MENDADAK NIKAH SAMA CEO

MENDADAK NIKAH SAMA CEO
Godaan


__ADS_3

Klik.....pintu terbuka Distan langsung Membekap mentah Doni dengan membabi buta hingga dia tak bisa melawan sedikitpun terhadap Distan yang memberikannya serangan.


Brengsek kau Doni, beraninya kau melakukan itu pada adik ku.


Iya, aku ingin dia menjadi milik ku seutuhnya , aku mencintai dia, aku menyayangi dia. Aku tak salah melakukan itu.


Brengsek tindakan lo itu yang sangat jelek sekali.jadi jangan lo mengelak ha..


Terserah gue, gue gak bakal lepasin dia sedikitpun sampai kapanpun aku akan tetap menginginkan dia. Dia yang gue cintai tapi kenapa dia .... mudah menerima orang lain, tutur Doni.


Berhenti menggangu adik gue, jangan pernah usik lagi adik gue! Jika sempet ke tahuan sama gue nyawa Lo melayang di tangan gue.


Gue gak bakal berhenti sedikitpun untuk tidak mengganggu dia ! jangan lo ancaman gue dengan kata- kata lo yang gue gak bakal melakukannya.


Brengsek lo,....bug...bug...Distan kembali memberikan pukulan di wajah Doni.


Ani yang melihat itu pun menghentikan aksi kakaknya yang membabi buta bisa membunuh anak orang.


Kakak hentikan kakak, kata Ani sambil menjauhkan tangan Doni.


Ini pantas untuk di sayang.


Iya kakak, tapi jangan kayak gini juga nanti dia mati lagi.


Biarin aja dia mati, biar tak ada yang mengganggu kamu sayang.


Ayo kak, jangan seperti itu mari kita pulang.


Akhirnya dengan usaha dia menarik Distan untuk pergi dari rumah Doni berhasil walau banyak sedikit drama yang memperlambat jalan pulang.


Kamu tidak diapain- apain kan sayang? tanya Distan.


Tidak kakak, aku baik- baik saja kakak, ucap Ani.


Baik kalau gitu kita kemana dulu ini? tanya Distan.


Kak aku mau ke pantai dulu ya, aku ingin Mengrefsing otakku dulu, baru kita pulang ke rumah.


Kamu kasih kabar dulu sama suami kamu dulu. Biar dia gak panik.


Iya kakak, nanti aku kasih tahu.


Kakak kesini naik apa? tanya Ani.


Naik taksi sayang.

__ADS_1


Ayok kakak kita cari taksi dulu, kata Ani.


Saat mereka menuju trotoar tiba- tiba Rendy datang dengan mobil miliknya dan berhenti di depan mereka.


Masuk Bro, Ani sayang, titah Rendy.


Yoi bro tepat bangat sekali kamu bro.


Iya gue, lihat lo mau ngejar maling gue susul dong. Jadi sebenarnya lo kenapa? tanya Rendy.


Ani di culik sama si Doni.


Apa?.. untuk apa dia culik Ani sayang gue? ungkap Rendy dengan penasaran yang terjadi.


Dia makin tergila- gila sama istri om-om galak ini, ungkap Distan melirik ke arah kiri nya.


Ha... ha.. gue gak nyangka si Doni senekat itu demi Ani.


Iya gue juga tahu segitunya dia.


Demi cinta Bro apapun akan di lakukan demi orang tercinta bro.


Kayaknya lo sudah berpengalaman bangat.


Yoi, gue ma berpengalaman bro apa lagi gue ini gak jomblo kayak lo.


Masa bro, emang gak ada niat lo untuk punya pacar? tanya Rendy.


Gak ada niat gue untuk saat ini, gue mau fokus sama sekolah gue bro. Bentar lagi gue mau lulus dan lanjut study gue, jadi gue merasa terganggu nanti jika soal cinta- cinta.


LO curhat bro... atau lo gak laku.


Gue yang ganteng ini lo bilang gak laku. Banyak cewek yang ngantri bro yang mau jadi pacar gue.


Terus kenapa gak lo kasih kesempatan mereka, mana tahu cocok dengan lo.


Gak mau gue, gue masih fokus tujuan gue.


Emang lo aja gitu bro. Gue juga kali.... no lihat adik lo aja udah nikahan dia.. masa lo kalah ama adik lo.


Beda bro dia nikah sama CEO yang hartanya gak bakal habis tujuh keturunan, lah gue jangan kan harta uang aja masih gue cari bro.


Ya lo nikah juga de sama yang banyak Harta.


Gila lo, gue gak mau gue bisa cari harta gue sendiri dan gue tenang dan tak terkekang, kalau pikiran begitu jangan lo sarankan ke gue.

__ADS_1


Aduh bro,jangan gengsi amat lo.


Gue gak gengsi kali, lo aja yang mikir begitu.


Sudah capek gue ngomong ama lo bro. Jadi gue gak bisa mempengaruhi tembok.


Terserah lo....


Ini kita mau kemana ? pulang atau pergi dulu.


Kita mau ke pantai kakak Rendy.


Oke kita gas ke sana , jangan lupa kabari om- om galak lo itu, nanti lo di terkam lagi.


Tiap hari dia di terkam om- om galak Rendy, kemaren aja dia di terkam om- om galak karena dia nyuruh gue bawain sarapan buat lo.


Kalau begitu sering- sering aja kamu gitu ani, bair gue lulus nanti gue udah punya ponakan.


Enak saja kak Rendy ngomong gitu.


Emang lo gak ada rencana gitu Ani buat bikinin gue ponakan? tanya Rendy.


belum Kak, gue masih kecil.


Wah lo kan udah bisa bikinin gue ponakan Ani, ntar om- om galak cari wanita lain baru tahu rasa lo.


Apaan si kakak Rendy, sekarang kita ke pantai dulu aja jangan bahas yang aneh...aneh.


Ya...


Ani diam saat memikirkan ucapan Rendy tadi dia juga bingung saat ini apa yang akan dia lakukan juga, ia memang benar suaminya juga sudah ingin memiliki anak tetapi dia belum sanggup dan dia juga ingin melanjutkan studinya.


Dia tak mau harapan terbesar selama ini dia sia- siakan dan dua hari lagi dia kan selesai melaksanakan ujian akhir sekolah. Dan dia juga sudah mempersiapkan berkas- berkas untuk pendaftaran beasiswa.


Akhirnya dia pusing dan menutup mata selama perjalanan menuju Pantai, hingga tiba di pantai dia di bangunkan oleh Distan untuk segara turun.


Ani kamu kok malah tidur si, katanya mau ke pantai mala tidur.


Iya kakak, kan sekarang aku sudah bangun kak.


Iya sayang, ayok kita ke sana.


Ani menyusuri tepi pantai dengan bermain air laut, Terlihat dirinya sangat senang sekali saat di pantai semua pikiran yang mengganggu otaknya juga hilang sekilas. Melihat pemandangan indah di sekitaran pantai itu membuat mata Ani berbinar.


Distan yang berdiri agak jauh dari adiknya itu, hanya bisa memperhatikan raut senang yang di pancarkan oleh adiknya itu. dia juga ikut tersenyum saat melihat senyum indah terpancar di bibir adiknya tersebut. Tak terlepas dari penglihatan Rendy kebagian yang di pancarkan oleh dua orang yang berharga itu. sungguh dia baru kali ini melihat Distan tersenyum bahagia yang tulus memperhatikan adiknya yang bahagia.

__ADS_1


Dia mengalihkan pandangannya ke arah pantai banyak sekali orang yang berkeliaran di sana.


__ADS_2