
Malam telah tiba ke dua orang tua itu
sedang menunggu sang putra tercinta mereka pulang ke rumah, semalam dirinya juga tak pulang mereka
menganggap jika Distan sedang tidur di
rumah temannnya.
“Sudah malam ini pak, kenapa
Distan belum juga pulang?” tanya mamanya
Distan.
“Papa juga gak tahu ma, mungkin
saja dirinya lagi bikin tugas di rumah temannya ma, kita tunggu dulu ya ma.”
“Tapi tungguh sampai kapan Pa,
ini sudah jam 12 malam pak, sudah dua kali Distan pulang larut malam begini
pak.”
“Iya kalau begitu coba hubungi
lagi dia ma.”
“Tapi gak diangkat pa.”
“Mungkin
saja gak kedengar ama dia ma karena diatas motorma.
“Tapi
mama khawatir terjadi sesuatu sama
Distan pa.”
“Iya
mama sabar dulu ya, jangan panik nanti pasti pulang kok Distan.”
Sedangkan di rumah minimalis milik adiknya itu
Distan sedang bersantai ria sepulang dari dirinya berkerja dari sebuah kafe.
Badannya sudah merasa letih saat ini dia ingin mengistirahatkan tubunhnya
sebentar saja. Takterasa dirinya sudah tertidur di atas ranjang tersebut dengan
nyenyak mungkin efek dirinya yang sudah letih berkerja dari sore hari.
Malam begitu sunyi Ani terbangun dari tidurnya
lalu dia melihat jam wekernya hari
menunjukan jam 1 malam , dengan perlahan dirinya turun dari tempat tidur menuju
kamar mandi. Tak lama kemudian Ani keluar dengan wajah yang basa dengan air
wudhu, lalu dia berjalan ke arah mukena yang dia letakkan dan menggelar sejah
untuk sholat. Dia mulai sholat dengan khusuk dan setiap rakaat sholat yan di
laksanakan sangat khusuk hingga dia mengucapkan salam. Ani mengankat ke dua
tangannya sejajar dengan dadanya lalu berdoa pada tuhan agar dirinya selalu di lindungi dan di
berikah keberkahan.
Setelah selesai melaksanakan sholat dirinya
mengambil alqur’an yang ada di atas meja kecil tersebut. Dirinya memang tak
pernah lupa akan itu, membaca alquran adalah satu hal yang membuat dirinya
tenang dan temtram, sebesar apapun masalah yang di hadapinya dia selalu berlari
pada dua penggang itu, sholat dan alqur’an.
Dulu selama dirinya menikah dengan pria yang sudah berstatus
dengan suaminya itu, dia tak memilik teman yang benar- benar mau berteman
dengan dirinya. Dia selalu dapat cemooh dari teman- temannya. Bahkan dirinya
sampai menikah pun masih ada yang membenci dirinya.
Setelah selesai dengan kegiatanya ia memandang
ke arah tempat tidur dimana suaminya tidur, kadang dirinya bingun dengan
suaminya itu yang kadang berubah- ubah sikapnya. Dia berusaha untuk memahami
apa yang sedang terjadi, tapi dirinya pun tidak mengetahuinya.
__ADS_1
Ani
berdiri dari duduknya keluar dari kamarnya dengan membawah buku belajarnya dan
sebuah novel yang bisa menemani dirinya setelah selesai mengerjakan tugasnya. Sebentar
lagi dirinya akan memasuki ujian
terakhir sekolah.
Sesampai di ruangan keluarga Ani mengerjakan
tugasnya dengan baik, dan tentu penuh dengan teliti. Setiap angkah yang di
kerjakannya harus di perhatikan dirinya tidak mau ketidak telitian bisa menyebabkan
keburukan untuknya.
Selesai mengerjakan tugasnya, Ani mengambil
novel yang berjudul bisa aku bahagia itu dan mulai membacanya dengan penuh
hikma dan tanpa sadar dirinya terbawah alur cerita novel tersebut, air matanya
juga mulai menetes di pipih mulus nan puti itu.
Dia merasakan apa yang di bacanya itu sama
dengan kehidupan yang dia jalanin saat ini, sungguh menyedihkan jika di kenang.
Lalu dengan air mata yang terus menetes dirinya tetap membaca novel itu. hingga
tak terasa novel itu habis dia baca, Ani juga melihat jam yang ada di ruang tengah itu sudah menunjukan
jam empat pagi, dia segera menuju dapur untuk menyiapkan segalah bahan yang
akan dirinya masak pagi ini.
Sedang
di kamar Dirga yang mau memeluk tubuh istrinya itu, meraba –raba kasur di
sampingnya namun tak menemukan istri kecilnya dengan mata yang masih susah
untuk di buka Dirga melihat ke seluruh kamar tersebut untuk mencari istrinya,
tapi tidak ada di temukan istrinya .
Lalu
istrinya. Dia segera berlari keluar kamar untuk mencari sang istrinya itu dia
lihat di ruang tamu, ruang keluarga juga gak ada, lalu dirinya menju dapur,
tampaknya istrinya yang sedang sibuk dengan peralatan- peralatan masaknya. Dengan
mendekati istrinya Dirga memeluk istrinya itu dengan erat dia bisa meraskan
jika istrinya itu kaget saat di peluknya.
“kamu
kenapa pagi- pagi sudah di sini sayang?” tanya Dirga sambil meletakan kepalanya
di ceruk leher putih istrinya itu.
“Mas,
bikin aku kaget aja, mas kenapa ke sini?” tanya Ani.
“Mas
cariin kamu sayang, tadi gak ada di sebelah mas, ternyata kamu di sini.”
“Iya
mas, aku lagi masak untuk sarapan nanti, soalnya aku berangkat pagi- pagi nanti
dan ada urusan yang harus aku selesaikan dulu mas.”
“Apa
sepenting itu, hingga kamu harus bangun pagi begini?” tanya suaminya lagi.
“Iya
mas ini sangat penting sekali makanya aku harus siap- siap dari sekarang biar
gak terlambat nanti.”
“Kan
ada mas yang akan ngatar kamu nantinya, biar gak telat.”
“Gak
mas, kali ini aku berangkat sama kak Rendy mas, karena kita gak mau yang lain
__ADS_1
ikut.”
“Kenapa
dengan laki-laki tengil?” cemberut Dirga.
“Iya
mas, soalnya kakak Aldo sudah di sana sejak semalam , jadi aku nanti nyusul
dengan kak Rendy.”
“Bilang
aja kamu mau berduaan dengan bocah tengil itukan?” protes Dirga.
“Gak
kok, kita itu mau ke tempat.........” Ani menggantung perkataannya jika dia
ngomong ke rumah yang di tinggali Distan bisa gawat nanti jika dirinya
pergi ke sana bisa ketahuan.
“Pergi
kemana? Kok gak sampai- sampai si ngomongnya? Tanya Dirga.
“Ini
kita itu lagi ada ngadain acara gitu Mas jadi kita ngumpul di rumah teman gitu
mas,” jelas Ani dengan terpaksa berbohong.
“
ow.. gitu, tapi mas gak suka kamu pergi
dengan dia.”
“Jangan
gitu mas, dia orang baik kok, udah gateng,baik hati, mudah senyum lagi,” ujar
Ani ke suaminya Dirga yang kesal dengan istrinya yang memuji pria lain di
hadapanya langsung ******* bibir mungil istrinya itu dengan ganas.
“Siapa
yang suruh kamu untuk meuji dia, mas ini suami kamu jauh lebih ganteng dari
dia, dan jauh lebih... lebih dari dia sayang.”
“Kan
aku cuman ngomong kenyataan mas.”
“tapi
gak boleh muji orang lain di hadapan mas pokoknya.”
“Mas
cemburu?” tanya Ani usil sambil menaikan ke dua alisnya.
“Kamu
mau menggoda mas,hummm...?”
“Siapa
juga yang mau menggoda mas.”
“Terus
bibir kamu yang manyun kayak gitu?”
“Atau
mau mas manjain dulu sebelum kamu berangkat sekolah?”ucap Dirga menggoda
istrinya. Ani sudah merasakan pipihnya panas, dia pasti malu jika sedang
merona.
“Mas,
jangan aneh- aneh ya, aku mau bikin sarapan ini.”
“Iya
mau sarapan yang berbeda sayang,mumpung ini belum subuh lo, kan masih ada waktu
setengah jam lagi untuk kita melakukannya 2 ronde sayang?” bisik Dirga di
telinga istrinya Ani yang mendengar malah ngeri.
__ADS_1