MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Seperti kucing ketahuan nyuri


__ADS_3

 Setelah Ani pulang dari Rumah Sanky dirinya


langsung menuju pulang ke rumahnya karena dari tadi suaminya sudah menghubungi


dirinya berkali- kali  tapi tak satupun


telpon dari suaminya dia angkat, jika tahu dirinya pulang naik kendaraan umum,


walau tadi orang tua Sanky menyuruh dirinya untuk  diantarkan oleh sanky  pulang, tentu dirinya menolak dia tidak


menyukai Sanky yang menurutnya itu Arogant.


Ani


akhirnya  tiba di kediamannya , lalu


dengan perlahan dirinya masuk ke dalam  rumah milik suaminya tersebut , para bodyguard menjaga ketat kediaman


itu di setiap sudut mengingat Dirga adalah orang yang sangat di segini oleh


banyak oleh kalangan  pebisnis. Ani


melirik kanan , kiri, supaya dirinya tak ketahuan oleh suaminya itu. Ani  merasa aman dan mulai perjalan perlahan


menaiki tangga padahal ada lift yang menghubungkan dengan kamarnya, akan tetapi


di memilih menaiki tangga.


Satu..


dua.. dia berhitung setiap langkah kakinya, lalu kemudian Ani terhenti saat


pundak dirinya di tepuk oleh seseorang,dan saat itu dia menoleh kebelakang. Ani


merasa gemetaran melihat mata tajam yang sedang menatapnya saat ini, siapa lagi


kalau bukan Dirga suaminya itu.


Ani


menghilangkan rasa gugup pada dirinya lalu dengan tenang dia menghadap suaminya


itu.


“Mas,”


sapa dirinya.


“Dari


mana kamu?” tanya suami.


“He..hi...

__ADS_1


itu mas, Aku dari rumah teman.”


“Kamu


yakin dari rumah teman?” tanya Dirga mengintrogasi istrinya.


“Iya


mas,” balas Ani dengan  gugup.


“Kalau


memang kamu dari rumah teman kenapa pulang pakai ngedap- ngendap begitu?”


“Gak


kok mas,”


“Apa


yang  tidak Ani, kamu pikir saya gak


tahu? Kamu habis pulang dari rumah  lelaki itu kan?”ujar Dirga  menatap istrinya itu dengan tajam.


“Iya


mas, aku memang pulang dari rumah dia tapi aku hanya niat menolong ibunya yang


dia gangguin oleh penjahat.


“Terus


“Mas


orang itu sedang di ganggu penjahat, aku gak bisa diam saja.”


“Terus


kamu ngapain  mereka ha! Atau kamu yang di


gangguin mereka.”


“Iya


aku lawan lah mas, gak mungkin aku biarkan mereka seenaknya saja.”


“Terus


kamu ada yang terluka, di pukul mereka?”


“Tidak


ada mas, aku tidak apa- apa kok, aku bisa melindungi diriku sendiri mas.”

__ADS_1


“Ya


sudah, lain kali kamu kalau mas gak jemput atau orang suruhan mas, jangan


pulang sendiri!”


“Mas,


aku  itu bukan anak kecil lagi, aku sudah


bisa pulang sendiri mas. Gak perlu juga di jemput mas setiap hari mas juga


sibuk kerja mas.”


“Iya


mas, tahu itu, tapi mas sangat peduli dengan istri mas sayang.”


“Iya


mas,”


“Iya


mas gak mau istri mas terluka sedikitpun, pokoknya kamu harus mas jemput tidak


ada bantahan sayang.”


“Iya


mas,” jawab Ani.


 Dalam hati Ani sangat kesal sekali dengan


suaminya itu, masa dirinya di jemput tiap hari begitu oleh suaminya sudah


kebayang bagaimana nanti dia sama teman- teman dia. Sikap posessive suaminya


itu sangat luar biasa sekali.


“Dongkol  ke suami itu tidak boleh,”


“Siapa


yang dongkol,” tanya Ani.


“Siapa


lagi kalau kamu sayang,” balas Dirga.


 Mas Dirga bisa baca isi hati aku, kok dia tahu


aku dongkol sama dia. Wah ini aku harus hati- hati ke depannya bisa- bisa semua

__ADS_1


yang aku pikirkan di ketahui oleh mas Dirga.


__ADS_2