
“Hallo, bagaimana anak sialan itu.”
“Dia sudah sadar Ny.Yuli.”
“Bagus sekali, kau terus awasi dia jangan sampai
kau gagal. Biar kan dia membusuk di sana.”
“Baik Ny.Yuli, saya akan jaga dia di sini sesuai
dengan permintaan Anda.”
“Bagus kalau begitu.” Kemudian di matikan oleh
Yuli sepihak.
“Bagaimana ma?” tanya suaminya.
“Aman pa.”
Mereka kembali
melanjutkan aktivitas mereka. Dirga yang sudah di markasnya menyuruh orang-
orangnya untuk melacak keberadaan istrinya saat ini, siapa yang sudah menculik
istrinya akan berurusan dengan dia. Dia sudah berjanji dalam dirinya akan
melakukan hal yang sama kepada orang itu bahkan lebih dari apa yang di dapatkan
istrinya.
“Tuan lihat ini, lokasi Ny.Ani sudah terdekteksi.”
Dirga segera melihat di mana saat ini istrinya
matanya memicing saat itu juga melihat lokasi istrinya itu.
“Sekarang kita kesana, dan semua bersiap- siap
ikut dengan saya.”
Semua bersiap
menuju desa itu, Dirga tidak sabar lagi untuk menemukan istrinya dia yakin
istrinya itu sangat takut dia mesti segera sampai sana.”
Sudah 2 jam
perjalanan Dirga dengan para bodyguardnya akhirnya sampai di titik istrinya
berada, Dirga segera mengerahkan semua bodyguard untuk menyerang sesuai
strategi yang sudah di atur olehnya sebelum berangkat.
__ADS_1
Dengan
langkah panjang miliknya Dirga masuk ke dalam rumah kayu itu dan melihat di
sana terdapat beberapa orang berbadan besar berdiri menghadang langkahnya.
“Beraninya kau datang ke sini.”
“Iya, kenapa jika aku tidak berani.”
“Kau akan bernasib sama dengan wanita sialan itu.”
Seketika teras sesak di dada Dirga emosinya
mengebu- ngebu sampai ke ubun- ubun tanpa aba- aba Dirga langsung menghajar
orang itu dan melenyapkannya dengan ganas seperti apa yang pernah dirinya
katakan.
Semua pria itu sudah terkapar dengan tubuh yang
tidak lagi utuh, Dirga memotong tangan, kaki, leher, mereka juga.
Ani yang mendengarkan suara perkelahian di luar segera meminta tolong.
Tolong......tolong........ tolong aku sini....
teriakan Ani yang di dengar oleh Dirga di luar. Dirga segera masuk ke dalam
sungguhi dengan pemandangan istrinya yang di pasung rantai di sebuah kursi.
Dirga melangkah ke arah istrinya kemudian segera
melepaskan rantai itu di kedua kaki serta tangan.
“Sayang, kamu tidak apa- apa lagi kok, di sini
sudah aku.”
Tangis Ani pecah saat Dirga membawa Ani ke dalam
dekapannya.
“Mas, Ani sangat takut sekali mas.”
“Huzzz.... sekarang kamu tidak perlu takut sayang!
Mas di sini kok.”
“Mas, kenapa mama tega begini padaku mas.”
Dirga yang mendengar langsung mengeratkan pelukannya
pada istrinya itu sedangkan pikirannya sudah merencanakan sesuatu yang
__ADS_1
setimpal.
“Sayang, ayo segera kita tinggalkan tempat ini.”
Dirga segera meninggalkan rumah itu di ikut oleh
para bodyguardnya. Sepenjang perjalanan Dirga berusaha menenangkan istrinya
yang sangat takut akan kejadian yang menimpah dirinya hingga mereka tiba di
rumah mega itu.
Dirga menggedong istrinya yang tertidur itu dengan
hati- hati dia membawah ke dalam rumah, di lanjutkan menuju kamar mereka. Dirga
meletakkan istrinya kemudian dia meminta pelayannya untuk menyediakan air
hangat untuk membersihkan tubuh istrinya itu.Tak lama kemudian pelayan itu datang dengan com besar
berisi air panas dengan sepasang handuk kecil di tangannya.
“Tuan, ini air yang Anda minta.”
“Baik, letakkan di sana! Biar saya yang
membersihkan tubuh istri saya.”
“Baik Tuan, kalau begitu.”
“Iya,tunggu.... tolong kau bikin makan untuk
istriku.”
“Baik Tuan.”
Dirga mulai melepaskan pakain kotor istrinya dan menglap
setiap inci tubuh istrinya dengan air hangat itu setelah selesai dia memakaikan
pakain istrinya yang bersih.
Dirga memberikan obat pada luka di bibir istrinya
dan memar di pipi istrinya semua sudah usai dia lakukan Dirga duduk di tepi
ranjang sambil menatap istrinya dengan penuh rasa cinta. Dia ingat bagaimana
gadis SMA itu dulu mampu meluluhkan hatinya hingga dia begitu mencintai gadis
itu sekarang.
Kemudian Dirga menyuruh orangnya untuk menangkap
mertuanya itu, dia akan berikan hal setimpal untuk mereka yang sudah membuat
__ADS_1
istrinya seperti ini.