
Dirga yang berdiri di depan istrinya lalu ia menatap dengan tajam terhadap istrinya .
“Kamu tahu aku sudah menunggu kamu 2 jam di depan gerbang sekolah!” ujar Dirga
dengan nada tinggi.
“Siapa yang sudah Mas nunggu di sana! Gak ada yang nyuruh kan?” ucap Ani dengan
lantang mengalahkan Dirga.
“Kan saya sudah kirim pesan ke kamu, kenapa kamu tidak balas chat aku, agar aku
tidak menunggu kamu di sana selama 2 jam!” ucapnya.
“Siapa suruh, kamu tahu Mas aku di dalam kelas itu sedang belajar ada guru yang harus aku hargai, dan aku tidak suka jam
belajarku di ganggu oleh siapapun.”
“Aku itu suami kamu, kamu harus nurutin semua perintah aku.”
“Aku tahu, aku itu suami kamu yang di tururuti, tapi tidak dengan ini! ini masa depan
aku! Aku sangat menghargai guruku dan asal kamu tahu ya Mas di mana kamu berada
kamu harus menuruti peraturan yang telah ada dan itu baik untuk kehidupan dirimu sendiri. Coba mas pikir sendiri pantas aku pergi saat guru aku lagi menjelaskan pelajaran di depan? aku pergi hanya karena mas yang gak jelas menyuruhku pulang,” tutur Ani
__ADS_1
dengan sangat marah pada suaminya.
“Kamu tahu, kenapa aku suruh pulang?” tanya Dirga dengan suara marah yang di
tekankan.
“Tidak! Aku rasa aku tidak ada membuat kesalahan!” ujar Ani.
“Kamu bilang tidak ada permasalahan yang kamu bikin , dan membuat aku kacau dan tidak
tahu yang harus aku pikirkan hanya kerena kamu!” bentak Dirga.
Ani yang di bentak Dirga sedikit menciut karena dirinya sangat takut jika di bentak
oleh orang ia memundurkan langkahnya
“Emang apa yang aku lakukan pada Mas?” tanya Ani dengan suara yang bergetar.
“Kamu tidak menyadarinya ternyata...... kamu seorang istri kamu tidak tahu batasan
kamu dengan pria lain, apa kamu perlu aku ajarkan bagaimana peran seorang
istri? Dengan mudahnya kamu pergi dengan pria lain! Lalu kamu anggap apa aku
sebagai suami kamu.”
__ADS_1
Ani yang masih belum konek dengan apa yang di sampaikan oleh sang suami masih saja berpikir keras apa yang membuat suaminya marah seperti ini. Dia menatap punggung suaminya lalu kedua kakinya bergetar hebat saat mengingat dirinya di bentak oleh suaminya itu.
Dirga yang amarahnya yang kepalang di ubun- ubun terhadap istrinya itu masih berusaha
mengendalikan emosinya agar ia tidak melukai wanita yang ia cintai itu. ia
berusaha sekuat tenaga untuk tidak melampiaskan kepada istrinya. Ia tak
mendapat jawaban dari istrinya tersebut Dirga masuk ke dalam kamar mandi untuk meredakan amarahnya.
Ani yang merasa pusing saat ini dia berusaha untuk duduk di tepi dinding tersebut
untuk menyadarkan tubuhnya di sana tiba- tiba dia merasa kabur penglihatannya
kabur dan bruk... tubuh Ani terjatuh ke atas lantai .
Sedangkan di dalam kamar mandi mengguyur
tubuhnya dengan air...hingga dirinya merasa segar dan sedikit hilang emosinya. Setelah
itu ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian santay miliknya lalu Ia
mengedarkan penglihatan di kamar itu tidak menemui istrinya ia kita mungkin
Ani ke luar kamar. Ia ingin menyusul ke
__ADS_1
luar namun dia di Kaget kan oleh tangan yang di injak sontak matanya membulat
saat melihat istrinya itu pingsan.