MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Meeting Distan


__ADS_3

Setelah Ani mengobati luka Aldo ia segera membantu kakaknya itu menuju kelasnya . setelah ia mengantarkan Aldo ia pun mencari sosok yang tadi meluapkan emosinya kepada sang kakaknya itu.


segala sudut sekolah di telusuri oleh Ani ,namun ia belum juga menemukan keberadaan kakaknya itu Distan.


satu tempat yang belum ani kunjungi yaitu gudang di samping perpustakaan, dengan langka yang gontai Ani berjalan kesana ia berharap menemukan Distan secepatnya.


Ia sebenarnya tak mau mencari keberadaan Distan mengingat semua yang dilakukan distan membuat dirinya benci dan egang untuk bertemu ,tapi hati terasa sakit melihat kakaknya itu yang pergi .Ani tak tau apa yang sedang ia rasakan saat ini.


Akhirnya ia sampai di gudang samping perpustakaan tersebut, ia mendekati gudang tersebut terlihat pintu gudang itu agak sedikit terbuka .Ani yakin jika ada orang didalam sana tapi ia tidak tau jika orang yang ia cari itu kakaknya atau orang lain yang berbuat mesum ,bisa jadi pembersih sekolah tapi dengan rasa keberanian yang kuat ia memegang hendel pintu itu dengan tangan gemetaran, membuat dirinya sedikit was-was.


Perlahan –lahan ia mendorong pintu itu hingga kepalanya masuk kedalam gudang sambil mengintip apa yang ada didalam , sekilas mata ia tak melihat sedikitpun orang di sana lalu ia kembali menutup pintu tersebut dengan perlahan.

__ADS_1


Dia segera berdiri dengan baik di depan pintu itu dirinya masih dilanda rasa penasaran akan yang ada di dalam gudang tersebut.Ia kembali berbalik badan memegang hendle pitu dan melakukan hal yang sama mengintip isi gudang itu dengan kepalanya saja yang masuk.


Dengan rasa penasaran yang tingkat tinggi ia meyakinkan diri untuk masuk kedalam gudang tersebut ,dan membuka pintu gudang itu dengan luas agar bisa ;ari secepat mungkin jika ada yang membuat dirinya takut.


Perlahan–lahan kakinya memasuki setiap gudang, ia mengira gudang itu seperti tumpukan–tumpukan peralatan yang tak layak di pakai, namun kenyataanya di luar dugaan mereka jika gudang tersebut rapi, dan sangat indah sekali, cuman bagian depan saja yang seperti tempat sampah.


Ia kembali Menelusuri gudang itu dengan seorang diri, matanya melihat sebuah kamar kecil di sana yang sedang terbuka.ia bergegas menghampirinya kamar itu yang tak terkunci sama sekali ,ia bisa melihat jika kamar itu tampak bersih dan terurus ia masuk kedalam kamar itu.


Ia Melangkah ke pintu kamar itu,lalu menariknya .... seketika ia terhenti menarik hendle pintu itu ... dan mencoba menarik lagi ..lagi.. dan lagi tak terbuka sama sekali.


Ia terkunci didalam kamar ini , ia harus minta tolong sama siapa ia merogoh kantong rok miliknya lalu.ia baru ingat ponselnya tak tinggal di kamarnya. Ia masih mencoba membuka pintu itu dengan menendang-nendang supa ya bisa terbuka setidaknya ada yang mendengar dan membukakan untuknya.

__ADS_1


Dari sudut sana seseorang telah memperhatikan gadis itu dengan berbagai macam ekpresi yang keluarkan ia mulai tersenyum menyaksikan kelakuan orang selama ini ia benci dan tidak pernah mengangap dia .ia mulai berdiri dari duduknya mendekati wanita itu dengan perlahan-lahan supaya tidak menimbulkan suara akhirnya ia berada dibelakang wanita itu dengan keinginan yang kuat ia memeluk wanita yang tak lain orang yang ia benci! dengan erat i,a menikmati hangat pelukan itu ini pertama kalinya ia memeluk wanita ini bahakan orang yang lain yang mengaku jadi kakaknya itu sering kali ia benci akan itu, mengingat itu ia tak mau melepaskan wanita ini lagi.


Ani merasakan uara-aura yang membuat buku kuduknya merinding merasa takut seorang diri di dalam gudang ini ,ia mau minta tolong sama siapa ia tidak tau ia harus meminta tolong ke siapa. Sudah berkali kali ia menendang pintu tapai tak sedikitpun ada hasilnya .lalu ia mulai semakin merinding hingga ia measakan tangan seseorang bertengger di perutnya dan tangan itu sangat kekar sekali ,tangan itu sangat erat sekali hingga punggung Ani merasakan ada yang mendekat terasa panas. Ani mencoba menepis tangan tersebut namun tak bisa sedikitpun.


ia merasa seseorang ini sudah menarok kepalanya di bahunya sebagai sandaran rasa takut begitu menghantiu dirinya saat ini hingga sebuah suara itu....” Kenapa kau begitu gelisa ,saat bersama aku?” gumam Distan gengan suara pelan tapinyaris terdengar ditelinga Ani. Ia mengenal suara ini tapi ia masih mempungkirinya jika suara ini milik Distan kakak yang tak pernah menganggap dirinya ini. Dengen perlahan ia memutar wajahnya melihat siapa yang memeluk dan bersandar di bahunya ini.saat ia melihat ia sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini orang yang ia cari itu sudah memeluknya .Satu pertanyaan muncul di otak Ani kenapa Distan memeluknya ,sangat aneh rasanya bagi dirinya walau ia tau jika Distan saudaranya lebih lagi lagi kakak kandungnya.Mengingat perlakuan Distan padanya akan mustahil Distan bersikap seperti ini dengan egonya yang tinggi ia tak mau luluh begitu saja ia mendorong kepada Distan daru bahunya dan melepaskan tangan Distan dari perutnya.” Apaan kau ini ,sembarangan saja memeluk orang, kau pikir kau siapa!” tegas Ani.Distan tersentak ketika kepalanya didorong bergitu kuat oleh Ani ia sedikit meransa nyeri akibat dorongan dari Ani.melihat dari cara Ani mendorongnya ,melepaskan tangan ia melihat kebencian yang sama pada ku.


” Aku hanya memelukmu saja ! kenapa aku marah,sedangkan orang lain saja kau tak pernah marah.”


“ Karena ia kakakku jadi ia berhak memeluku, bagaimana dengan dengan kau ? yang bukan siapa- siapaku. Berani – berninya kau memelukku.” Ketus Ani.


Kata- kata yang keluar dari mulut Ani sungguh melukai hati seorang Distan. Bagaimana tidak jika dia bukan siapa- siapa bagai Ani. Tapi ini semua salahnya ia juga tidak pernah menganggap Ani sebagai adik ataupun saudaranya selama ini.

__ADS_1


Ia sungguh merasa kecewa dan menyesal dalam diri seperti ini rasanya jika kita dianggap oleh saudara sendiri, inikah yang dirasakan Ani selama ini? Dan kedua orang tuanya juga bersikap sama kepada Ani .sungguh jika dia sebagai Ani tak sanggup menerimah semua yang terjadi ini. Sungguh sakit dan berat ia rasakan


__ADS_2