
Sudah satu minggu ini Ani memperhatikan
suaminya tampak berbeda dari sebelum –
sebelumnya saat ini suaminya terkesan
cuek dan mudah marah terhadap dirinya. Ani sendiri bungung kenapa dengan
dirinya atau ada kesalahan yang di lakukannya sehingga dirinya menyabkan
perubahan sikap suaminya itu.
Seperti hari ini suaminya Dirga tak pernah pamit pada dirinya
saat pergi , saat dirinya bangun tidur dia tak lagi menemukan sang suami di
sampingnya dan ia meraba kasur itu sudah terasa dingin , berarti sudah lama
suaminya bangun. Padahal hari masih jam lima pagi, lantas kemana suaminya itu.
Ani bangun dari tidurnya langsung ke kamar mandi untuk membersihkan
diri dan ambil wudhu untuk melaksanakan
sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh dia tak lupa membaca beberapa ayat
suci Alqur’an.
Setelah itu dirinya merapikan tempat tidurnya
sebelum keluar dari kamar. Keluar dari kamar dirinya mencari suaminya di segala tempat tapi dirinya tak di temukan.
Lalu Ani melanjutkan langkahnya untuk ke dapur memasak untuk suaminya itu pagi
ini. sambil memasak Ani juga memikirkan kemana suaminya itu pagi- pagi begini.
Hari sudah menunjukan jam tujuh pagi saatnya
Ani berangkat ke sekolah, kali ini dia menungguh suaminya namun tak ada tanda- tanda jika suaminya akan pulang cepat.
Ani sangat kecewa sekali pagi ini dengan
suasana hati yang tidak enak dia berangkat ke sekolah dengan taksi sebab
dirinya tak mau di jemput kali ini.
Sepanjang perjalanan menuju sekolah Ani hanya
melihat keluar saja dari kaca mobil dia
entah apa yang sedang dia pikirkan. Taksi yang dia tumpangi berhenti di depan gerbang sekolahnya, Ani
segera turun dari taksi tersebut lalu membayar taksi, kemudian melangkah kan kalinya menuju kelas dirinya
dengan suasana hati yang tidak baik.
Dari kejauhan Dion yang melihat Ani jalan
rada-rada gak benar dan wajah kusam ia sangat perhatin apa yang sedang terjadi
pada Ani. Dengan santai dirinya
menghampiri Ani lalu berjalan sejajar dengan Ani. Tapi Ani tak menyadari jika
dirinya di sebelahnya lalu Dion memegang bahu Ani supaya mendapat respon dari
Ani.
“Hay.. selamat pagi Ani,”
sapa Dion tapi tak ada respon dari Ani.
“Selamat pagi,” sapa lagi. Ini
anak kenapa ya pagi – pagi sudah melamun
kayak gini pikir Dio.
“SELAMAT PAGI ANI,” sapa Dion
sontak mengagetkan Ani dari lamunan dia.
“Kamu bisa gak nyapa orang itu
pelan- pelan, mau bikin orang jantungan.”
“Lagian pagi- pagi udah ngalamun lo, gak dengar apa
orang manggil- manggil dari tadi.”
__ADS_1
“Emang lo manggil gue?” tanya
Ani.
“Iya dari tadi gue manggil lo
tapi, mungkin aja telinga lo gak di korek jadi budak gak dengar orang manggil,”
ejek Dion.
“Lo ngjek gue?” kata Ani sambil
menautkana kedua alis matanya menghadap ke Dion.
“Gak! Siapa juga yang ngejek
lo, gue ngomong fakta.”
“Fakta dari mana yang begituan?
Lo malah ngejek gue ketua osis seram.”
“Seram – seram gini kamu
cintakan?” goda Dion ke Ani.
“Demi apa gue cinta sama ketua
osis seram acam lo? Mala ada gue sial terus.”
“Sialan mulut lo monyet.”
“Lo katain gue monyet, lu kagak
jauh beda dari Monyet ,” wekkk ejak Ani sambil menjulurkan lidah ke Dion.
“Ha.... tapi apapun bentuk gue
tetap cinta ama gue kan?”
“Dasar ketor seblek sekati aja tu mutut kalau ngomong, kayak
engkong- enkong di sawah lo.”
“Terserah lo mau kata apa yang penting hati aku uwes senang.”
Dengan sebalnya Ani meninggalkan Dion di
tidak baik hari ini malah di rusak oleh ketos sambar gedek itu.
“Hey Dion lo kenapa ketawa- ketawa gak jelas kayak itu?” tanya temannya.
“habis kesambet apa lo?”
“Gue habis bikin Doi kesal
tingkat parah.”
“Doi siapa maksud lo?”
“Ani.”
“ Lo nagapain dia?”
“ Gue gangguin aja si dia lagi ngelamun aja sepanjang jalan.”
“Ow... jadi ceritanya udah
berani gangguin ini , biar bisa dekat Ani.”
“Iya sekalin begitu de,”
jawab Dion pada teman- temannya.
“Ya kita dukung aja mana yanga
terbaik asal sang pengewalnya kasih restu ke lo.”
“ Tenang aja, gue bakal dapat
restu kok.”
“Iya jangan sampai ke colongan
sama muris baru bro.”
“Murid baru mana?” tanya Dion.
“Murid baru itu satu lokal ama Doi lu Dion, bahkan
__ADS_1
dia sering sama Ani.”
“Sialan bisa tersingkirkan gue
ini,” ujar Dion pada teman- temannya.
“Nah kalau gitu, sekarang kita
harus cara lain buat ngbais hati Doi lu.”
“Ide lo bagus bangat.”
“ Oke nanti kita susun di
dalam, sekarang kita ke kelas dulu.”
Dion dan teman- temannya masuk ke dalam kelas
dengan wajah ceria.
Sedangkan Ani sampai di kelas duduk lesuh di
kursinya dan tak menghiraukan orangan yang di sampingnya. Huang yang melihat
Ani tak bersemanngat pagi ini tampak
kasihan dan bertanya- tanya apa yang sedang terjadi dengan Ani.
“Ani kamu baik – baik saja?”
tanya dia.
“Aku baik- baik saja kok ,
Huang.”
“Tapi lo kayak sakit gitu ,
kusam amat ke liahatannya?”
“Gue capek aja Huang , gak usah
khawatir sama aku.”
Sedangkan di kantor Dirga sangat di sibukann
oleh perkerjaannya dan dia mesti berangkat lebih pagi sekali. Sebeb satu minggu
ini dirinya sangat di sibukan sekali , sampai tadi pagi dirinya harus berangkat jam lima pagi. Bahkan dirinya tak
pamit pada istrinya.
Bisnisnya semakin berkembaang jadi dirinya
mesti semakin hati- hati dan teliti mengerjakan sesuatu dirinya tidak mau ada
ke kurangan nantinya. Hari sudah menunjukan jam siang itu tandanya jam makan
siang. Dirga tak ingin keluar kali ini dia harus menyelesaikan kerjaanya.
Lalu tiba-tiba pintu ruangnya
terbuka dan masuk seorang wanita cantik, seksi, dan berpenampilan modis. Wanita
itu masuk menghampiri Dirga dia ada
sepupu Dirga anak dari adik mamanya.
Dirga yang melihat Yaren datang ke ruagan dengan senang hati merentankan tangam
dan Yaren berlari di pelukan Dirga.
Yaren melepas rasa rindunya dengan sepupu terbaiknya itu, bertepatan saat
mereka sedang berpelukan pintu terbuka dan bunyi rantang jatuh di depan pintu ruangan Dirga. Saat Dirga melihat
ternyata istrinya yang datang. Dirga melepaskan pelukan Yaren mengejar istrinya
yang sudah pergi dari depan pintu. Dirga mengejar Ani namun tak di hiraukan
sama sekali olehnya. Ani yang saat ini
hatinya begitu hancur melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain. Apa ini
yang membuat suaminya bersikap acuh padanya ternyata ada wanita lain selain
dirinya. Sungguh sakit sekali rasanya
melihat itu semua.
__ADS_1
.