
“Siapa juga yang mau godain
mas, orang aku may tidur.”
“Terus kenapa pakaian kamu kayak
gini, gak biasanya?” ucap Dirga.
“Ya aku lagi mager aja,” jawab
Ani dengan polos.
“ Mana ada istriku sayang seperti itu.”
“Ya ada lam Mas ini contohnya
aku, sudah aku mau lanjut tidur jangan ganggu aku.”
“ Mas gak jamin kalau itu,
karena kamu tahu dengan kamu begitu mas gak bisa khilaf.”
“Bodah amat lah mas , aku mau
tidur,” ucap Ani sambil menarik selimut sampai batas lehernya.
“ sayang jangan tidur lagi, ini
mau Magrib ini, apa kamu gak mau Melaksanakan sholat?” tanya Dirga.
“Gak mas, aku lagi dapet.”
“Dapet apa sayang, malah gak
sholat?” ucap Dirga bingung dengan maksud dapet yang di katakan istrinya itu.
“Aku itu lagi datang bulan mas, jadi gak boleh sholat,”
jelas Ani dengan cepat dan kembali tidur.
“pantas saja kamu ganas gitu,
ternyata lagi datang bulan, bilang dong dari tadi.”
“Ya mas ini, diam aku mau tidur
ini.”
“Alah mak, aku harus puasa satu
minggu dong sayang?” tanya Dirga.
“Iya puasa ,” jawab Ani dengan
malas karena tidurnya di ganggu dari tadi oleh suaminya itu.
Dirga menghela nafasnya lalu dirinya masuk ke
dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian setelah selesai dirinya keluar dan angsung melaksanakan kewajibannya
sama Tuhan. Setelah sholat Dirga mengambil Alqur’an yang ada di samping meja itu
lalu membacanya.
Dia mulai rajin membaca Alqur’an saat melihat
istrinya itu selalu membaca Alqur’an habis sholat magrib dan dia pun mencoba
belajar dari sana. Ternyata membaca Alqur’an itu menenangkan jiwa dan
menetramkan hati, pikiran dirinya.
Setelah selesai membaca Alqur’anDirga ikut
berbaring di samping sang istri yang tidur nyenyak di sana. Dia melihat
istrinya lalu mencium dahi istrinya lalu dia memejamkan mata untuk beristirahat
sebentar sebelum sholat isya.
Di sebuah restoran terlihat Distan sedang
menemui pemilik Restoran itu untuk menenyakan apakah ada lowongan pekerjaan yang part time.
__ADS_1
“Selamat malam pak?” ucap
Distan.
“Iya selamat malam juga, nak.”
“Mohon maaf pak , di sini ada
lowongan pekerjaan untuk partime gak pak?” tanya Distan.
“Kebetulan ada dek, kamu mau
kerja di sini?” tanya bapak itu.
“Iya pak, tapi saya akan
berkerja malam hari pak, sebab saat ini saya juga sekolah dan saya selesai jam
lima sore,” jelas Distan pada bapak itu.
“Oh.. tidak apa- apa yang penting
kamu kerja dan apa- apa yang terkendala bisa ngomomong sama saya.”
“ Baik pak terima kasih, apa
boleh dari sekarang saya kerja pak?”
“Iya boleh kok, sekarang kamu
bisa kerja.”
Distan dengan senang hati dirinya mengikuti
bapak itu menuju dapur di mana para pelayan restoran itu.
“Selamat malam semua,” ucap
bapak itu.
“Selamat malam pak,” jawab mereka dengan serentak.
“Malam ini ada ada orang baru yang akan bergabiung dengan
kita, semoga kalian bisa berkerja sama.”
dengan baik.”
“Bagus lah kalau begitu saya
keluar dulu, kamu silahkan ikut kerja dengan mereka.”
“Baik pak, terima kasih.”
Semua yang di dapur mulai bekerja termasuk
Distan setelah dirinya memperkenalkan dirinya ia segera berkerja yang bisa
dirinya lakukan. Distan sangat hati- hati sekali saat ini,karena ini hari
pertama dirinya bekerja dan pelanggan juga cukup banyak dan itu membuat
semangatnya gak luntur.
Hari sudah menunjukan jam 12 malam Distan segera
pulang ke rumahnya dengan naik taksi. Sepenjang perjalanan dia mengamati lalu
lintas dari balik kaca hitam itu, tak lama keudian dirinya sampai di depan
rumahanya. Segera membayar taksinya lalu segera masuk dengan pelan- pelan ke
dalam rumah itu.
Dia melangkahkan kakinya dengan
perlahan- lahan sehingga tak menimbulkan suara , lampu semua sudah muali redup
dirinya muali menaiki tangga satu persatu,namun baru satu lantai kakinya
melangkah semua ruangan terang dengan cahaya lampu dirinya kaget saat itu.
“Dari mana jam segini kamu baru
__ADS_1
pulang?” tanya sang mama.
“Aku dari rumah teman ma.”
“Dari rumah teman mana kamu,
sampai- sampai lupa waktu?” ucap mamanya penuh selidik.
“Aku ketiduran saat bersama
temanku ma, jadi aku bangun sudah jam 12 saja makanya aku pulang ma,” jawab
Distan membohongi mamanya
“Lain kali kamu jangan seperti
itu lagi, ucap mamanya.
“Iya ma, kalau begitu Distan ke kamar dulu ya ma.”
“Iya istirahat sana besok kamu
harus sekolah.”
Dengan cepat Distan menaiki tangga dan masuk
ke dalam kamarnya. Dirinya saat ini masih selamat dan terpaksa berbohong kepada
sang mama akan dirinya terlambat pulang, jika mamanya atahu maka otomatis
dirinya akan di amuk mamanya. Walau tadi sore dirinya pergi dengan begitu marah
nakan tetapi dia tidak bisa marah lama kepada mamanya itu.
Dia segera meletakan dan
mengganti pakaiannya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sebab
badannya agak sedikit bau makanan yan di masak. Masuk ke kamar mandi lalu dia
membersihkan dirinya mengguyur tubuhnya dengan air dingin hingga dirinya
selesai mandi.
Setelah selesai mandi Distan segera Keluar
dari kamar mandinya dengan handuk yang melilit tubuh indah miliknya itu. segera
mengenakan baju dan segera tidur matanya lumayan mengantuk saat ini.
Ani merasa ingin BAK dia segera bangun dari
tidurnya lalu dia segera turun dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Wah... leganya terasa oleh Ani setelah dia setelah selesai
dengan urusan BAK dia berjalan kembali menuju tempat tidur namun dia melihat
sang suaminya itu yang sedang tertidur di atas sejadah. Dia mendekati suaminya
itu mencoba untuk membangunkan suaminya itu namun tak ada respon sama sekali.
Ani berusaha untuk membawa suaminya itu keatas tempat tidur. Ternyata berat
dana suaminya itu lumayan berat dan tubuh besar suaminya itu membuat dirinya sedikit kesulitan dengan
tubuhnya yang lebih kecl.
Dengan susah paya akhirnya bisa juga membawa
suaminya itu dia membaringkan tubuh suaminya dengan baik lalu tidak lupa dengan menarik selimut sampai
ke batas leher suaminya itu. sejenak dia memandang ke arah suaminya itu, lalu
mengusap rambut suaminya itu yang lembut. Dia mencondongkan tubuhnya mendekati
wajah suaminya lalu mencium seluruh area wah suaminya itu.
Sebenarnya saat Ani meletakan Dirga di atas
ranjang dirinya terbangun dan dia sengaja untuk tidak membuka matanya, sebab
sang istrinya sudah mendekat ke arah wajahnya dia ingin tahu apa yang di
__ADS_1
lakukan istrinya itu. ternyata benar dugaannya istrinya itu sangat suka sekali jika mengelus rambutnya. bahkan hampir setiap malam dirinya akan mendapat helusan dari istrinya walau dirinya sedang
marah pun.