
Kali ini rasa kecemburuan dan dendam kian menumpuk di dalam jiwa Yuta untuk memiliki gadis yang
berstatus istri orang itu. Yuta kembali masuk ke dalam ruang kelasnya untuk melanjutkan proses
belajar hari ini. begitu juga dengan Ani setelah mengambil bukunya yang tertinggal tadi di balik ke dalam
kelas untuk mengikuti proses belajar mengajar. Satu jam sudah berlalu untuk perkuliahan ini dengan
dosen yang super ramah dan akan berganti dengan jam kuliah dia yang kedua.
“ Ani kamu bisa panggilkan bapak Nino di ruangannya untuk segera masuk lagi?” titah dosen.
“Baik Buk, saya permisi dulu untuk panggil bapak Nino nya.”
“Iya, silahkan.”
“ oke semua untuk kali ini pelajaran kita sampai di sini dulu kita akan lanjutkan materi perkuliahannya
di pertemuan berikutnya bersama saya, tapi sebelum saya keluar saya mau kasih home work dulu ke
kalian untuk bikin sebuah planning businessman dan minggu depan kalian akan saya minta untuk
presentasikan semua yang plan- planning yang kalian bikin. Terima kasih saya pamit dulu jangan ribut di
kelas silahkan tunggu pak Nino untuk pelajaran berikutnya.
Ani berjalan menuju ruangan pak Nino dengan bertanya kepada dosen di sana jika pak Nino ada di
ruangannya.
“Selamat pagi pak,”sapa Ani sambil membuka pintu.
“Selamat pagi juga, ada apa nak?”
“Begini pak, sekarang perkuliahan kami akan di lanjutkan dengan bapak saya datang ke sini d suruh buk
__ADS_1
vita untuk mengabari bapak jika perkuliahan kami dengan buk Vita sudah selesai pak.”
“Baik, terima kasih sudah mengabari saya lagi hampir saja saya lupa ada jadwal hari ini.”
“Baik pak.”
Setelah Ani pamit dari ruangan pak Nino dirinya merasa kebelet pipis jadi Ani berlari menuju toilet.
Sesampai di toilet dirinya segera melepaskan jahatnya setelah selesai dia segera keluar dari toilet
dengan lega. Waktu dirinya keluar dari toilet dikagetkan dengan seorang sosok yang menghadang
dirinya Ani melihat siapa sosok itu kemudian dirinya langsung berhamburan ke pelukan sosok itu.
“Kakak, kok di sini?” tanya Ani dan mengeratkan pelukan pada sang kakaknya itu.
Walau hanya enam bulan dirinya tak berjumpa dengan kakaknya itu, dirinya begitu merindukan pelukan
hangat milik sang kakaknya itu. Dirtan membalas pelukan adik tercintanya itu tak kalah erat dengan
“Kakak merindukan kamu makanya kakak di sini sayang.”
“Tapi kenapa gak kasih kabar dengan aku dulu?” saut Ani.
“Kakak mau kasih suprise sama adik kesayangan kakak ini.”
“Ah.. kakak aku sangat merindukan kakak.”
“Kakak kok nunggu aku di sini?” tanya Ani.
“Tadi kakak lihat kamu berlarian ke toilet jadi kakak ikutin de he..he...”
“Iya aku kebelet bangat kak.”
“Kak, sekarang aku masih ada kelas tapi ada kakak juga di sini, apa aku harus izin dulu kak?” Tanya Ani
__ADS_1
minta pendapat sang kakak.
“Kamu masuk kelas dulu sayang, nanti kakak tunggu di rumah kamu aja. Oya kamu lanjutin dulu ya mari
kakak Antar kamu ke kelas.”
Dirtan mengantar sang adik sampai di depan pintu kelasnya. Ani segera masuk dan Dirga juga pergi
meninggalkan kelas itu tujuan sekarang ke perusahan adik iparnya itu.
Dirga yang melangkah begitu cool di lowongan kampus itu harus berhenti saat seseorang yang
menghadang langkah kakinya.
“Untuk apa kau menghalangi jalanku? Minggir!” titahnya dengan tegas.
“Lo siapa yang berani- beraninya meluk gadis gue?” ketus orang itu yang menghiraukan ucapan Dirtan.
“Siapa pun gue! Gak ada urusan dengan lo.”
“Tentu saja urusan dengan gue.”
“Tapi sayang sekali, lo gak bakal bisa- bisa apa- apa jika berhadapan dengan gue, sekarang minggir lo.”
“Jangan sombong dulu lo, aku akan pastikan siapa yang menang.”
“Tanpa lo tantang gue juga sampai kapanpun akan tetap nomor satu di hati Ani. Asal lo tahu gak bakal
tergantikan oleh siapapun walau suaminya sendiri.”
Dirtan pergi meninggalkan orang yang tidak jelas oleh dirinya itu dengan senyum devil nya sedangkan
Yuta masih bingung dengan apa yang yang di sampaikan dengan pria itu. Yuta segera menelpon orang
kepercayaannya untuk mencari tahu sosok yang dia hadang.
__ADS_1