MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Om-om galak


__ADS_3

 Selesai Dirga mandi dirinya kembali  tiduran di  ranjang itu dengan selonjoran santai. Ani hanya mendengus kesal melihat


suaminya itu. ia malas dekat- dekat dengan suaminya itu sekarang. Tiba- tiba


pintu kamarnya di ketuk seseorang


Tok... tok...


“Ani...,” panggil orang


itu.


“Ani menuju pintu mau


membukakan pintu dia baru sadar kalau kunci pintu di tangan suaminya itu.  dia mendekati suaminya itu lalu meminta kunci


kamar tersebut namun suaminya  tak memberikan


kepada dirinya.


“Mas  kunci kamar aku mas, aku mau buka pintu,”


tuturnya.


“Kakak aku mas, sini gak


kunci pintunya?” minta Ani


“Gak  ada kunci, siapa itu malam- malam getok-


getok pintu.”


“Gak sayang, kalau kamu


mau ambil sini,” tunjuk suaminya itu ke saku celana miliknya.


Ani dengan terpaksa dia mendekati


suaminya itu dan mengambil paksa kunci itu dari saku celana suaminya. Akhirnya


dia  tersenyum juga  kunci sudah berada di tangan dia suaminya itu


malah menatap dirinya dengan tatapan tak bersahabat kayaknya.


Ani  segera membuka pintu kamarnya terdapat


kakaknya di sana.


“Kakak belum tidur?” tanya


Ani.


“Belum sayang,” Distan


masuk  dan  di ikuti oleh Rendy sama Aldo.


Mereka masuk ke dalam


kamarnya Ani tidak tahu apa yang sedang di lakukan kakaknya itu.


“Ani malam ini kita ikut


tidur di sini ya,” ujar Rendy.


Mereka melihat si om- om


galak itu duduk ateng di atas ranjang, ternyata dia tidak bisa mengelabuhi adik


iparnya itu, pikir Distan. Distan yang menatap Dirga mala di tatap kembali


dengan Dirga dengan tajam dari sorotan mata bisa menjelaskan  dirinya akan habis di tangan gue.


 Dengan mengalahkan nafasnya Distan melirik ke


adiknya yang duduk di kursi kecil di samping kamar itu kemudian dia mendekati


adiknya masa bodoh amat dengan suami adiknya itu yang sudah siap menggempur  mereka dengan berbagai terjangan  dirinya.


“Dek, malam kita mau tidur


di sini kamar kamu,” ucap Distan.


“Emang gak papa kakak?”


ujar dia sambil melirik ke suaminya dengan muka melas. Yang di lirik menatap


tajam  dari tatapan bisa di tangkap oleh


dia kalau suaminya tak setuju tapi bodoh amat sama itu Ani dengan semangat dia


menatap kakaknya itu.


“Boleh dong kakak, aku


tidur di dekat kak Rendy ya.”


“Wah...boleh doang kan


sudah lama tidak tidur pelukan kakak,” ujar Rendy membuat seseorang langsung

__ADS_1


turun dari ranjang dan menghampiri dirinya.


“Tidak ada yang boleh


tidur di kamar ini malam ini, selain saya dan istri saya. Sekarang kalian


keluar  atau perlu saya menendang kalian


satu- satu  dari sini!” tegas Dirga kepada


bocah – bocah tengil itu yang sudah  membuat dirinya tak bisa menahan rasa geramnya.


Yang di marahin mala dia


saja melihat sampai mana mereka bisa membuat om- om galak  yang di depan mereka itu mengamuk.


“Gak bisa om, kita mau


tidur di sini  malam ini, besok kami


sudah berangkat ke Jerman bersama kan Ani.”


“Itu bukan urusan saya,


itu urusan kalian.”


“Ya jelas dong om, kan


gadis kesayangan kita juga akan ikut dengan kita. Nanti kalau gak kami di


jagain malah di culik  sama om- om ,”


tutur Rendy.


“Siapa yang mengizinkan


istri saya pergi! Tidak ada mengizinkan. Sekarang kalian keluar sebelum saya


tendang  kalian semua.”


“WADUH.... galak  bangat om, nanti tambah tua lo,” kata Aldo


dengan menggoda.


“Biarin kan tidak ada


urusan dengan kalian.”


“Ada dong om, masa nanti


adik ku tercinta ini akan di bilang  sugar baby.”


dahi  Aldo di tambal dengan tangan


Dirga.


“Kamu ngomong lagi saya


buat mulut kamu tidak bisa bicara selamanya.”


“Jangan dong, om.”


“Sekarang kalian keluar


semua.”


Mereka tidak menghiraukan


apa yang ancaman Dirga  masih ateng di


kamar itu, rasa geram Dirga dengan melihat mereka di turun tangan dia menyeret


bocah- bocah tengil itu keluar kemudian dia mengunci pintu kamar itu dan


memasukannya ke dalam sakunya.


 Dia berjalan mendekati ke istrinya yang anteng


di kursi itu, dia mengangkat tubuh istrinya itu kemudian dia membawa ke


arah  ranjang itu kemudian dia


melemparkan istrinya itu di sana. Ani yang di lemparkan begitu saja dengan


suaminya itu kesal apa tidak ada hati suaminya itu.


“Mas kenapa si sakit tahu


gak ni badan aku,” protesnya karena kesal.


“Biarin aja biar gak bisa


lagi di peluk- peluk orang lain.”


“Mas cemburu?”.


“Iya mana ada wanita yang


sudah bersuami di peluk pria lain.”

__ADS_1


“Itu kan dulu mas, waktu


aku masih SMP,” tutur Ani.


“Sekarang mau nagih janji


kamu.”


“Janji apa mas.”


“Aku mau kamu isi tahun


ini.”


“Maksud mas?” tanya Ani.


“Mas mau kamu mengandung


anak mas tahun ini, dan malam ini kita harus berusaha keras. Mas akan bikin


adonannya.”


Ani hanya pasrah dengan


suaminya itu dirinya juga tidak bisa menolak suaminya itu, untuk malam ini


biarkan dia begini dulu . Dirga yang melhat tak ada penolakan dari istrinya


dengan semangat dia melancarkan aksinya.


 Sedangkan yang di luar pintu malah bersungut


kesal atas pengusiran om- om galak itu.


“Seram bangat adik ipar lo


bro.”


“Gue juga takut kali, dia


aja sudah mau makan gue. Dan gue ketahuan menyembunyikan si istrinya itu.”


“Segitu cintanya om galak


itu.”


“Ya seperti itu yang kita


lihat, jadi gue gak merasa was- was untuk ninggalin adik gue saat ini, tapi


kalau nanti gue dengar adik gue diapain- apain sama suaminya itu aku akan


bawah di ke UK sama gue.”


“Semoga aja gak terjadi


hal seperti itu.”


“Ya udah sekarang


kita  ke kamar lagi.”


“YOK.. ngatuk bangat ini


mata gue.”


 Keringat sudah bercucuran membasahi Dirga


akibat aksi- aksinya sangat atraksi membuat sang istrinya sudah terkulai tak


berdaya di bawanya. Dirinya sangat girang  sekali saat ini melihat istrinya dengan semangat melayani dirinya.


 Dia pindah ke samping istrinya itu lalu dia


memeluk tubuh istrinya itu dengan erat. Dan dia mengelus rambut indah istrinya


itu seumur hidupnya itu baru kali ini dirinya merasakan kebahagian yang sangat


luar biasa.


Semoga usahanya malam ini


membuahkan hasil  yang sangat di nantinya.


Dia akan mencarikan tempat kuliah yang akan cocok untuk istrinya itu, dia juga


kan membantu mengambil alih hak istrinya itu dari kedua mertuanya itu.


 Mengingat itu dia sangat kasihan dengan


istrinya itu, begitu berat sekali beban yang di tanggung istrinya selama ini.


dan begitu tegar menghadapi kerasnya kehidupan.


Dia berjanji pada dirinya


akan menjadi sepenuh hatinya sepanjang hayat hidupnya, lalu dia menyusul


istrinya yang tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2