MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Entah apa


__ADS_3

Sekarang semua atribut  yang sudah di suruh  kemaren bawah silahkan di pakai dan setelah


itu berkumpul di lapangan semua perintah Sanky.


“Baik kak.”


Semua mulai mengeluarkan atribut yang mereka


bawa  dan  memakainya,terlihat  beragam


bentuk atribut  yang mereka kenakan dan


itu semua terlihat seperti orang- orang sawahan. Bagaimana tidak  di bilang seperti itu, rok yang menyeka


kenakan dari karung yang di ikat dengan rapiah lalu dengan atasannya kantong


asoy yang di jadikan baju di lengkapi dengan topi dari dari daun mangga.


Mereka melihat satu sama lain  mereka  malu dengan  penampilan mereka.


Begitu juga Ani dirinya sangat tak nyaman sama sekali, dia terpaksa harus


mengenakan  atribut ini.


“Oke semua harap berbaris di lapangan.”


“Baik kak.”


Ani berjalan bersama teman- teman yang lain  menuju   lapangan  sampai di sana mereka


langsung membentuk barisan dan Ani berdiri di barisan paling depan. Sanky yang


memperhatikan para juniornya yang sudah berbaris di dengan rapih dan matanya


tertuju kepada sosok juniornya itu yang membuat dia kesal  beberapa hari ini, ya dia memperhatikan


penampilan Ani yang membuat dirinya ingin tertawa terbahak- bahak, ingin sekali


dirinya mengejek  junior itu dengan


penampilan yang sangat jelek.


Ani yang tahu dirinya di perhatikan oleh seniornya

__ADS_1


itu melototkan matanya untuk menantang


 Sanky. Sanky


yang dapat plototan dari Ani dengan ide jahatnya itu.


“siapa yang bernama Ani, di harapkan untuk maju


kedepan!”


Ani yang merasa dirinya di panggil  maju kedepan,namun dalam hatinya sedang


berkata  kenapa dirinya di panggil ke


depan.


Ani sudah berdiri di depan teman- temannya. Lalu Sanky


mendekati mendekat ke Ani terus menyuruh Ani.


“Sekarang  kamu pimpin teman- teman kamu untuk pemanasan  terlebih dahulu.”


“Baik kak,” balas Ani tanpa melihat Sanky.


“Baik kak.”


“Oke, teman-teman sekarang ikuti gerakan


pemasarannya.”


“Baik,” saut mereka serempak dan mulai mengikuti


gerakan yang di peragakan oleh Ani di depan.


Dari samping Sanky dari tadi memperhatikan Ani yang


memimpin pemanasan matanya tak bisa berpaling saat ini, hatinya merasa senang


saat melihat Ani yang sedang kesusahan.


Ani merasa capek saat dirinnya mulai kesusahan saat


kakinya yang diangkat ketinggian lutut.  Dan hati dirinya sangat  kesal sama seniornya

__ADS_1


itu, apa salahnya dia di suruh kan masih banyak teman- teman yang lain.


“oke pemanasan selesai, kamu silahkan kembali ke


barisan!” titah Sanky.


Selanjutnya  kegiatan ospek mulai di ambil alih oleh  kakak senior tersebut, tapi Ani saat ini


sangat marah  kepada Sanky yang dari tadi


mencari kesalahan dirinya lalu dia akan memberikan hukuman.


“Kenapa saya saja dari tadi  yang di hukum kakak, dan selalu salah?”


“Kamu memang salah, makanya kamu di kasih hukuman!”


kata Sanky pada Ani.


“Terserah lah,” ketus Ani/.


“Kamu melawan ke saya?” tanya Sanky.


“Iya, emang kenapa?” balas Ani.


“Kamu tidak tahu apa hukuman bagi orang yang tidak


mematuhi aturan dan melawan saat proses ospek?” tanya Sanky.


“Saya tidak peduli dengan apa kakak sampaikan! Yang penting


hari ini saya kesal dengan senior  seperti  kakak.”


“Apa yang membuat kamu kesal kepada saya?” tanya


Sanky.


“Tak perlu saya sampaikan yang penting semua sudah


terjawab oleh kakak sendiri.”


“Oke kalau kamu tidak mau menyampaikannya, dan


selanjutnya kamu siap- siap dengan hukuman- hukuman  kamu.”

__ADS_1


__ADS_2