MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
kembali


__ADS_3

"Mama kamu kenapa terlihat marah seperti itu?" tanya suaminya.


"Mama habis telepon sama Dirtan Papa, Mama kangen bangat sama anak mama itu pa."


"Terus apa yang membuat mama marah?"


"Dia lebih milih anak sialan itu dari pada mama pa."


"Anak itu lagi, apa yang sudah dia lakukan pada anak kita mama."


"Entah mama juga tidak tahu apa yang telah dilakukan olehnya hingga anak kita berubah begitu Papa."


"kita harus singkirkan anak itu dari anak kita mama."


"Ide yang sangat bagus sekali papa, sudah tiga tahun mama tidak pernah mengusik kehidupannya."


"Oke sekarang mama tenang saja, papa akan minta orang untuk melancarkan aksi kita."


 kedua orang itu sudah memiliki rencana untuk menyingkirkan Ani anak yang selalu menganggap anak pembawa sialan. Hati mereka sudah tertutup untuk menerima Ani adalah darah daging mereka, sejak kecil sudah di perlakukan seperti tidak anak mereka.


Entah hati mereka terbuat dari apa yang tak punya kasih sayang yang di curahkan untuk anaknya itu. Dan sekarang tujuan mereka lebih buruk dari itu menyingkirkan Ani dari Dirtan anak mereka akan tetapi membunuh Ani.

__ADS_1


" Oya mama, papa sudah suruh orang  kepercayaan papa untuk mengikuti Ani kemudian bunuh anak sialan itu."


"Bagus sekali papa, mama berharap kali ini tidak gagal lagi kita melenyapkan anak sialan itu."


"Iya mama, papa juga yakin kali ini kita tidak akan kalah."


"Semoga kita bisa papa, sekarang mama berangkat dulu ya papa."


"Iya papa juga sayang mau berangkat, kamu hati- hati ya mama."


 kedua orang itu segera pergi meninggalkan rumah kecil milik mereka, karena setelah tiga tahun lalu rumah mereka di sita oleh bank karena tidak mampu membayar hutan mereka.


"Selamat pagi pak." sapa karyawan  yang lain.


"Bapak sepertinya semangat sekali hari ini?" tanya salah satu karyawan.


"Iya pak, saya lagi suasana senang saja."


Di seberang sana Ani sedang berjalan di jalan karena hari ini dirinya tidak ingin di jemput oleh supirnya, namun Ani tidak menyadari dirinya sudah di ikuti oleh beberapa orang yang mengenakan pakaian anak kampus sehingga tidak menyadari. Orang- orang itu memanfaatkan suasana lengan itu untuk membunuh Ani, dan mereka sudah merancang senjata mereka sebuah pistol yang sudah diangkat tinggi menuju target di depan mereka.


Orang itu pun mulai menarik pelatuk pistol tersebut untuk menembak Ani akan ketika orang itu berteriak kesakitan dan tersimpuh di atas semen lalu lintas.

__ADS_1


"Berani sekali kalian mau mencelakai istriku. Siapa yang menyuruh kalian," tanya Dirga dengan tegas."


"Siapa yang memperintahkan kami bukan urusan kamu."


"Tentu saja urusan dengan aku, karena yang kalian celakai itu istriku."


"Kami tidak akan katakan siapa mereka."


"Baik kalau begitu aku bisa saja tahu dalam satu menit, tapi dor....dor."


suara tembakan di sekitar itu pun terdengar akibat  Dirga sudah membunuh mereka. Setelah kedua nyawa orang itu melayang Dirga menyusul istrinya  yang sedang berjalan santai bahkan Ani tidak mengetahui jika dirinya sedang dalam bahaya.


"Sayang," panggil Dirga.


"Mas, kok di sini?" ujarnya.


"Iya mas jemput kamu ke sini."


"Sekarang ayo kita pulang, mas mau istirahat soalnya badan mas gak terlalu enak hari ini.


Ani memegang dahi suaminya terasa panas.

__ADS_1


"Ayo mas kita pulang, kamu demam ini."


__ADS_2