MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Kesal


__ADS_3

Distan yang berdiri


agak jauh dari adiknya itu, hanya bisa memperhatikan raut senang  yang di pancarkan oleh adiknya itu. dia juga


ikut tersenyum saat melihat senyum indah terpancar  di bibir adiknya tersebut.  Tak terlepas dari penglihatan Rendy kebagian


yang di pancarkan oleh dua orang yang berharga itu. sungguh dia baru kali ini


melihat Distan tersenyum bahagia yang tulus memperhatikan adiknya yang bahagia.


Dia mengalihkan


pandangannya ke arah pantai banyak sekali orang yang  berkeliaran di sana.


 Hari sudah sore Ani pulang kerumahnya dengan


kakaknya  yang diantar oleh Rendy. Selama


perjalanan Ani tertidur dengan nyenyak sekali dan tak ada percakapan diantara


mereka di  dalam mobil.


Satu jam perjalan tiba


di rumah Rendy segera membangunkan Distan yang ikut tertidur di sampingnya itu.


“Distan bangun udah


samapi ini.”


“Iya, ini aku bangun


Rendy sabar bentar a gue pusing bangat ini.”


“Iya Distan.”


“Ani ketiduran tu, kamu


bantu dia gak Distan, kalau gak  gue aja


yang bantu,”tawar Rendy.


“Yeah.. boleh si  tapi lu  siap gak di golek sama om- om galak no,” ujar Distan sambil melirik


keluar jendela yang sudah ada Dirga menunggu mereka.


“Wah.. sadis bangat itu


, tapi gue mau jahilin dia dulu de sebelum pulang,” tutur Rendy pada sahabatnya


itu.


“Terserah lu aja. Gue gak


tanggung jawab ya , kalau nanti lo di kejar om- om galak.”


“Tenang aja bro.”


 Rendy keluar dari mobil kemudian dia membuka


pintu mobil bagian belakang dan sudah terbuka ia ingin membangunkan Ani


terlebih dahulu. Tapi sudah dia bangunkan Ani tak menyahut sama sekali.


Rendy menggendong Ani


keluar dari mobil  hingga dia bisa


membawa keluar Ani keluar mobil, dan itu terlihat jelas oleh mata Dirga. Dirga sontak


berlari menghampiri  bocah tengil


yang  menggendong istrinya itu. sampai di


sana dia langsung ambil alih istrinya dari gendongan bocah tengil itu.


“Pelan- pelan dong om,”


protes Rendy ada Dirga.


“.....” Dirga


memandang Rendy dengan tak suka.


“Jangan seperti itu om,


nanti om cepat tua.”


“Kamu diam, ngapain


kamu gendong- gendong istri saya?” tanya Dirga dengan tegas.


“Ya saya mau ngantar


Ani kedalam la om? Emang mau ngapain lagi si om.”


“Kan ada Distan kenapa


harus kamu,” tegasnya.


“Ya dia emang ada lihat


no dia aja teler,” tunjuk Rendy  pada


Distan yang sedang pura- pura tertidur lagi. Jika dia tidak membantu Rendy mala


keluar dari tadi dia.


“Lain kali saya tidak


mau melihat kamu lagi.”

__ADS_1


“Iya om gak papa gak


lihat saya, tapi tidak dengan adik kesayangan saya ini.”


“Dia bukan adik kamu.”


“Dia adik saya, dari


dulu saya juga cukup andil menjaga dia. Bahkan dari orang tua dia yang serakah.


Jadi om gak bisa larang- larang saya sama adik saya!” ketus Rendy.


“Tentu saya larang


kamu, karena dia istri saya hak saya mau melarang istri saya dengan siapa!”


ujar Dirga.


“Terserah om saja, yang


penting bagi aku jangan pernah larang saya untuk menemui adik saya.”


“TERSERAH..”


Dirga membawa istrinya


masuk ke dalam rumahnya. Sedangkan Rendy masuk ke dalam mobil dengan kesal


sendiri.


“Kenapa lo?” tanya


Distan.


“Kesal gue sama adik


ipar lo itu,” ketusnya.


“Kan gue sudah bilang,


lo aja si yang ngeyel .”


“ iya tapi gue senang


aja kalau dia bisa jaga istrinya.”


“Iya aku juga,” saut


Distan.


“Kalau gitu gue keluar


dulu ya, ngantuk berat gue.”


“Iya, gue juga mau


pulang lagi.”


mobil menuju rumah begitu juga dengan Rendy yang sudah meninggalkan pekarangan


rumah Dirga.


Distan sampai di dalam


kamar langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang  yang empuk dia melanjutkan tidurnya yang terganggu


tadi. Sedangkan  Dirga meletakkan tubuh


istrinya itu di atas ranjang dengan perlahan di ikuti dirinya berbaring di


samping istrinya tersebut.


Dirga memeluk erat


tubuh istrinya itu, kemudian dia juga ikut terlelap saat itu dan ia masih setia


untuk memeluk tubuh istrinya.


Rendy yang telah sampai


di rumah dia segera memarkirkan mobilnya di garasi, kemudian dia masuk ke dalan


rumah saat masuk ternyata ada kedua orang sedang bersantai di ruang keluarga.


“Papa,Mama, sudah


pulang kerja?” tanya Rendy.


“Iya Rendy,  kamu kok kayak kesal gitu pulang- pulang?”


tanya Mama Rendy.


“Iya Ma, kesal aja sama


om-om  galak itu. masa aku gak boleh


ketemu adik aku itu?” ujar Rendy kesal.


“ow.. ternyata itu ,


kamu juga si kayak karet bangat sama si Ani. Udah tahu suaminya dia itu kayak


gitu.”


“Iya si ma, tapi gak


juga gitu kali ma. Masa dikit aja dia marah.”


“Kamu akan merasakan


hal yang sama juga nanti jika kamu punya wanita yang bisa kamu jaga hatinya.”

__ADS_1


“iya  mamaku.”


“ gitu nak, makanya


cari dong pacar sana. Biar gak ngajak istri orang terus.”


“ gak semudah itu ma ,


untuk cari pacar ma.”


‘ atau mama bantu


cariin ni?” tanya mamanya.


“Ma,Pa, kalau begitu


aku  masuk ke dalam kamar ya ma.”


“Iya nak.”


Rendy sampai di dalam


kamar langsung melemparkan tasnya ke atas sofa itu. dan dia menatap segala


ruangan tersebut kemudian ia menatap foto Ani yang di pajang besar di kamarnya


itu.


“Ani kenapa segitu


posesif bangat suami kamu itu! aku jadi kesal bangat lihatnya,” gerutu Rendy


kesal dia sendiri.


Rendy bangun dari


tempat duduknya , lalu kemudian dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan


dirinya. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan segera menuju shower untuk menyiram


tubuhnya dengan air.


 Tak lama kemudian Rendy selesai mandi, ia keluar


dengan pakaian santai di rumah dia berjalan menuju meja belajarnya untuk belajar


terlebih dahulu.


Ani merasakan tubuhnya


berat ia mengilat dan membuka matanya saat itu, dia merasakan tangan besar


milik suaminya itu bertengger di perutnya. Dia berbalik ke samping


memperhatikan  wajah suaminya itu sudah


mulai di tumbuhi rambut- rambut halus di dagunya.


Ani menarik- narik


rambut halus itu hingga mengganggu tidur Dirga. Dirga yang merasa geli saat ada


tangan yang bermain-  main di dagunya.ia


membuka matanya perlahan- lahan dia lihat tingkah laku istrinya itu. dia


membiarkan saja apa yang dilakukan oleh istrinya itu.


“Kamu senang sayang?”


tanya dia pada istrinya yang asyik di dagunya.


Ani kaget segera


menarik tangannya saat itu juga.


“Mas sudah bangun,”


ucapnya sambil tersenyum.


“Iya mas sudah bangun,


emang kamu mau mas gak bangun.”


“Gak juga kok mas,”


saut Ani.


“Tapi mas selalu bangun


sayang, saat bersama kamu.”


“Emang gak pernah


tidur, terus tadi mas tidur atau bangun?” tanya Ani.


“Mas bangun sayang, mas


sudah bilang sama kamu, mas selalu bangun jika bersama kamu. Kamu harus


tanggung jawab dong.”


“Tangung jawab gimana


mas, mas bangun sendiri kok.”


“Bukan itu sayang, tapi


yang di bawah sana lo sayang.”


Peletak... mas  ini.....

__ADS_1


__ADS_2