MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Grumpy and annoying


__ADS_3

Dasar desus


setiap ruangan itu mulai terdengar karena mereka membicarakan guru yang akan


menggantikan mereka katanya galak bangat. Ani yang bersikap cuek di dalam kelas


itu pun ikutan kesal karena ia tak bisa berkosentrasi mengerjakan kesimpulannya


dan ia mulai marah karena terlalu berisik.


"Kalian


bisa gak si diam."


Mereka semua


yang mendengar itu mala acuh saja hingga bunyi pintu terbuka .


terlihat


sosok pria yang tak jauh berbeda dengan mereka menjinjing tas miliknya dan satu


buku yang dipegang ditangan kirinya pria itu menuju meja guru. lalu


memperhatikan seluruh ruangan yang masih ribut karena suara anak murid yang


masih berkeliaran ke sana -kesini.


"Kalian


mau ke sekolah, atau ke pasar," ucap


pria itu.


Sontak semua


diam membisu seperti batu tak bisa bicara. Mata pria itu menatap mereka dengan


tajam jika pisau pasti kami akan mati karena tusukan. Awalnya yang ribut diam


sedemikian rupa hingga dirinya tak sanggup berkata. Ani yang melihat itu pun


seketika tertawa tanpa memperhatikan suasana yang mecengkram semua warga kelas


itu.


Haa..haah...haahhaa..


tawa Ani lepas ,di dalam kelas itu. Semua mata menatap dengan keheranan pada


Ani yang tertawa seperti itu, apa dia tak takut dengan orang yang berdiri


di depan mereka itu. Pria yang bernama yogi Prasetiyo itu menatap siswa yang


tertawa lepas tanpa merasa bersalah di dalam kelas. Ani yang merasa semua diam


dan ia melihat ke samping belakang ternyata semau mata tertuju pada dirinya yang


tertawa tak melihat kondisi.


"Kamu, keluar."


Itu perintah yang terdengar oleh Ani.


"Lo


kenapa saya disuruh keluar pak?" tanya Ani.


"Kamu


tau apa kesalahan yang ku lakukan?" kata pria itu.


"Maaf


de pak, saya memang salah tertawa di kelas tadi Tanpa kondisi," Ani


mengaku.


"Makanya


kamu keluar dari kelas saat ini."


"Jangan


dong pak, maafkan saya pak, saya benaran tak sengaja itu hanya reflek


pak," rajuk Sambil menjelaskan kepada pria di depannya (gurunya).


"Saya


tak mau tau! kamu juga sekarang keluar dan tak usah masuk mengikuti kelas saya


hari ini!" kata yogi.


"Ihhhzz..jangan


dong pak, nanti saya tidak bisa mengikuti pelajaran bapak kalau saya tidak bisa


emang bapak mau saya salah ."


"Atau

__ADS_1


bapak mau kasih nilai saya seratus?" tanya Ani.


"Saya


tak mau tau! pokoknya kamu harus keluar, sekarang juga mengerti."


"Haaha...haha....haah..


baiklah pak


,saya akan keluar," kata Ani.


Yogi sungguh


heran de ketika melihat siswanya itu berani sekali dirinya tak bersikap sopan


dan apa lagi ini hari pertama dirinya masuk mengajar di sekolahan.


Kalau bukan


perintah Papanya gak mungkin dia mau mengajar di sini walau ini sekolah


miliknya. Ia paling malas dengan siswa -siswa yang menatapnya penuh dengan


tatapan menggoda ,itu sangat dirinya jijik. Yogi merasakan jika hari -harinya


disini akan terasa dalam neraka.


“papa juga


ngapain juga aku disuruh gantiin pamannya di sini. Padahal dia lebih suka kerja


di perusahaan milik itu.”


Karena


permintaan papa dan mama tercintanya itu ia harus menuruti semuanya agar orang


tuanya tidak kecewa, dia akan buat semua seperti neraka bagi siswa-siswa di sini


agar Aku di suruh berhenti jadi guru kemudian aku kembali kerja di perusahaan


ku itu.


Lihat saja


hari ini, dia melihat siswa di kelas itu tertawa di depannya dengan lantang tak


melihat tatapan seorang Yogi Prasetiyo yang menatap ia dengan sorotan tajam, emosi


yang mulai membara dalam jiwa tampak ia tahan agar tidak meledak bisa dilihat


dari faham atas bawahnya mengeras menahan semua bom yang akan meledak jika ia


Ia sudah


mengusir siswa wanita itu keluar, siswa tersebut juga mencoba menjelaskan jika


dirinya reflek saja. Tapi entah kenapa ia tak bisa menahan amarah pada dirinya


hari ini


akhirnya


siswa itu pergi keluar dan tertawa terbahak -bahak lagi membuatku ingin menarik


dan melemparkannya dari dalam kelas ini. Tapi sayangnya aku tak bisa karena


harus menjaga image aku sebagai guru yang ganteng seperti diriku ini.Ya akan ku


panggil dia ke ruang ku,dan kuberikan ia hukuman biar kapok sekalian, berani


sekali dia melawanku.


Arrhhhh


...hizzzz sebel bangat de aku saya tu guru, masa iya tertawa gitu aja diusir


keluar batin Ani. Ani melangkahkan kakinya keluar kelas belum sempat dia


memegang hendle pintu sebuah suara kembali menghentikan langkahnya


"Kamu


temui saya setelah jam pelajaran selesai di ruangan saya, tepat waktu."


Ani yang


mendengarkan itu hanya diam dan melangkah kembali, tapi terhenti lagi


"Kamu


dengar saya ngomong apa?" tanya yogi gurunya itu.


"Baik,pak


saya mengerti." Balas Ani dengan malas terus segera keluar dari kelas itu.


Didalam


kelas semakin sunyi kayak tak ada didalam semua siswa ketakutan melihat guru

__ADS_1


didepan mereka marah anehnya mereka belum tau siapa sosok guru itu dan tak ada


penjelasan sama sekali dari bibir sosok itu.


Datang


-datang langsung marah sungguh mereka kuncun melihat wajah datar yang sedang


marah itu. Yogi kembali menatap seluruh murid didalam kelas itu menundukkan


kepala mereka kebawa.


"Apa


lantai itu bagus sehingga kalian melihat kebawah terus!" kata yogi tegas.


 Serentak mereka mengangkat kepala mereka


perlahan menghadap kedepan.


"Maaf


pak," itulah yang terucap dari bibir mereka.


"kalian


jangan sampai membuat saya bertambah marah lagi."


Mereka hanya


diam mendengarkan menjawab nanti mala salah lebih baik diam.


"Oke


saya mau kalian tidak melanggar aturan dengan saya ."


"Saya


tidak suka ,jika belajar dengan saya ada yang berbicara, menengok kanan-kiri dan


tidak belajar," kata yogi tegas.


"Baik


pak," balas mereka.


Sebelumnya


saya mau perkenalkan diri saya, Saya guru pengganti pak Anton karena beliau


pensiun jadi saya pengganti beliau untuk sementara waktu, nama saya Yogi


Prasetiyo saya lulusan dari universitas Xxxxx...jurusan EKONOMI dan saya juga


menguasai beberapa pelajaran lainya seperti Fisika, Matematika, Kimia, jadi


saya mengajar Matematika untuk menggantikan Pak Anton. Dan ingat saya tidak suka


sama siswa ya tidak membuat tugas."


Semua siswa


hanya mengangguk mengerti padahal dalam hati mereka selamat memasuki dunia


neraka dunia.


"Pak, saya


mau tanya apa boleh?" ucap salah satu siswa centil namanya Nisa.


"ya, kamu


mau tanya apa?"


"Umur


bapak berapa? lalu bapak udah nikah apa belum?"


"Umur


saya baru 21 tahun dan saya belum menikah." siswa itu tampak ceria


mendengar kata yogi .


"lalu


bapak sudah punya pacar? jika belum saya mau jadi pacar bapak!" cuman


siswa itu.


Yogi paling


tidak suka jika siswa kecil kayak tunas jagung sudah bertanya pacar ,apa di


otak mereka itu saja.


"Itu


privasi saya dan kamu sekolah yang benar saja! ingus ke hapus udah nanya pacar


mau jadi apa kamu nanti.!" kata yogi Tegas.

__ADS_1


"Baik


pak,"jawab nisa.


__ADS_2