi buat mandi dan bersiap ntuk berangkat ke


kantor, hari ini yaren ingin ke kantor dan bertemu dengan  istrinya itu. mengingat  kemaren  bertapa cemburu istrinya itu membuat hatinya menghangat , walau dia


menikah dengan Ani tidak berlandaskan cinta hanya paksaan dari orang tuanya.


Karena di desak untuk segera menikah sehingga dirinya menerima tawaran dari


orang tua Ani. Semenjak pertama dirinya melihat wajah Ani di hari pernikahan


hatinya begitu bergetar, berdebar – debar melebih sebelumnya. Saat itu dirinya


sudah jatuh hati pada sosok gadis mungil itu.  Sampai saat ini  belum ada yang


mengetahui  jika dirinya sudah menikah


baik di kantor maupun di luar kantor terkecuali keluarga dan beberapa


kerabatnya. Selesai dengan pemikirannya Dirga segera masuk  ke dalam kamar mandi.


 Tak selang beberapa lama Dirga keluar dari


kamar mandi dengan handuk yang di lilit  pinggangnya yang hanya menutupi  area terlarang tersebut. Dia segera memakai pakaian yang sudah di


siapkan oleh istrinya itu.


Setelah


siap semua dia segera  berangkat ke


kantor dengan mobil lamborjini miliknya itu. selama perjalanan dirinya mencoba


mendengarkan musik dari earphone miliknya dan menemani sepanjanga perjalanan.


Akhirnya


tiba di kantor dia memakir mobil khusus CEO, turun dari mobil lalu masuk ke


lift yang menghubungkan dengan  rungannya. Ketika masuk ke dalam ruang ia di kagetkan oleh mertuanya ada


di dalam sana. Siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam ruangannya. Dia


tidak mau menunjukkan ekspresi yang tidak  senang akan hal pribadinya  di


masuki tanpa izin .


“Selamat


Pagi ,Pa, Ma,” sapa dirinya.


“Iya


selamat pagi, nak Dirga.”

__ADS_1


“Tumben


papa dan mama datang pagi- pagi ini? ada perlu apa ?” tanya Dirga.


“Gak


papa mau lihat menantu papa saja kok,” ujar pak Bimo.


“OW...


Iya pa.”


“Nak


Dirga boleh gak mama minta tolong kalau untuk saat ini, istri nak Dirga jangan


terlalu dekat dengan Distan. Karena akhir- akhir ini anak kami Distan agak


membangkan.”


“Emang


apa hubungan dengan istri aku ma? Lagian Distan kakaknya aku gak bisa


melarangnya . apa lagi dengan alasan yang tidak logis.”


“Kami


mohon nak  Dirga saat ini istri anak


Dirga tidak boleh terlalu dekat dengan Distan.”


“Maaf


aku tidak bisa ma, itu hak dia walau Ani istri ku tapi aku memberikan dia


kebebasan untuk dia dekat dengan kakaknya.”


“Tapi


kami tidak suka nak,Dirga.”


“Jangan


lupa Ma,Pa,  aku sudah mengetahui


semuanya kalian tidak pernah menganggap istriku sebagai anak kalian, dan tak


pernah mendapatkan perlakuan seorang anak, dan kasih sayang orang tua semenjak


di kecil. Dan sekarang kalian datang melarang istriku untuk  tidak merasakan semuanya , mustahil Ma, Pa,


aku tidak akan pernah mengabulkannya.”


Mertuanya


dapat kasih sayang dan dianggap sebagai anak. Sekarang dengan santay mereka


datang dan menyuruh istrinya jauh dari kakaknya sendiri dia baru merasakan


kasih sayang seorang kakak. Tentu saja dia tidak pernah melakukan bahkan dia


akan membuat mertuanya itu menyesal telah menyia-nyiakan anaknya.


 Kedua mertuanya pergi setelah dirinya menolak


akan permintaannya.  Sekarang dia tahu


kenapa istrinya bergitu kuat, sabar, dan ternyata ini semua   yang dirinya lalui sejak kecil.


Sesampai


di sekolah Aldo sama Ani sudah di sambut oleh Dion dengan senyum meraka


miliknya. Ani yang melihat hanya menatap aneh saja lalu dengan cepat dia


mengikuti Aldo menuju kelas dia. Dion yang di lewati saja, dia mengejar Ani


sampai ke dalan kelas.


“Kenapa


lo ngikutin gue?” tanya Ani ke Dion.


“Ya


gue, mau ajak lo makan  pagi ini.”


“lo


mau buat gue berih kan toilet seperti kameren ha?”


“Kan


masih ada waktu  sepulu menit lagi.”


“Gue


gak mau pokoknya.”


“oke


nanti siang, lo harus makan sama gue!” titah Dion.

__ADS_1


“Emang


lo siapa perintah- periintah gue.”


“Geu


calon suami lo.”


 “Gak bakal mau gue ama lo.”



gue gak nerima penolakkan pokonya kalau lo gak ikutin, maka siap –siap satu


sekolah ini gempar dengan berita lo.”



tersereh lo de.”


“oke


gue tunggu  di kantin siang nanti.”


 Setelah Dion  pergi kelasnya Ani malah menggerutu  kesal dengan sikap kakak kelas itu.


Tak


lama kepergian ke dua mertuanya itu datang Yaren ke ruagannya.


“Selamat


pagi kak Dirga.”


“Pagi,


Yaren.”


“kenapa


kak mukanya kok gitu amat si sama Yaren , kayak habis telan batu.”


“Gak


papa kok,”


“Atau


karena istri kakak  yang masih salah  paham sama aku?”


“gak,


ada hal lain.”


“Iya....


yang udah baikan ama istri.”


“Lagian


besok jangan main peluk- peluk sembarangan lagi.”


“Ya


orang kangen kak Dirga mau gimana lagi. Kan aku kerluarga kakak masa gak boleh


peluk doang.”



Iya kak,” jawab Yaren.


“Terus


kapan ini  Yaren ketemu kakak ipar?”


tanya Yaren.”


“Iya


nanti sepulang dia dari sekolah.”


“Kak


Dirga, cinta bangat ya ama dia?” tanya  Yaren.


“Iya


lah, aku sangat mencintai dia  apa yang


ada di seluruh hidupnya.”


“Bucin


bangat kak Dirga sekarang, gak kayak dulu yang dingin es di tinggal nikah ama


ke kasih tercinta.”


Raut


wajah  Dirga berubah seketika mengingat


dulu dia di tinggal nikah di hari pernikahan oleh ke kasihnya untung di hari

__ADS_1


itu dia bisa dengan wanita yang sangat tepat. Ya istrinya sekarang , walau  istrinya terkesan masih labil. Dia bisa


memmakluminya.


__ADS_2