
Selesai Dirga mandi dirinya kembali tiduran di ranjang itu dengan selonjoran santai. Ani hanya mendengus kesal melihat
suaminya itu. ia malas dekat- dekat dengan suaminya itu sekarang. Tiba- tiba
pintu kamarnya di ketuk seseorang
Tok... tok...
“Ani...,” panggil orang
itu.
“Ani menuju pintu mau
membukakan pintu dia baru sadar kalau kunci pintu di tangan suaminya itu. dia mendekati suaminya itu lalu meminta kunci
kamar tersebut namun suaminya tak memberikan
kepada dirinya.
“Mas kunci kamar aku mas, aku mau buka pintu,”
tuturnya.
“Kakak aku mas, sini gak
kunci pintunya?” minta Ani
“Gak ada kunci, siapa itu malam- malam getok-
getok pintu.”
“Gak sayang, kalau kamu
mau ambil sini,” tunjuk suaminya itu ke saku celana miliknya.
Ani dengan terpaksa dia mendekati
suaminya itu dan mengambil paksa kunci itu dari saku celana suaminya. Akhirnya
dia tersenyum juga kunci sudah berada di tangan dia suaminya itu
malah menatap dirinya dengan tatapan tak bersahabat kayaknya.
Ani segera membuka pintu kamarnya terdapat
kakaknya di sana.
“Kakak belum tidur?” tanya
Ani.
“Belum sayang,” Distan
masuk dan di ikuti oleh Rendy sama Aldo.
Mereka masuk ke dalam
kamarnya Ani tidak tahu apa yang sedang di lakukan kakaknya itu.
“Ani malam ini kita ikut
tidur di sini ya,” ujar Rendy.
Mereka melihat si om- om
galak itu duduk ateng di atas ranjang, ternyata dia tidak bisa mengelabuhi adik
iparnya itu, pikir Distan. Distan yang menatap Dirga mala di tatap kembali
dengan Dirga dengan tajam dari sorotan mata bisa menjelaskan dirinya akan habis di tangan gue.
Dengan mengalahkan nafasnya Distan melirik ke
adiknya yang duduk di kursi kecil di samping kamar itu kemudian dia mendekati
adiknya masa bodoh amat dengan suami adiknya itu yang sudah siap menggempur mereka dengan berbagai terjangan dirinya.
“Dek, malam kita mau tidur
di sini kamar kamu,” ucap Distan.
“Emang gak papa kakak?”
ujar dia sambil melirik ke suaminya dengan muka melas. Yang di lirik menatap
tajam dari tatapan bisa di tangkap oleh
dia kalau suaminya tak setuju tapi bodoh amat sama itu Ani dengan semangat dia
menatap kakaknya itu.
“Boleh dong kakak, aku
tidur di dekat kak Rendy ya.”
“Wah...boleh doang kan
sudah lama tidak tidur pelukan kakak,” ujar Rendy membuat seseorang langsung
__ADS_1
turun dari ranjang dan menghampiri dirinya.
“Tidak ada yang boleh
tidur di kamar ini malam ini, selain saya dan istri saya. Sekarang kalian
keluar atau perlu saya menendang kalian
satu- satu dari sini!” tegas Dirga kepada
bocah – bocah tengil itu yang sudah membuat dirinya tak bisa menahan rasa geramnya.
Yang di marahin mala dia
saja melihat sampai mana mereka bisa membuat om- om galak yang di depan mereka itu mengamuk.
“Gak bisa om, kita mau
tidur di sini malam ini, besok kami
sudah berangkat ke Jerman bersama kan Ani.”
“Itu bukan urusan saya,
itu urusan kalian.”
“Ya jelas dong om, kan
gadis kesayangan kita juga akan ikut dengan kita. Nanti kalau gak kami di
jagain malah di culik sama om- om ,”
tutur Rendy.
“Siapa yang mengizinkan
istri saya pergi! Tidak ada mengizinkan. Sekarang kalian keluar sebelum saya
tendang kalian semua.”
“WADUH.... galak bangat om, nanti tambah tua lo,” kata Aldo
dengan menggoda.
“Biarin kan tidak ada
urusan dengan kalian.”
“Ada dong om, masa nanti
adik ku tercinta ini akan di bilang sugar baby.”
dahi Aldo di tambal dengan tangan
Dirga.
“Kamu ngomong lagi saya
buat mulut kamu tidak bisa bicara selamanya.”
“Jangan dong, om.”
“Sekarang kalian keluar
semua.”
Mereka tidak menghiraukan
apa yang ancaman Dirga masih ateng di
kamar itu, rasa geram Dirga dengan melihat mereka di turun tangan dia menyeret
bocah- bocah tengil itu keluar kemudian dia mengunci pintu kamar itu dan
memasukannya ke dalam sakunya.
Dia berjalan mendekati ke istrinya yang anteng
di kursi itu, dia mengangkat tubuh istrinya itu kemudian dia membawa ke
arah ranjang itu kemudian dia
melemparkan istrinya itu di sana. Ani yang di lemparkan begitu saja dengan
suaminya itu kesal apa tidak ada hati suaminya itu.
“Mas kenapa si sakit tahu
gak ni badan aku,” protesnya karena kesal.
“Biarin aja biar gak bisa
lagi di peluk- peluk orang lain.”
“Mas cemburu?”.
“Iya mana ada wanita yang
sudah bersuami di peluk pria lain.”
__ADS_1
“Itu kan dulu mas, waktu
aku masih SMP,” tutur Ani.
“Sekarang mau nagih janji
kamu.”
“Janji apa mas.”
“Aku mau kamu isi tahun
ini.”
“Maksud mas?” tanya Ani.
“Mas mau kamu mengandung
anak mas tahun ini, dan malam ini kita harus berusaha keras. Mas akan bikin
adonannya.”
Ani hanya pasrah dengan
suaminya itu dirinya juga tidak bisa menolak suaminya itu, untuk malam ini
biarkan dia begini dulu . Dirga yang melhat tak ada penolakan dari istrinya
dengan semangat dia melancarkan aksinya.
Sedangkan yang di luar pintu malah bersungut
kesal atas pengusiran om- om galak itu.
“Seram bangat adik ipar lo
bro.”
“Gue juga takut kali, dia
aja sudah mau makan gue. Dan gue ketahuan menyembunyikan si istrinya itu.”
“Segitu cintanya om galak
itu.”
“Ya seperti itu yang kita
lihat, jadi gue gak merasa was- was untuk ninggalin adik gue saat ini, tapi
kalau nanti gue dengar adik gue diapain- apain sama suaminya itu aku akan
bawah di ke UK sama gue.”
“Semoga aja gak terjadi
hal seperti itu.”
“Ya udah sekarang
kita ke kamar lagi.”
“YOK.. ngatuk bangat ini
mata gue.”
Keringat sudah bercucuran membasahi Dirga
akibat aksi- aksinya sangat atraksi membuat sang istrinya sudah terkulai tak
berdaya di bawanya. Dirinya sangat girang sekali saat ini melihat istrinya dengan semangat melayani dirinya.
Dia pindah ke samping istrinya itu lalu dia
memeluk tubuh istrinya itu dengan erat. Dan dia mengelus rambut indah istrinya
itu seumur hidupnya itu baru kali ini dirinya merasakan kebahagian yang sangat
luar biasa.
Semoga usahanya malam ini
membuahkan hasil yang sangat di nantinya.
Dia akan mencarikan tempat kuliah yang akan cocok untuk istrinya itu, dia juga
kan membantu mengambil alih hak istrinya itu dari kedua mertuanya itu.
Mengingat itu dia sangat kasihan dengan
istrinya itu, begitu berat sekali beban yang di tanggung istrinya selama ini.
dan begitu tegar menghadapi kerasnya kehidupan.
Dia berjanji pada dirinya
akan menjadi sepenuh hatinya sepanjang hayat hidupnya, lalu dia menyusul
istrinya yang tertidur pulas.
__ADS_1