
Sekarang semua atribut yang sudah di suruh kemaren bawah silahkan di pakai dan setelah
itu berkumpul di lapangan semua perintah Sanky.
“Baik kak.”
Semua mulai mengeluarkan atribut yang mereka
bawa dan memakainya,terlihat beragam
bentuk atribut yang mereka kenakan dan
itu semua terlihat seperti orang- orang sawahan. Bagaimana tidak di bilang seperti itu, rok yang menyeka
kenakan dari karung yang di ikat dengan rapiah lalu dengan atasannya kantong
asoy yang di jadikan baju di lengkapi dengan topi dari dari daun mangga.
Mereka melihat satu sama lain mereka malu dengan penampilan mereka.
Begitu juga Ani dirinya sangat tak nyaman sama sekali, dia terpaksa harus
mengenakan atribut ini.
“Oke semua harap berbaris di lapangan.”
“Baik kak.”
Ani berjalan bersama teman- teman yang lain menuju lapangan sampai di sana mereka
langsung membentuk barisan dan Ani berdiri di barisan paling depan. Sanky yang
memperhatikan para juniornya yang sudah berbaris di dengan rapih dan matanya
tertuju kepada sosok juniornya itu yang membuat dia kesal beberapa hari ini, ya dia memperhatikan
penampilan Ani yang membuat dirinya ingin tertawa terbahak- bahak, ingin sekali
dirinya mengejek junior itu dengan
penampilan yang sangat jelek.
Ani yang tahu dirinya di perhatikan oleh seniornya
__ADS_1
itu melototkan matanya untuk menantang
Sanky. Sanky
yang dapat plototan dari Ani dengan ide jahatnya itu.
“siapa yang bernama Ani, di harapkan untuk maju
kedepan!”
Ani yang merasa dirinya di panggil maju kedepan,namun dalam hatinya sedang
berkata kenapa dirinya di panggil ke
depan.
Ani sudah berdiri di depan teman- temannya. Lalu Sanky
mendekati mendekat ke Ani terus menyuruh Ani.
“Sekarang kamu pimpin teman- teman kamu untuk pemanasan terlebih dahulu.”
“Baik kak,” balas Ani tanpa melihat Sanky.
“Baik kak.”
“Oke, teman-teman sekarang ikuti gerakan
pemasarannya.”
“Baik,” saut mereka serempak dan mulai mengikuti
gerakan yang di peragakan oleh Ani di depan.
Dari samping Sanky dari tadi memperhatikan Ani yang
memimpin pemanasan matanya tak bisa berpaling saat ini, hatinya merasa senang
saat melihat Ani yang sedang kesusahan.
Ani merasa capek saat dirinnya mulai kesusahan saat
kakinya yang diangkat ketinggian lutut. Dan hati dirinya sangat kesal sama seniornya
__ADS_1
itu, apa salahnya dia di suruh kan masih banyak teman- teman yang lain.
“oke pemanasan selesai, kamu silahkan kembali ke
barisan!” titah Sanky.
Selanjutnya kegiatan ospek mulai di ambil alih oleh kakak senior tersebut, tapi Ani saat ini
sangat marah kepada Sanky yang dari tadi
mencari kesalahan dirinya lalu dia akan memberikan hukuman.
“Kenapa saya saja dari tadi yang di hukum kakak, dan selalu salah?”
“Kamu memang salah, makanya kamu di kasih hukuman!”
kata Sanky pada Ani.
“Terserah lah,” ketus Ani/.
“Kamu melawan ke saya?” tanya Sanky.
“Iya, emang kenapa?” balas Ani.
“Kamu tidak tahu apa hukuman bagi orang yang tidak
mematuhi aturan dan melawan saat proses ospek?” tanya Sanky.
“Saya tidak peduli dengan apa kakak sampaikan! Yang penting
hari ini saya kesal dengan senior seperti kakak.”
“Apa yang membuat kamu kesal kepada saya?” tanya
Sanky.
“Tak perlu saya sampaikan yang penting semua sudah
terjawab oleh kakak sendiri.”
“Oke kalau kamu tidak mau menyampaikannya, dan
selanjutnya kamu siap- siap dengan hukuman- hukuman kamu.”
__ADS_1