MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Curiga


__ADS_3

 “Tidak ada, tadi pamit padaku untuk menyusul


kamu ke kantor,” ucap Distan bohong.


“Ke mana aku harus


mencarinya,” tutur Dirga dengan mengusap rambutnya yang tidak gatal.


Dirga keluar dari rumahnya


dengan tergesa- gesa ingin mencari ke mana istrinya itu pergi. Dia tidak mau


terjadi apa- apa dengan istrinya itu, ia masuk ke dalam mobil dan segera


meninggalkan rumahnya.  Sepanjang


perjalanan Dirga melihat kanan- kirinya dia menelusuri setiap jalan itu dengan


lihat kanan – kiri, namun tak menemukan sosok istrinya itu. kemudian menuju ke


kantornya mana tahu  istrinya datang


sana. Dengan kecepatan yang maksimal dia  mengendarai mobil sport miliknya itu menuju kantornya, sesampai di depan


kantor tersebut Dirga segera masuk ke dalam kantor itu untuk mencari istrinya.


Dia masuk ke dalam ruangannya  akan


tetapi tidak ada tanda- tanda akan manusia yang datang saat tadi. Melihat  ruangan itu masih kosong Dirga segera mengarahkan bodyguard nya  untuk  mencari  istrinya itu. dia bahkan panik saat itu  tidak terpikir oleh dirinya jika dia menyuruh bodyguard untuk mengawasi


istrinya.


 Dia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi


seseorang di balik sana. Dan seketika raut wajah Dirga  masih tegang bahkan bodyguard yang di suruh


juga tak menemukan jejak istrinya itu.  Dirga berpikir keras  keberadaan


istrinya saat ini, takut hal buruk terjadi pada istrinya itu.


Seketika dia mengingat


jika Distan kakak iparnya itu hanya santai saja di saat genting gini dia jadi


curiga dengan kakak iparnya itu. dia kembali pulang ke rumah untuk menemui


Distan. Dia segera keluar dari  ruangan


tersebut  dan menuju lift . keluar di


lift dia menuju mobilnya  yang  terparkir di depan kantor . Dirinya masuk ke


dalam mobil dan meninggalkan kantor itu menuju rumahnya.


Sesampai di rumah dia


segera masuk dan menaiki tangga dua menuju kamar yang  di tempati oleh Distan.


            Tok... tok... tok... dia mengetuk pintu kamar tersebut.


Klek.... pintu terbuka


muncul Distan sambil terbukanya  pintu


kamar itu.


“Ada apa Dirga?” tanya


Distan.


“Di mana Ani, kasih tahu


padaku sekarang?”


“Aku tidak tahu aku juga


mau mencarinya,” kata Distan bohong.


“Kasih  tahu aku sekarang Ani ada di mana! Gak  mungkin kamu hanya diam saja dan seolah tidak


tahu dia di mana?” Protes Dirga.


“Aku benar gak tahu dia


dimana sekarang aku mau pergi mencarinya. Mencari dengan kepala dingin tidak


dengan kepala panas seperti diri mu. Aku mau pergi,” ucap Distan  namun Dirga gak puas dengan kata Distan.

__ADS_1


 Distan yang sudah keluar dari rumah di ikuti


Oleh Dirga secara diam- diam ke mana bocah itu menyembunyikan istrinya. Distan  berhenti di tengah jalan untuk membeli


martabak untuk adiknya itu malam ini dia mau menginap di rumah adiknya itu,


dari pada di rumah si om- om galak suami adiknya. Distan tak menyadari jika ada


dua mata yang mengawasi dirinya dari tadi. Distan mengambil martabak yang di


berikan oleh penjual tersebut, lalu dia segera pergi dengan motor sport milik


Dirga yang dia pinjamkan padanya, dan di ikuti oleh Dirga.


 Hingga tiga puluh menit perjalan akhirnya dia


sampai di depan rumah minimal tersebut Distan segera turun dari motornya,


kemudian dia masuk ke dalam rumah.  Dirga


juga ikut turun dari mobilnya mengikuti Distan tanpa sepengetahuan dia sudah


seperti pengintip saja dirinya.


“Ani....,” panggil Distan


pada adiknya yang entah di mana.


 Tak lama kemudian Ani keluar dari kamarnya,


dia menghampiri kakaknya itu.


“Kakak sudah datang,” sapa


dia.


“Iya sini, kakak bawain martabak


kesukaan kamu ini. ayok kita makan.”


“Wah makasih kakak, cocok


bangat ini sama selera dan mood.”


Dirga  yang  melihat di balik tembok depan sedikit geram  dengan mereka, namun muncul ide gila di


Tok....tok... bunyi


pintu  seketika Dirga harus bersembunyi


lagi biar gak ketahuan  sudah seperti


maling dirinya saat ini. Ani membuka pintu dan masuklah manusia tengil yang


bikin rada kecemburuan Dirga menggila. Ya yang datang itu Rendy bersama Aldo mereka


juga membawa kantong kresek di tangan mereka.


“Wah.. kak Aldo, kak Rendy


datang juga ini,” sambut Ani dengan girang di hadapan Ani.


“Iya dong malam ini kita


nginap disini juga, sebab besok lusa kita sudah  berangkat ke Jerman. Jadi gak bisa ketemu sama si cantik  ini,”  ucap Rendy menggoda Ani.


“Ayok kak,  kakak Distan juga datang.”


Mereka pun duduk di


ruangan keluarga itu menyantap makan yang mereka bawah, semua tampak tertawa,


bercanda ria di sana.”


Dirga yang melihat itu


semua sudah marah sampai keubun- ubun dia sangat khawatir dengan istrinya


itu.. malah istrinya senang dan tertawa ria di sana. Lihat saja dia kan membuat


tawa malam ini dengan sebuah ikatan ..


 Sebenarnya Rendy merasa ada orang lain selain


mereka di sini, dan sekilas ia bisa melihat  bahwa ada om- om galak mengumpat di balik tembok dia pun mulai beraksi.


“Ani kamu mau ikut dengan

__ADS_1


kakak gak besok Lusa ke Jerman?” tanya Rendy.


“Emang boleh kakak,” jawab


Ani antusias.


“Tentu boleh dong,  kamu juga mau lanjut study kamu kan di sana.”


“Iya kak, tapi aku belum


ngomong sama suami aku.”


“Gak perlu juga kamu


ngomong sama om- om galak itu Ani. Dia aja selingkuh di belakang kamu, gak peduli


sama kamu adek sayang,”


“Iya aku tahu kakak, tapi


gak apa- apa kan ya aku ikut dengan kakak  ke Jerman?” tanya Ani.


“Kakak senang kalau kamu


ikut, jadi kita berdua bisa jagain kamu dari om- om galak itu. biarin aja dia


sama selingkuhan dia itu. kamu masih muda masih 19 tahun Ani sedangkan dia


sudah berapa itu umurnya 30 Tahun  gak


pantas buat kamu.”


“Hii... kakak dia belum


tua  kali, masih 26 tahun dia ma,”


“Terserah umurnya berapa


yang penting besok lusa kamu ikut dengan kita ke Jerman.”


“Baik lah kakak, akan ikut


dan juga lanjut studiku di sana.”


 Dirga yang mendengarkan itu semua sudah marah


besar namun dia masih diam menunggu waktu. Apalagi dia bilang dia sudah tua


sama si bocah tengil itu.. awas saja dia membawa istriku bersamanya kan ku


habisi... kata Dirga pelan.


Sedangkan Rendy yang  melancarkan aksinya saat ini sangat lah


gembira mampun membuat om-om galak itu marah.


“Ani kayaknya sudah larut


malam ni, ayok kita istirahat dulu yuk.”


“Iya kakak, Tapi kakak


tidur  di mana?” tanya Ani.


“Ya kita tidur bareng lah.”


Dirga mengepalkan


tangannya saat mendengarnya.


“Iya kak Rendy bareng kak


Aldo, kak Distan bisa tidur di kamar Sana ,” tunjuk Ani.


“Oke my love,” balas Rendy


dan mereka pun ke kamar itu.


Setelah kakaknya masuk


kamar Ani pun berjalan ke dalam kamarnya saat dirinya mau menutup pintu


ternyata ada yang menahannya. Dan ia mendongak saat melihat siapa yang menahan


pintu itu. Ani kaget dengan suaminya yang berada di depan pintu.


Ayok teman- teman pembaca

__ADS_1


dukung terus ya ceritanya.


__ADS_2