MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Cemburu


__ADS_3

 Malam  telah tiba  ke dua orang tua itu


sedang menunggu sang putra tercinta mereka pulang ke  rumah, semalam dirinya juga tak pulang mereka


menganggap jika  Distan sedang tidur di


rumah temannnya.


“Sudah malam ini pak, kenapa


Distan belum juga pulang?” tanya  mamanya


Distan.


“Papa juga gak tahu ma, mungkin


saja dirinya lagi bikin tugas di rumah temannya ma, kita tunggu dulu ya ma.”


“Tapi tungguh sampai kapan Pa,


ini sudah jam 12 malam pak, sudah dua kali Distan pulang larut malam begini


pak.”


“Iya kalau begitu coba hubungi


lagi dia ma.”


“Tapi gak diangkat pa.”


“Mungkin


saja gak kedengar ama dia ma karena diatas motorma.


“Tapi


mama khawatir terjadi  sesuatu sama


Distan pa.”


“Iya


mama sabar dulu ya, jangan panik nanti pasti pulang kok Distan.”


 Sedangkan di rumah minimalis milik adiknya itu


Distan sedang bersantai ria sepulang dari dirinya berkerja dari sebuah kafe.


Badannya sudah merasa letih saat ini dia ingin mengistirahatkan tubunhnya


sebentar saja. Takterasa dirinya sudah tertidur di atas ranjang tersebut dengan


nyenyak mungkin efek dirinya yang sudah letih berkerja dari sore hari.


 Malam begitu sunyi Ani terbangun dari tidurnya


lalu  dia melihat jam wekernya hari


menunjukan jam 1 malam , dengan perlahan dirinya turun dari tempat tidur menuju


kamar mandi. Tak lama kemudian Ani keluar dengan wajah yang basa dengan air


wudhu, lalu dia berjalan ke arah mukena yang dia letakkan dan menggelar sejah


untuk sholat. Dia mulai sholat dengan khusuk dan setiap rakaat sholat yan di


laksanakan sangat khusuk hingga dia mengucapkan salam. Ani mengankat ke dua


tangannya sejajar dengan dadanya lalu berdoa pada tuhan  agar dirinya selalu di lindungi dan di


berikah keberkahan.


 Setelah selesai melaksanakan sholat dirinya


mengambil alqur’an yang ada di atas meja kecil tersebut. Dirinya memang tak


pernah lupa akan itu, membaca alquran adalah satu hal yang membuat dirinya


tenang dan temtram, sebesar apapun masalah yang di hadapinya dia selalu berlari


pada dua penggang itu, sholat dan alqur’an.


 Dulu selama dirinya   menikah dengan pria yang sudah berstatus


dengan suaminya itu, dia tak memilik teman yang benar- benar mau berteman


dengan dirinya. Dia selalu dapat cemooh dari teman- temannya. Bahkan dirinya


sampai menikah pun masih ada yang membenci dirinya.


 Setelah selesai dengan kegiatanya ia memandang


ke arah tempat tidur dimana suaminya tidur, kadang dirinya bingun dengan


suaminya itu yang kadang berubah- ubah sikapnya. Dia berusaha untuk memahami


apa yang sedang terjadi, tapi dirinya pun tidak mengetahuinya.

__ADS_1


Ani


berdiri dari duduknya keluar dari kamarnya dengan membawah buku belajarnya dan


sebuah novel yang bisa menemani dirinya setelah selesai mengerjakan tugasnya. Sebentar


lagi dirinya akan  memasuki ujian


terakhir sekolah.


 Sesampai di ruangan keluarga Ani mengerjakan


tugasnya dengan baik, dan tentu penuh dengan teliti. Setiap angkah yang di


kerjakannya harus di perhatikan dirinya tidak mau ketidak telitian bisa menyebabkan


keburukan untuknya.


 Selesai mengerjakan tugasnya, Ani mengambil


novel yang berjudul bisa aku bahagia itu dan mulai membacanya dengan penuh


hikma dan tanpa sadar dirinya terbawah alur cerita novel tersebut, air matanya


juga mulai menetes di pipih mulus nan puti itu.


 Dia merasakan apa yang di bacanya itu sama


dengan kehidupan yang dia jalanin saat ini, sungguh menyedihkan jika di kenang.


Lalu dengan air mata yang terus menetes dirinya tetap membaca novel itu. hingga


tak terasa novel itu habis dia baca, Ani juga melihat jam  yang ada di ruang tengah itu sudah menunjukan


jam empat pagi, dia segera menuju dapur untuk menyiapkan segalah bahan yang


akan dirinya masak pagi ini.


Sedang


di kamar Dirga yang mau memeluk tubuh istrinya itu, meraba –raba kasur di


sampingnya namun tak menemukan istri kecilnya dengan mata yang masih susah


untuk di buka Dirga melihat ke seluruh kamar tersebut untuk mencari istrinya,


tapi tidak ada di temukan istrinya .


Lalu


istrinya. Dia segera berlari keluar kamar untuk mencari sang istrinya itu dia


lihat di ruang tamu, ruang keluarga juga gak ada, lalu dirinya menju dapur,


tampaknya istrinya yang sedang sibuk dengan peralatan- peralatan masaknya. Dengan


mendekati istrinya Dirga memeluk istrinya itu dengan erat dia bisa meraskan


jika istrinya itu kaget saat di peluknya.


“kamu


kenapa pagi- pagi sudah di sini sayang?” tanya Dirga sambil meletakan kepalanya


di ceruk leher putih istrinya itu.


“Mas,


bikin aku kaget aja, mas kenapa ke sini?” tanya Ani.


“Mas


cariin kamu sayang, tadi gak ada di sebelah mas, ternyata kamu di sini.”


“Iya


mas, aku lagi masak untuk sarapan nanti, soalnya aku berangkat pagi- pagi nanti


dan ada urusan yang harus aku selesaikan dulu  mas.”


“Apa


sepenting itu, hingga kamu harus bangun pagi begini?” tanya suaminya lagi.


“Iya


mas ini sangat penting sekali makanya aku harus siap- siap dari sekarang biar


gak terlambat nanti.”


“Kan


ada mas yang akan ngatar kamu nantinya, biar gak telat.”


“Gak


mas, kali ini aku berangkat sama kak Rendy mas, karena kita gak mau yang lain

__ADS_1


ikut.”


“Kenapa


dengan laki-laki tengil?” cemberut Dirga.


“Iya


mas, soalnya kakak Aldo sudah di sana sejak semalam , jadi aku nanti nyusul


dengan kak Rendy.”


“Bilang


aja kamu mau berduaan dengan bocah tengil itukan?” protes Dirga.


“Gak


kok, kita itu mau ke tempat.........” Ani menggantung perkataannya jika dia


ngomong ke rumah yang di tinggali Distan bisa gawat nanti jika dirinya


pergi  ke sana bisa ketahuan.


“Pergi


kemana? Kok gak sampai- sampai si ngomongnya? Tanya Dirga.


“Ini


kita itu lagi ada ngadain acara gitu Mas jadi kita ngumpul di rumah teman gitu


mas,” jelas Ani dengan terpaksa berbohong.



ow..  gitu, tapi mas gak suka kamu pergi


dengan dia.”


“Jangan


gitu mas, dia orang baik kok, udah gateng,baik hati, mudah senyum lagi,” ujar


Ani ke suaminya Dirga yang kesal dengan istrinya yang memuji pria lain di


hadapanya langsung ******* bibir mungil istrinya itu dengan ganas.


“Siapa


yang suruh kamu untuk meuji dia, mas ini suami kamu jauh lebih ganteng dari


dia, dan jauh lebih... lebih dari dia sayang.”


“Kan


aku cuman ngomong kenyataan mas.”


“tapi


gak boleh muji orang lain di hadapan mas pokoknya.”


“Mas


cemburu?” tanya Ani usil sambil menaikan ke dua alisnya.


“Kamu


mau menggoda mas,hummm...?”


“Siapa


juga yang mau menggoda mas.”


“Terus


bibir kamu yang manyun kayak gitu?”


“Atau


mau mas manjain dulu sebelum kamu berangkat sekolah?”ucap Dirga menggoda


istrinya. Ani sudah merasakan pipihnya panas, dia pasti malu jika sedang


merona.


“Mas,


jangan aneh- aneh ya, aku mau bikin sarapan ini.”


“Iya


mau sarapan yang berbeda sayang,mumpung ini belum subuh lo, kan masih ada waktu


setengah jam lagi untuk kita melakukannya 2 ronde sayang?” bisik Dirga di


telinga istrinya Ani yang mendengar malah ngeri.

__ADS_1


__ADS_2