
Dirga yang dengan talent dia mengangkat tubuh istrinya itu ke atas ranjang dan segera
mencari mangkuk yang di dapur yang sudah
berisi air dan satu handuk kecil. Dirga mengompres dahi Ani dengan lembut. Ia sangat khawatir dengan istrinya itu walau ia marah tapi dia juga khawatir akan istrinya itu.
Perlahan–lahan dia menggantikan baju sang istrinya itu dengan baju tidur.selesai ia
membantu istrinya Dirga pergi ke dapur untuk memasak bubur untuk istrinya
itu.
“Selamat Siang adik ipar,” sapa Distan kakak Ani.
“Selamat siang, ada apa kau datang ke sini?” tanya Dirga.
“Aku mau ketemu adik ku kau tak bisa melarangnya.”
“Aku suaminya, aku berhak melarang kau.”
“Aku tidak peduli dia mana Ani sekarang?” tanya Distan.
“Dia di kamarku dia lagi sakit.”
“sakit? Tadi dia baik- baik saja sekarang kenapa bisa sakit tiba- tiba?” tanya Distan.
Distan langsung naik tangga lalu pergi ke kamar Ani dan ia melihat adiknya itu tertidur di atas ranjang tersebut, tangan Distan
menyentuh dahi adiknya ia dan panas di tubuh adiknya sudah mulai turun.
Distan naik ke atas ranjang tersebut ikut berbaring di samping adiknya itu sambil
__ADS_1
memeluk Ani dari samping ia pun ikut tidur di samping adiknya itu. Ani yang
merasa tubuhnya di rangkul membiarkan saja dan membalas rangkulan itu dengan
erat.
Mereka berdua sudah tertidur saling memeluk satu sama lain Dirga yang masuk ke dalam
kamar sontak kaget dan marah akan hal yang di lihat namun dia urungkan mengingat
istrinya itu lagi sakit. Dan segera mendekati Distan dan membangunkan dia.
Dia menggoyang-goyangkan bahu Distan agar ia bangun namun dia sangat susah di
bangunkan oleh Dirga. Dengan sekuat tenaga Dirga menarik tubuh Distan hingga ia
terbangun dari tidurnya.
“Gak usah berisik kau cari kesempatan saja sama istriku.”
“cari kesempatan bagaimana biasa saja kali aku tidur sama adik aku, emang salah?”
ujarnya tak mau kalah.
“tentu saja itu salah, dia istriku dan aku tidak mau kau tidur sama istri ku walau
kalian adik kakak.”
“Dasar suami cemburuan lo, dimana-mana kakak dan adik itu tidak akan bisa di pisahkan
lo lihat kenyataannya kan adik gue memeluk gue dengan erat saat tidur, gak
__ADS_1
kayak lo.”
Selesai perdebatan ia dengan Dirga Distan pun pulang dari rumah mereka menuju rumahnya.
“Dasar Distan,enak-enak dia meluk- meluk istri ku,” sungut Dirga saat Distan sudah
pergi dari rumahnya. Ia segera menuju ranjang tempat istrinya itu masih berkutat dengan tidurnya ia juga ikut berbaring di samping istrinya itu dan memeluk istrinya.
Ani merasa sedikit dingin ia membuka matanya dan dia melihat suaminya yang tertidur
pulas sambil memeluknya Ani menjauhkan tubuhnya dari Dirga untuk bangun dari
tidurnya namun kembali di tarik oleh Dirga ke pelukannya.
“Kamu mau keman?” ucap Dirga.
“......” Ani hanya diam saja ia tidak menjawab
pertanyaan dari Dirga ia sangat malas mengingat dia di bentak oleh Dirga tadi
membuatnya sedikit takut.
“kenapa kamu diam saja? Apa kamu masih pusing?”
“Gak... minggir aku mau ke kamar mandi!” ketusnya.
“Perlu aku bantu?”
“Gak aku bisa sendiri, minggir jawabnya dengan judes.
Dirga membiarkan istrinya itu turun sendiri masuk ke kamar mandi.
__ADS_1