
"Asyik bangat ya majalahnya, hingga lupa sama suami, " sindir Dirga.
"hehehe, " Ani hanya balas dengan cengir adalah dirinya.
Ani berjalan ke arah suaminya kemudian duduk di samping suaminya itu, dan segera memeluk tubuh elastis suaminya tersebut. kemudian dirinya mencium pip suaminya itu.
"Maaf mas, aku bukan maksud lupain mas. tapi majalahnya menarik penglihatan ku mas."
"Iya sayang, tidak apa- apa kok."
mereka larut dengan pelukan masing- masing, sedangkan di luar perusahaan ada seseorang yang turun dari mobil sport terbaru warna biru itu, semua mata pegawai yang berlalu lalang menyorot kehadiran sosok orang itu. lelaki tersebut ke luar dari mobil dengan gaya yang bikin menjerit para wanita yang melihat mereka, siapa lagi kalau bukan Dirtan kakak dari ipar dari pemilik perusahaan ini.
Dirinya datang jauh- jauh ingin bertemu dengan wanita kesayangan dirinya itu, apa lagi dia baru saja dapat kabar Ani kembali mengalami musibah dan pelakunya tak sendiri orang tuanya. Dari dulu dia sudah tahu bagaimana orangnya.
Dirtan melangkah kakinya dengan cool menuju pintu perusahaan itu, di sana dia bisa melihat banyak yang berdiri menyaksikan kedatangan dirinya, namun Dirtan tak menghiraukan sorotan mereka.
__ADS_1
Dirtan hanya mau satu dia melangkah menuju lift khusus CEO, belum sempat dirinya sampai di depan lift tersebut Ani sudah lebih dulu keluar dari sana bersama dengan Dirga.
Dirtan yang melihat adiknya itu, langsung berlari memeluk adiknya itu, bahkan di sana orang pada tegang melihat aksi laki- laki yang mereka lihat beraninya memeluk dan mencium istri dari bos mereka di tambah dengan mereka ketahui bahwa bos mereka tidak akan membiarkan siapapun mengganggu istrinya. Tapi sekarang apa yang mereka lihat istri bos mereka berada di pelukan sang lelaki itu, mereka sudah siap- siap menonton peristiwa akan terjadi selanjutnya.
semua mata di sana tercengang melihat laki- laki itu memeluk bos mereke.
"Ani kamu kenapa gak kabarin kakak," ujar Dirtan dengan wajah cemberutnya itu.
"Aku gak papa kok, jadi aku gak mau bikin kakak khawatir makanya aku gak bilang."
"Kakak gak usah khawatir lagi aku di sini baik- baik saja kok."
"Iya sayang, kakak khawatir bangat mengetahui mereka teganya pada kamu," kata Ani sambil memeluk tubuh ramping adiknya itu. sedangkan Dirga hanya melihat dengan datar kedua orang itu yang saling berpelukan, bahkan banyak yang melihat dua orang itu."
"Ehemm..," Dirga batuk. untuk menyadarkan dua orang itu dengan kondisi.
__ADS_1
"Sudah puas pelukannya dengan istriku?" ucap Dirga.
"Belum lagi," balas Dirtan yang mau ngejahilin Dirga.
"Nanti bisa di lanjutkan di rumah apa gak lihat banyak mata yang sedang menatap diri kamu kakak ipar,! kata Dirga dengan tegas.
Dirtan melihat ke seluruh ruangan itu dan benar apa yang di bilang oleh Adik iparnya itu. Dia segera menormalkan suasana lalu mengikuti adiknya itu.
"Apa yang kita saksikan itu tidak salahkan?"
"Sepertinya tidak, bapak Dirga juga tidak terlihat marah dengan Pria itu sama sekali saat memeluk istrinya."
"Sungguh langkah sekali melihat bos kita setenang itu saat istrinya di peluk orang lain."
Padahal mereka gak tahu jika laki- laki tadi itu kakaknya Ani istri dari bosnya, bagaimana mau marah sama kakak iparnya itu tidak bisa.
__ADS_1