
Sudah satu minggu lebih akhirnya masa ospek sudah kelar walau sangat banyak hal yang menegangkan tapi sudah berlalu dan mulai besok semua mahasiswa baru sudah mulai proses perkuliahan. Itu di rasakan oleh Ani saat ini, dia sangat senang sekali.
Hari ini bisa duduk manis di ruang tamu sambil menunggu suaminya turun dari kamar. Entah apa yang di ambil suaminya itu sehingga memakan waktu selama itu di dalam kamar. Dia mengambil remote tv dan segera menyalakan TV dan dia mulai menonton chanel kesukaan dia hingga dirinya terlarut di dalam alur cerita film yang di tonton nya itu. Ani yang menonton film horor itu dengan tenang dia sangar fokus sekali pada filmnya itu tiba- tiba dia berteriak histeris saat melihat ada hantu yang tiba- tiba muncul di samping mereka.
Dirga suaminya sontak kaget dengan teriakan istrinya itu dengan cepat dia berlari kesamping istrinya lalu memeluk istrinya itu dengan erat hingga kepala istrinya sudah nyaman di dada bidang milik Dirga.
“kalau kamu takut nonton film horor sendirian sayang, kan bisa tunggu aku dulu,” kata Dirga.
“keburu habis itu film nunggu kamu mas, kamu ngapain si di kamar?” tanya Ani.
“Ini mas ada hadiah buat kamu, kemaren mas beli tapi belum sempat mas kasih ke kamu sayang.”
dirga mengulurkan kotak kado itu kepada istrinya.
“Ini serius untuk aku mas?” tanya Ani.
“Iya sayang serius untuk kamu, emang mas mau kasih ke siapa lagi.”
“Ya aku gak tahu juga mas, mana tahu mas selingkuh di belakang aku terus diam-diam menghidupi dan shopping dia.”
__ADS_1
"Astaga sayang kamu ini, kenapa berpikiran sampai begitu, gak mungkin mas selingkuh sayang, sedangkan di depan mata mas ini sudah segalanya bagi mas sayang.”
“Benar ya mas, janji ya gak ada selingkuhan mas di luar sana.”
“Iya sayang mas, janji sama kamu sayang.”
“Awas saja jika sempat ketahuan sama aku ada selingkuhan mu akan ku hancur berkeping- keping dengan silet!” ancam Ani pada suaminya.
“Emang kamu tega melakukanya?” tanya suaminya.
“Tega mas, jika tidak jangan panggil nama ku Ani,” tutur Ani sambil membuka kado yang di kasih suaminya itu.
“Wah, mas ini sangat cantik sekali,” ujar Ani dengan mata berbinar- binar melihat kalung permata yang di kasih oleh suaminya itu, dia sangat senang sekali dan langsung mencobanya di bantu oleh suaminya.itu.
“Makasih ya mas sudah kasih aku kado sebagus ini.”
“Iya sayang, ini sudah seharusnya kamu terima sayang sebagai istri ku sayang.”
“Iya mas , tapi aku tetap bilang makasih mas,”sambil mencium pipih suaminya.
__ADS_1
“Kok cuman di pipih dong, di sini juga don,”tunjuk Dirga pada bibirnya
Ani merapatkan tubuhnya pada suaminya itu lalu mencium bibir suaminya itu dengan lembut saat mau melepaskan ciuman mereka
Dirga menahan tengkulak istrinya itu untuk memperdalam ciuman merek.
Dirga merasa istrinya sudah kekurangan oksigen segera menjauhkan bibirnya dari bibir istrinya. Lalu memeluk tubuh istrinya itu sambil duduk di atas sofa dan membawa tubuh istrinya duduk di atas pahanya dia.
“Sayang kamu kok berat sekarang ,” tanya dia pada Ani.
“Aku lagi naik berat badan mas, karena aku banyak sekali makan.”
“ummm tak apa – apa sayang, mas suka kamu kok.”
“Iya mas, bagaimana aktifitas mas di kantor berjalan dengan baik?” tanya Ani.
“Semua baik- baik saja sayang, kamu tak usah khawatirkan itu sayang. Cukup aku saja yang memikirkan itu ya, kamu harus fokus kuliah ya biar bisa jadi asisten pribadiku kemana
aku pergi sayang.”
__ADS_1
“Iya mas, nanti aku akan belajar dengan baik tentunya aku tidak mau mengecewakan mas nantinya.”
“Bagus sayang jika kamu punya semangat untuk pendidikan kamu sayang.”