MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Minta izin suami


__ADS_3

 Pagi ini  Ani pergi keluar bersama suaminya untuk menegangkan dirinya untuk dari


rasa bosannya, setelah kakak pergi ke tempat mereka menuntut ilmu membuat


dirinya merasa kehilangan untuk saat ini, dirinya harus terbiasa tanpa kakak-


kakaknya. Ani yang pergi di temani oleh suaminya itu, Ani yang tersenyum  girang saat menikmati pemandangan di depan


matanya saat ini. sedangkan Dirga yang di samping istrinya itu juga ikut senang


melihat istrinya bahagia,tersenyum lepas dari bibirnya.


Dirga


mendekatkan dirinya  pada tubuh istrinya


lalu memeluk istrinya itu dengan erat.


“Kamu


senang di sini sayang?”  tanya Dirga  sambil mencium pipih istrinya.


“Aku merasa


senang sekali mas, di sini,” ujar Ani pada suaminya.


“Mas lihat


de,di sana  sangat  inda sekali.”


“Iya  sayang, yuk kamu mau kesana?” tanya Ani.


 Dirga mengajak istrinya  ke tempat yang dikatakan istrinya itu, dengan


menggandeng tangan istrinya dengan erat, dan senyuman yang terukir di bibir


seorang dirga ada senyum ketulusan  pada


istrinya. Dia,


“kita duduk


di sini sayang seperti nyaman  sekali,”


ujar Dirga.


 Lalu di balsa dengan anggukan oleh Ani dia


ikut duduk di kursi yang di sediakan tersebut bersama istrinya itu. Ani menggenggam


erat tangan suaminya lalu dirinya  lalu


dia menatap ke waja suaminya itu dan begitu sebaliknya Dirga menatap wajah


cantik milik istrinya.


“Sayang


kamu senang ?”


“Iya mas,


aku senang sekali, terima kasih mas sudah  bawa aku kesini.”


“Iya


sayang, mas akan melakukan apapun untuk kamu asal kamu bahagia sayang.”


“Makasih ya


mas, aku makin sayang de sama mas.”


“Iya


semuanya akan aku berikan kepada kamu sayang, jika nyawa ku masih ada di raga


ini sayang.”

__ADS_1


“Iya mas,


aku sangat beruntung punya suami seperti kamu mas.”


“Iya sayang


sekarang  kamu bisa menikmati  apapun yang kamu mau.”


“Iya mas,”


ujar Ani  lalu Dirga  menarik istrinya ke dalam pelukannya  dan mencium  pucuk kepala istrinya.


 Sepasang suami istrinya  menikmati liburan  mereka di sebuah bukit , di sana mereka  menghabiskan waktu  berdua  di


bawah pohon yang  yang rimbun di temani


angin sepoi- sepoi mereka berbagi cerita di sana akan kelanjutan rumah tangga


mereka kedepannya.


“Mas, jika


aku melanjutkan studi di jerman apa mas mengizinkan aku mas?” tanya Ani


berharap suaminya bisa mengabulkan permintaan dirinya.


“Kamu


serius ingin mau lanjutkan kuliah di sana sayang?” tanya suaminya itu sambil


menatap wajah istrinya yang menunggu jawaban dari  dirinya. Dirga mengukir  senyuman di bibir nya .


“Mas gak


izinkan kamu kuliah di jerman.....” Dirga mengantungkan kata- katanya dan tentu


saja itu membuat istrinya mulai berubah dengan mimik wajahnya.


“Ah... mas


“Iya kan


gak di izinkan.”


“Emang apa


alasannya aku tidak di izinkan mas, mas tahu aku itu sudah mengimpikannya


dari  puluhan tahun.”


“Kamu


sudah  punya suami sayang , lalu jika


kamu jauh siapa  yang akan mengurus aku


sayang?”


“Iya aku


tahu mas, aku punya suami namun tidak bisa kah mas bersabar beberapa tahun saja


tanpa aku mas?” tanya Ani.


“Tidak bisa


sayang, tanpa kamu mas akan seperti mayat tak hidup.”


“Mas jangan


egois dong, aku sudah mengalah menikah di usia muda bersama mas, sekarang apa


lagi mas aku harus berhenti juga menggapai mimpi mas?”


“Mas tahu


sayang semua tentang diri kamu, keinginan kamu dan apa  yang terjadi sama kamu selama  belum menikah dengan mas sayang.”

__ADS_1


 Ani hanya diam saja dengan apa yang  di katakan suaminya itu, dia harus bisa


merayu suaminya agar bisa di izinkan dengan muka cemberut dirinya menatap


suaminya tersebut.


“Aduh istri


cantik mas ini kok cemberut  begini?”


ucap suaminya itu  yang melihat wajah


cemberut istrinya yang terlihat imut.


“Jangan di


pikirkan  lagi sayang, mas tidak


mengizinkan kamu kuliah di sana itu jika kamu sendiri saja sayang. Kamu akan


kuliah di sana bersama dengan mas sayang.”


“Mas serius


dengan apa yang mas ucapkan.”


“Iya sayang


mas gak  bercanda kok, mas izinin kamu


kuliah di sana tapi  mas juga ikut pergi


dengan kamu di sana.”


Ani mendengarkan


itu langsung memeluk suaminya dan melayangkan kecupan  di bibir suaminya. Dirga hanya bisa


menerima  apa yang di lakukan istrinya


itu dan ia juga ikut tersenyum lepas dengan istrinya.


  Sedangkan  di lain tempat, seorang wanita berusia


45  tahun sedang duduk


 Bersama ibu- ibu sosialita.  Menikmati makanan- makan mewah dengan Anggur


merah.


“Jeng makan


kali ini kamu yang bayar ya,” ucap salah seseorang  dari ibu- ibu sosialita tersebut.


“Tenang


jeng aku akan bayar kok,” jawab Mama Rara.


“Oiya jeng


aku dapat kabar ini jeng  perusahaan kamu


mengalami krisis sekarang ya?”


“Gak kok,


perusahaan  suami ku baik- baik saja kok.”


“ Oh..


ternyata gak benar kabar itu jeng.”


 Aduh mati aku kenapa kabar itu sampai di


dengar oleh mereka ini akan repot ini. lalu dia menatap ke arah meja dan ingat


dia harus membayar semua makanan ini.”

__ADS_1


__ADS_2