
“Tidak ada, tadi pamit padaku untuk menyusul
kamu ke kantor,” ucap Distan bohong.
“Ke mana aku harus
mencarinya,” tutur Dirga dengan mengusap rambutnya yang tidak gatal.
Dirga keluar dari rumahnya
dengan tergesa- gesa ingin mencari ke mana istrinya itu pergi. Dia tidak mau
terjadi apa- apa dengan istrinya itu, ia masuk ke dalam mobil dan segera
meninggalkan rumahnya. Sepanjang
perjalanan Dirga melihat kanan- kirinya dia menelusuri setiap jalan itu dengan
lihat kanan – kiri, namun tak menemukan sosok istrinya itu. kemudian menuju ke
kantornya mana tahu istrinya datang
sana. Dengan kecepatan yang maksimal dia mengendarai mobil sport miliknya itu menuju kantornya, sesampai di depan
kantor tersebut Dirga segera masuk ke dalam kantor itu untuk mencari istrinya.
Dia masuk ke dalam ruangannya akan
tetapi tidak ada tanda- tanda akan manusia yang datang saat tadi. Melihat ruangan itu masih kosong Dirga segera mengarahkan bodyguard nya untuk mencari istrinya itu. dia bahkan panik saat itu tidak terpikir oleh dirinya jika dia menyuruh bodyguard untuk mengawasi
istrinya.
Dia mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi
seseorang di balik sana. Dan seketika raut wajah Dirga masih tegang bahkan bodyguard yang di suruh
juga tak menemukan jejak istrinya itu. Dirga berpikir keras keberadaan
istrinya saat ini, takut hal buruk terjadi pada istrinya itu.
Seketika dia mengingat
jika Distan kakak iparnya itu hanya santai saja di saat genting gini dia jadi
curiga dengan kakak iparnya itu. dia kembali pulang ke rumah untuk menemui
Distan. Dia segera keluar dari ruangan
tersebut dan menuju lift . keluar di
lift dia menuju mobilnya yang terparkir di depan kantor . Dirinya masuk ke
dalam mobil dan meninggalkan kantor itu menuju rumahnya.
Sesampai di rumah dia
segera masuk dan menaiki tangga dua menuju kamar yang di tempati oleh Distan.
Tok... tok... tok... dia mengetuk pintu kamar tersebut.
Klek.... pintu terbuka
muncul Distan sambil terbukanya pintu
kamar itu.
“Ada apa Dirga?” tanya
Distan.
“Di mana Ani, kasih tahu
padaku sekarang?”
“Aku tidak tahu aku juga
mau mencarinya,” kata Distan bohong.
“Kasih tahu aku sekarang Ani ada di mana! Gak mungkin kamu hanya diam saja dan seolah tidak
tahu dia di mana?” Protes Dirga.
“Aku benar gak tahu dia
dimana sekarang aku mau pergi mencarinya. Mencari dengan kepala dingin tidak
dengan kepala panas seperti diri mu. Aku mau pergi,” ucap Distan namun Dirga gak puas dengan kata Distan.
__ADS_1
Distan yang sudah keluar dari rumah di ikuti
Oleh Dirga secara diam- diam ke mana bocah itu menyembunyikan istrinya. Distan berhenti di tengah jalan untuk membeli
martabak untuk adiknya itu malam ini dia mau menginap di rumah adiknya itu,
dari pada di rumah si om- om galak suami adiknya. Distan tak menyadari jika ada
dua mata yang mengawasi dirinya dari tadi. Distan mengambil martabak yang di
berikan oleh penjual tersebut, lalu dia segera pergi dengan motor sport milik
Dirga yang dia pinjamkan padanya, dan di ikuti oleh Dirga.
Hingga tiga puluh menit perjalan akhirnya dia
sampai di depan rumah minimal tersebut Distan segera turun dari motornya,
kemudian dia masuk ke dalam rumah. Dirga
juga ikut turun dari mobilnya mengikuti Distan tanpa sepengetahuan dia sudah
seperti pengintip saja dirinya.
“Ani....,” panggil Distan
pada adiknya yang entah di mana.
Tak lama kemudian Ani keluar dari kamarnya,
dia menghampiri kakaknya itu.
“Kakak sudah datang,” sapa
dia.
“Iya sini, kakak bawain martabak
kesukaan kamu ini. ayok kita makan.”
“Wah makasih kakak, cocok
bangat ini sama selera dan mood.”
Dirga yang melihat di balik tembok depan sedikit geram dengan mereka, namun muncul ide gila di
Tok....tok... bunyi
pintu seketika Dirga harus bersembunyi
lagi biar gak ketahuan sudah seperti
maling dirinya saat ini. Ani membuka pintu dan masuklah manusia tengil yang
bikin rada kecemburuan Dirga menggila. Ya yang datang itu Rendy bersama Aldo mereka
juga membawa kantong kresek di tangan mereka.
“Wah.. kak Aldo, kak Rendy
datang juga ini,” sambut Ani dengan girang di hadapan Ani.
“Iya dong malam ini kita
nginap disini juga, sebab besok lusa kita sudah berangkat ke Jerman. Jadi gak bisa ketemu sama si cantik ini,” ucap Rendy menggoda Ani.
“Ayok kak, kakak Distan juga datang.”
Mereka pun duduk di
ruangan keluarga itu menyantap makan yang mereka bawah, semua tampak tertawa,
bercanda ria di sana.”
Dirga yang melihat itu
semua sudah marah sampai keubun- ubun dia sangat khawatir dengan istrinya
itu.. malah istrinya senang dan tertawa ria di sana. Lihat saja dia kan membuat
tawa malam ini dengan sebuah ikatan ..
Sebenarnya Rendy merasa ada orang lain selain
mereka di sini, dan sekilas ia bisa melihat bahwa ada om- om galak mengumpat di balik tembok dia pun mulai beraksi.
“Ani kamu mau ikut dengan
__ADS_1
kakak gak besok Lusa ke Jerman?” tanya Rendy.
“Emang boleh kakak,” jawab
Ani antusias.
“Tentu boleh dong, kamu juga mau lanjut study kamu kan di sana.”
“Iya kak, tapi aku belum
ngomong sama suami aku.”
“Gak perlu juga kamu
ngomong sama om- om galak itu Ani. Dia aja selingkuh di belakang kamu, gak peduli
sama kamu adek sayang,”
“Iya aku tahu kakak, tapi
gak apa- apa kan ya aku ikut dengan kakak ke Jerman?” tanya Ani.
“Kakak senang kalau kamu
ikut, jadi kita berdua bisa jagain kamu dari om- om galak itu. biarin aja dia
sama selingkuhan dia itu. kamu masih muda masih 19 tahun Ani sedangkan dia
sudah berapa itu umurnya 30 Tahun gak
pantas buat kamu.”
“Hii... kakak dia belum
tua kali, masih 26 tahun dia ma,”
“Terserah umurnya berapa
yang penting besok lusa kamu ikut dengan kita ke Jerman.”
“Baik lah kakak, akan ikut
dan juga lanjut studiku di sana.”
Dirga yang mendengarkan itu semua sudah marah
besar namun dia masih diam menunggu waktu. Apalagi dia bilang dia sudah tua
sama si bocah tengil itu.. awas saja dia membawa istriku bersamanya kan ku
habisi... kata Dirga pelan.
Sedangkan Rendy yang melancarkan aksinya saat ini sangat lah
gembira mampun membuat om-om galak itu marah.
“Ani kayaknya sudah larut
malam ni, ayok kita istirahat dulu yuk.”
“Iya kakak, Tapi kakak
tidur di mana?” tanya Ani.
“Ya kita tidur bareng lah.”
Dirga mengepalkan
tangannya saat mendengarnya.
“Iya kak Rendy bareng kak
Aldo, kak Distan bisa tidur di kamar Sana ,” tunjuk Ani.
“Oke my love,” balas Rendy
dan mereka pun ke kamar itu.
Setelah kakaknya masuk
kamar Ani pun berjalan ke dalam kamarnya saat dirinya mau menutup pintu
ternyata ada yang menahannya. Dan ia mendongak saat melihat siapa yang menahan
pintu itu. Ani kaget dengan suaminya yang berada di depan pintu.
Ayok teman- teman pembaca
__ADS_1
dukung terus ya ceritanya.