MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Terlalu kejam


__ADS_3

 Ani hanya bisa


menerima nasibnya saat ini, dirinya tidak tahu ini di mana kedua kaki yang di


pasung dengan rantai, kedua tangan juga ikut dirantai, mulut yang di tutupi


labpbam hitam hanya tangis yang bisa dirinya lakukan saat ini.


Tidak ada seorangpun di sana yang  bisa membantu dirinya di tambah perutnya


sangat lapar rasa haus juga dia rasakan saat ini. Ani berusaha menggerakan


tangannya yang di rantai itu untuk menggapai lapbam yang menutup mulutnya


tersebut.


Sudah 30 menit dirinya berusaha untuk melepaskan


lapbam di mulutnya tersebut... lalu dengan lega lapbam itu mampu dirinya buka.


Ani menghirup nafas dalam- dalam saat ini supaya dirinya bisa tenang. Sekitar lima


belas menit dirinya meredakan nafasnya, kemudian dia melihat ruangan itu sambil


berteriak minta tolong, barang kali ada yang mendengar dirinya saat ini.


Tolong.................tolong..................tolong...............


teriak Ani saat ini, tak lama kemudian terdengar bunyi suara sepatu  masuk ke dalam ruangan itu.


“Berhenti berteriak! Tidak ada yang akan menolong


kamu.”


“Lepaskan saya, saya tidak punya masalah sama


kalian.”


“Sudah ku katakan, jangan berteriak pada


ku...plak.....plak....,” kata peria itu dengan marah serta memberikan tamparan


di pipi Ani.


“argh...” rintih Ani.


“Lepaskan aku! Kalian akan menyesal sudah


melakukan ini padaku.”


“Diam kau wanita sialan.”

__ADS_1


“Berikan aku makan?” pinta Ani yang sangat lapar


persetanan dengan dirinya yang di pasung saat ini.


“Tidak ada makan untuk kau,” titah pria itu.


“Aku mohon berikan aku makan, aku sangat  lapar sekali.”


“Tidak ada makan untuk kamu!”


“Kalau tidak ada makan, berikan aku air saja.”


“Air juga tidak ada untuk kau.”


“Ih... dasar biadab sekali kau pria tua,” caci Ani


yang sangat tidak tahan dengan sikap pria itu.


 Kemudian pria


itu pergi meninggalkan Ani yang saat ini menahan rasa lapar serta haus


menggorokin ternggorokannya. Tak lama kemudian pria tua itu datang dengan


segelas air putih dan satu piring nasi.


“Ini makan untuk kau.”


Ani menatap piring itu hanya ada nasi putih diatasnya


“Kau makan itu! jangan menatapku dengan mata kau


itu, jika tidak mau kehilangan ke dua mata kau itu.”


“Bagaimana aku akan makan jika kedua tangan aku


saja kau rantai  begini,” ujar Ani. Pria tua


itu membuka sebela rantai di tangan Ani.


“sudah, cepat makan atau akan kubuang makan itu.”


segera mungkin Ani menarik piring yang berisi nasi putih itu terus dirinya


mulai  memakan nasi putih tersebut. Ani sedikit


merasa legah walau dirinya hanya makan nasi putih saja, setidaknya dirinya


tidak merasa kelapan lagi. Setelah selesai makan tangan Ani kembali di rantai


oleh pria itu kemudian dia pergi meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Ani menatap dinding ruangan itu dengan lesuh  bagaimana dirinya bisa keluar dari sana, dia


teringat akan suaminya pasti suaminya sangat khwatir sekali saat ini. Ani tak


habis pikir jika mamanya masih tega pada dirinya dan memperlakukannya dengan


begini dari dulu dia juga sudah menderita setiap  hari oleh orang tuanya sekarang mereka masih


tetap sama. Semakin Ani berfikir terhadap kedua orang tuanya itu yang sangat


kejam  terhadap dirinya.


Dikota sana wanita yang di sebut mama Ani itu


sedang merayakan keberhasilan mereka dalam rangkah menyakiti Ani bersama


suaminya.


“Mas sekarang kita akan mulai rencana selanjutnya,


mama mau Dirtan kembali ke mama.”


“Iya sayang, papa juga berharap sama dan anak kita


tidak lagi membela anak sialan itu.”


“Sekarang kita nikmat perayaan ini  papa.”


“Tunggu sebentar pa.”


“Kenapa mama?”


“Mama mau hubungi orang suruhan mama yang mengjaga


anak sialan itu.”


“Iya mama, silah kan .”


 Wanita yang


di panggil Yuli itu menghubungi orang suruhannya


“Hallo, bagaimana anak sialan itu.”


“Dia sudah sadar Ny.Yuli.”


“Bagus sekali, kau terus awasi dia jangan sampai


kau gagal. Baiarkan dia membusuk di sana.”


“Baik Ny.Yuli, saya akan jaga dia di sini sesuai

__ADS_1


dengan permintaan Anda.”


“Bagus kalau begitu.”


__ADS_2