MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Sikap Berubah


__ADS_3

Sudah satu minggu ini Ani memperhatikan


suaminya  tampak berbeda dari sebelum –


sebelumnya   saat ini suaminya terkesan


cuek dan mudah marah terhadap dirinya. Ani sendiri bungung kenapa dengan


dirinya atau ada kesalahan yang di lakukannya sehingga dirinya menyabkan


perubahan sikap suaminya itu.


Seperti hari ini  suaminya Dirga tak pernah pamit pada dirinya


saat pergi , saat dirinya bangun tidur dia tak lagi menemukan sang suami di


sampingnya dan ia meraba kasur itu sudah terasa dingin , berarti sudah lama


suaminya bangun. Padahal hari masih jam lima pagi, lantas kemana suaminya itu.


Ani  bangun dari tidurnya langsung ke kamar mandi untuk membersihkan


diri  dan ambil wudhu untuk melaksanakan


sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh dia tak lupa membaca beberapa ayat


suci Alqur’an.


Setelah itu dirinya merapikan tempat tidurnya


sebelum keluar dari kamar. Keluar dari kamar dirinya mencari suaminya  di segala tempat tapi dirinya tak di temukan.


Lalu Ani melanjutkan langkahnya untuk ke dapur memasak untuk suaminya itu pagi


ini. sambil memasak Ani juga memikirkan kemana suaminya itu pagi- pagi begini.


Hari sudah menunjukan jam tujuh pagi saatnya


Ani berangkat ke sekolah, kali ini dia menungguh suaminya namun tak ada  tanda- tanda jika suaminya akan pulang cepat.


Ani  sangat kecewa sekali pagi ini dengan


suasana hati yang tidak enak dia berangkat ke sekolah dengan taksi sebab


dirinya tak mau di jemput kali ini.


Sepanjang perjalanan menuju sekolah Ani hanya


melihat keluar saja dari kaca mobil  dia


entah apa yang sedang dia pikirkan. Taksi yang dia tumpangi  berhenti di depan gerbang sekolahnya, Ani


segera turun dari taksi tersebut lalu  membayar taksi, kemudian melangkah kan kalinya menuju kelas dirinya


dengan suasana hati yang tidak baik.


Dari kejauhan Dion yang melihat Ani jalan


rada-rada gak benar dan wajah kusam ia sangat perhatin apa yang sedang terjadi


pada  Ani. Dengan santai dirinya


menghampiri Ani lalu berjalan sejajar dengan Ani. Tapi Ani tak menyadari jika


dirinya di sebelahnya lalu Dion memegang bahu Ani supaya mendapat respon dari


Ani.


“Hay.. selamat pagi Ani,”


sapa  Dion tapi tak ada respon dari Ani.


“Selamat pagi,” sapa lagi. Ini


anak kenapa ya pagi – pagi sudah  melamun


kayak  gini pikir Dio.


“SELAMAT PAGI ANI,” sapa Dion


sontak mengagetkan Ani  dari lamunan dia.


“Kamu bisa gak nyapa orang itu


pelan- pelan, mau bikin orang jantungan.”


“Lagian  pagi- pagi udah ngalamun lo, gak dengar apa


orang manggil- manggil dari tadi.”

__ADS_1


“Emang lo manggil gue?” tanya


Ani.


“Iya dari tadi gue manggil lo


tapi, mungkin aja telinga lo gak di korek jadi budak gak dengar orang manggil,”


ejek Dion.


“Lo ngjek gue?” kata Ani sambil


menautkana kedua alis matanya menghadap ke Dion.


“Gak! Siapa juga yang ngejek


lo, gue ngomong fakta.”


“Fakta dari mana yang begituan?


Lo malah ngejek gue  ketua osis seram.”


“Seram – seram gini kamu


cintakan?” goda Dion ke Ani.


“Demi apa gue cinta sama ketua


osis seram acam lo? Mala ada gue sial terus.”


“Sialan mulut lo monyet.”


“Lo katain gue monyet, lu kagak


jauh beda dari Monyet ,” wekkk ejak Ani sambil menjulurkan lidah ke Dion.


“Ha.... tapi apapun bentuk gue


tetap cinta ama gue kan?”


“Dasar ketor seblek  sekati aja tu mutut kalau ngomong, kayak


engkong- enkong di sawah lo.”


“Terserah  lo mau  kata apa yang penting hati aku uwes senang.”


Dengan sebalnya Ani meninggalkan Dion di


tidak baik hari ini malah di rusak oleh ketos sambar gedek itu.


“Hey  Dion lo kenapa ketawa- ketawa gak jelas kayak itu?” tanya temannya.


“habis kesambet apa lo?”


“Gue habis bikin Doi kesal


tingkat parah.”


“Doi siapa maksud lo?”


“Ani.”


“ Lo nagapain dia?”


“ Gue gangguin aja si dia  lagi ngelamun aja sepanjang jalan.”


“Ow... jadi ceritanya udah


berani gangguin ini , biar bisa dekat Ani.”


“Iya sekalin begitu de,”


jawab  Dion pada teman- temannya.


“Ya kita dukung aja mana yanga


terbaik asal sang pengewalnya kasih restu ke lo.”


“ Tenang aja, gue bakal dapat


restu kok.”


“Iya jangan sampai ke colongan


sama muris baru bro.”


“Murid baru mana?” tanya Dion.


“Murid  baru itu satu lokal ama Doi lu Dion, bahkan

__ADS_1


dia sering sama Ani.”


“Sialan bisa tersingkirkan gue


ini,” ujar Dion pada teman- temannya.


“Nah kalau gitu, sekarang kita


harus cara lain buat ngbais hati Doi lu.”


“Ide lo bagus bangat.”


“ Oke nanti kita susun di


dalam, sekarang kita ke kelas dulu.”


Dion dan teman- temannya masuk ke dalam kelas


dengan wajah ceria.


Sedangkan Ani sampai di kelas duduk lesuh di


kursinya dan tak menghiraukan orangan yang di sampingnya. Huang yang melihat


Ani tak bersemanngat pagi ini  tampak


kasihan dan bertanya- tanya apa yang sedang terjadi dengan Ani.


“Ani kamu baik – baik saja?”


tanya dia.


“Aku baik- baik saja kok ,


Huang.”


“Tapi lo kayak sakit gitu ,


kusam amat ke liahatannya?”


“Gue capek aja Huang , gak usah


khawatir sama aku.”


Sedangkan di kantor Dirga sangat di sibukann


oleh perkerjaannya dan dia mesti berangkat lebih pagi sekali. Sebeb satu minggu


ini dirinya sangat di sibukan sekali , sampai tadi pagi dirinya harus  berangkat jam lima pagi. Bahkan dirinya tak


pamit pada istrinya.


Bisnisnya semakin berkembaang jadi dirinya


mesti semakin hati- hati dan teliti mengerjakan sesuatu dirinya tidak mau ada


ke kurangan nantinya. Hari sudah menunjukan jam  siang itu tandanya jam  makan


siang. Dirga tak ingin keluar kali ini dia harus menyelesaikan  kerjaanya.


Lalu tiba-tiba pintu ruangnya


terbuka dan masuk seorang wanita cantik, seksi, dan berpenampilan modis. Wanita


itu masuk menghampiri  Dirga dia ada


sepupu Dirga  anak dari adik mamanya.


Dirga yang melihat Yaren datang ke ruagan dengan senang hati merentankan tangam


dan Yaren berlari di pelukan  Dirga.


Yaren melepas rasa rindunya dengan sepupu terbaiknya itu, bertepatan saat


mereka sedang berpelukan pintu terbuka dan  bunyi rantang jatuh di depan pintu ruangan Dirga. Saat Dirga melihat


ternyata istrinya yang datang. Dirga melepaskan pelukan Yaren mengejar istrinya


yang sudah pergi dari depan pintu. Dirga mengejar Ani namun tak di hiraukan


sama sekali olehnya. Ani  yang saat ini


hatinya begitu hancur melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain. Apa ini


yang membuat suaminya bersikap acuh padanya ternyata ada wanita lain selain


dirinya. Sungguh sakit sekali  rasanya


melihat itu semua.

__ADS_1


.


__ADS_2